Membaca judul di atas, sampeyan pasti sudah langsung memberikan tebakan dalam hati, siapakah pemenangnya. Ingat, kapasitas Duke 200 cc dengan 1 silinder DOHC, CBR 250 juga sama-sama 1 silinder DOHC berkapasitas 250 cc dan Inazuma berkapasitas 250 cc yang diperoleh dari 2 slinder SOHC.

Awalnya pasti banyak yang berpikir, urutan sudah sesuai judul:

Duke terlemah, CBR berada di tengah-tengah karena sama-sama DOHC, tetapi kapasitasnya 50 cc lebih besar dibandingkan Duke 200 dan Inazuma bertenaga terbesar, sebab, meskipun masih SOHC, doi memiliki 2 silinder. Dan, tanpa banyak bacot, beginilah hasil Dynojet di Jerman sono:

Lupakan Ninja 300nya ya…power

Nah loh, ternyata Inazuma tenaganya paling lemah! Hanya 25 PS @ 8800 rpm, dikentutin sama CBR 250 yang bertenaga 26 PS @ 8600 rpm. Ajaibnya, Duke bisa membuktikan keunggulan teknologinya dengan mengasapi 2 motor produsen Jepang dengan membukukan 28 PS @ 10100 rpm.

Hmmm… tidak heran Inazuma tidak banyak dilirik, sebab keunggulan doi hanya di sektor kenyamanan untuk berboncengan dan touring jauh, sedangkan dari sisi power mesin, desain, tempat perakitan (Cina), bobot dan harga yang ditawarkan, doi bisa dibilang babak belur!

About these ads