Banyak pemilik Honda Tiger yang mengganti velg standardnya karena ingin tampil gaya, ingin lebih nyaman dan karena memang yang bawaan sudah jelek.

Saya mengganti karena ketiga alasan di atas sekaligus. Oleh karena itu, pilihan jatuh ke velg lebar jari-jari. Velg yang saya dapatkan¬† kebetulan sesuai dengan kriteria saya, yakni kuat, tahan lama, dan murah pastinya… Saya juga tidak ingin pakai mengubah-ubah semacam tambah ring, ganjel sana sini dsbnya. Cukup dengan arm standard lah..

Bengkel yang menyediakan itu misalnya Dunia Sepeda Motor di kawasan Pasar Minggu. Kebetulan sekali bengkel ini menyediakan velg DID yang biasa dipakai Thunder 250. Untuk Jari-jari velg ring 17, seringkali banyak pengendara Tiger yang kesulitan mencarinya. Banyak yang menyangka, termasuk saya, bahwa jari-jari yang cocok hanyalah milik Binter Merzy. Ternyata, ketika di bon saya baca, tertulis: Jari-jari Jupiter MX!

Berikut ini total pengeluarannya:

Velg DID 250-17: 175 ribu

Velg DID 215-17: 150 ribu

Jari-jari Rr (G) Jupiter-MX: 40 ribu

Jari-jari (G) YMH cmpr: 40 ribu

Karet Velg: 2x5ribu

Ban Corsa 110/70/17 S123 Tubeless: 216 ribu

Ban Corsa 120/80/17 S 123 Tubeless: 245 ribu

Ban dalam IRC: 2 x 40 ribu

Soal jari-jari YMH cmpr itu, jangan tanya ane Bro, ane juga bingung..jari-jari campur kali ya?? campur apa maksudnya???

Berikut ini, Jarak dari dinding ban ke suspensi depan dan rantai:

Entah kenapa, di suspensi depan sebelah kanan, jaraknya lebih mepet dibandingkan ke suspensi kiri. Padahal, kalau di depan juga pakai Velg 250, ban akan tampak lebih lebar lagi…

Di buritan, ban belakang sudah nyaris menyentuh rantai, sehingga tutup rantai terpaksa saya lengserkan. Kalau mau dipasang juga bisa, tetapi harus sedikit dicoak. Dengan Velg 250, tampak ban lebih lebar dibandingkan kalau pakai velg standard selebar 215.

Hasilnya, Tiger Hitam jadi lumayan gagah dan tujuan utama tercapai: motor lebih nyaman melalui jalanan seputar Depok-Cinere-hingga daerah BSD yang mestinya cocok tenan dilahap pakai BMW GS hehehe… Hanya saja, tarikannya sedikit berkurang, terutama malah di putaran atas. Tekanan udara di ban juga harus sering dicek, sebab kalau kempes, beratnya benar-benar terasa.

About these ads