Cinta pertama saya pada motor diawali oleh RC45, semenjak itu saya mulai menyukai motor2 balap berfairing. Buat saya waktu itu, yang keren ya cuma motor balap berfairing. Seiring berkembangnya waktu, saya mulai menyukai motor2 tipe lain. Baru tahun ini saya mulai benar-benar menyukai motor klassik. Untuk mencintai motor klassik ternyata butuh proses, tidak bisa hanya dengan melihatnya saja, tetapi harus tau sejarahnya dan prestasi apa yang sebenarnya sudah diraih motor2 ini. Waktu yang pada akhirnya menentukan, apakah motor itu klassik atau tidak.

Bagaimana? Bro mulai kepincut juga kan sama Manx dan Triton…(mulai sekarang saya sebut Triton , sesuai sejarahnya yang memang rakitan). Saya sendiri berencana mewujudkan impian untuk memiliki motor semacam ini, tetapi tentunya tidak mudah, karena harganya itu lhooo…Tenang, tak ada motor Inggris, motor Jepang yang bersliweran pun jadi. Berikut ini komponen yang perlu didapatkan untuk mengejar tampang Triton. Tanki, jok, lampu bulat, lampu rem dan sen klassik (kalo ga mau kena sapa sama Oom yang suka bilang: Selamat siang mas, bisa saya lihat surat2nya?!!!), setang jepit dan spatboard. Untuk urusan rangka cukup pakai standard saja.

Kenapa memodifikasi model Triton? 1. Kereeeen, 2. praktis buat harian, 3. ringan, lumayan buat mengirit bensin, atau buat ngebuuuut… 4. biaya yang relatif murah dibandingkan modifikasi model fairing ataupun street fighter (tau sendiri dong, buat kaki2nya saja sudah ber jut-jut..) 5. berkelas, tapi down to earth (penting buat bro yang tidak ingin menimbulkan kecemburuan sosial). 6. klassik pastinya…ingat, klassik itu tidak kuno, tidak dimakan zaman, dan memiliki tempat terhormat di mata bikers yang memang the real bikers!!!!

Di Indonesia, banyak motor batangan yang bisa disulap jadi Triton. Kuncinya, cari motor yang mesinnya sesuai kebutuhan bro dan tidak perlu banyak ubahan. Soal detail tentunya bisa disesuaikan dengan dana. Berikut ini kira2 contohnya:

Dana Rp. 20 juta:

Bahan dasar terbaik tentunya Thunder 250. Dengan kapasitas mesin besar dan suspensi yang nyaman dan panel serta lampu yang bergaya klassik membuat motor ini paling memuaskan untuk disulap jadi Triton. Yang paling memakan dana besar tentunya membuat atau memodifikasi tanki. Dengan dana 2 juta rupiah, bro sudah bisa dapat tanki model Triton dengan kualitas lumayan. Untuk jok, sepertinya dengan dana 1 juta bukanlah hal sulit untuk diwujudkan. Sektor spatboard bisa diirit, Bro bisa pakai spatborad belakang motor2 semacam CB100 ataupun RX-King. Untuk mengirit biaya, cukup mencukur spatboard depan yang ada dan dibuat bergaya minimalis. Kalo bro mau motornya ngacir, bore up Thunder jadi 350cc (saingan sama Manx dong..). Kalo sudah begini, Ninja 250 standard pun bakal hormat grak di hadapan Bro. Tentunya harus sedia dana lebih dari 20 juta.

Dana Rp. 15 juta:

Dengan dana sebesar ini, motor yang saya pilih adalah CB200. Kalo Bro pernah dengar suara mesin CB200 dengan knalpot free flow, wah mantabsss. Saya pernah dengar CB200 dengan knalpot free flow, setiap silinder memiliki knalpot sendiri. Menurut saya, lebih mantap dibandingkan suara Ninja 250 yang sudah menggunakan knalpot racing sekalipun (mungkin karena konstruksi knalpot racing Ninja2 yang saya dengar masih 2-1).

Keunggulan lainnya menggunakan bahan dasar CB200: 1. memang Klassik, 2. konfigurasi mesin Twin, layaknya mesin Triumph yang dipakai Triton, 3. mesin Twin gitu loh……. 4. Sekali Twin ya tetap Twin……..

Tips: Cari CB200 modifan yang sehat mesin, rangka standard atau bukan chopper, surat tidak yatim piatu dan stabil jalannya. Jangan memodifikasi CB200 yang masih orisinil!! Selain harganya mahal, banyak yang bakal ngomel!!! Kalo ada komponen Orisinil yang masih selamat, bisa Bro jual, malah bisa2 hasil jualan sisa2 komponen orisinil yang masih selamat setengah harga beli CB200 itu sendiri.

Dana 5 Juta, mungkinkah??????:

kenapa tidak? Bukankah banyak motor seperti CB100 yang tidak orisinil ataupun Honda2 tua sejenis yang masih berharga dibawah 3,5 juta? Untuk tanki, kan banyak tanki Tiger ataupun Mega Pro second hand. Bahkan tanki motor CB pun masih bisa dipertahankan.Dengan dana 300 ribu tentunya masih ada yang bersedia memodifikasi jok bawaan motor menjadi model cafe racer. Lampu2 dan spatboard banyak kan yang dijajakan di loakan. Soal cat,hmmmmm…coba mulai menggali bakat pilox memilox yang terpendam di dalam diri Bro..Dari pengalaman saya, kalo dikerjakan dengan ilmu dan kesabaran, hasilnya sama saja. Hanya saja daya tahannya kurang (tapi kalo diparkiran baret ga sakit2 hati amat kan Bro?).

Sumber:

Terawang gaib by Madam Prahara, Mama Loreng dan Ki Gede Anue