Saat ini, yang namanya aki kering (free maintenance) tidak lagi menjadi barang langka. Banyak yang sudah merasakan manfaatnya. Bukan hanya bebas perawatan saja, tetapi juga tidak merusak motor. Maksudnya, kalau aki basah kan uap ataupun tumpahan airnya “jahat” dan langsung bereaksi jika terkena rangka motor. Cat bisa termakan, hasilnya, bagian itu jadi berkarat. Kalau volume air aki yang keluar dari aki itu banyak, bahkan bagian yang terkorosi air aki bisa lumayan banyak dan memakan besi rangka.

Bagaimana harganya? Dulu, sepertinya harga aki kering jauh lebih mahal. Saya pun masih berpikir begitu hingga 2 bulan lalu. Namun, itu berubah ketika saya membeli aki. Di tempat yang sama, ternyata harga aki kering lebih murah dibandingkan aki basah. Sayangnya merknya tidak sama, jadi saya hanya bisa mengambil kesimpulan sementara. Di bengkel itu, aki basah GS untuk Tiger dilbanderol 215 ribu, sedangkan aki kering produksi Toyo hanya 180 ribu. Bedanya lumayan jauh kan…

Secara bobot, rasanya sih sama saja beratnya. Artinya, aki kering tidak lebih ringan. Katanya sih, seharusnya namanya bukan aki kering, sebab di dalamnya ada air akinya juga… Makanya lebih baik disebut aki free maintenance.

Bagaimana dengan daya tahannya? Teman ada yang bilang, aki kering tidak seawet aki basah! Saya sendiri belum membuktikan… Kata doi, di aki kering, kalau sudah drop, sel-sel akinya cepat rusak, sedangkan di aki basah, masih bisa ganti air aki dan disetrum lagi. Namun, buat mereka yang tidak telaten merawat aki basah, bisa-bisa umurnya lebih pendek tuh.. Barangkali Bro ada pengetahuan soal umur aki basah dan aki kering?

About these ads