Menjelang kejuaraan WSBK 2009, Aprilia mempersiapkan diva barunya, RSV4 Factory. RSV4 yang versi balapnya hanya berbobot kering 179 Kg ini menggunakan mesin yang benar-benar gress untuk Aprilia: DOHC 998,9cc dengan konstruksi V4 65°, konstruksi yang terakhir kalinya ditemukan di Honda RC45. Mesin berkompresi 12,8:1 ini sanggup menyemburkan 215 Ps (Pferde Stärke= Dk alias depakan kuda) yang diamankan oleh traction control. Untuk versi jalanan, dibatasi peranti elektronik hingga cukup 180 Ps sajalah dan tidak dilengkapi traction control. Seperti Yamaha R1, intake udara RSV4 juga bisa disesuaikan dengan bantuan perangkat elektronik.

Sekilas RSV4 mirip dengan bentuk CBR1000RR terbaru, apalagi di bagian moncong knalpot yang berkonfigurasi 4-2-1 ini. Bagian lampu depannya juga mirip motor supersport Honda CBR600RR. Banyak yang bertanya-tanya, kenapa Aprilia berani menggunakan konstruksi V4 65° yang sebenarnya sudah ditinggalkan pabrikan lainnya, sebab secara bobot dan biaya produksi lebih berat dibandingkan konstruksi mesin 4 silinder segaris. Nampaknya Aprilia ingin memberikan kebebasan bagi mekanik balap nantinya untuk mensetting titik berat motor. Mesin V4 memungkinkan untuk ditempatkan lebih rendah. Jarak main lengan ayun dan sudut kemudi juga bisa disetting sesuai kebutuhan. Bisa jadi ini menjadi senjata Aprilia untuk bersaing di WSBK, bisa jadi juga senjata ini makan tuannya sendiri. Ingat, menentukan titik keseimbangan motor tidak semudah membalik telapak tangan (kecuali abis kena Stroke, susah juga kan..).

Untuk mengontrol kebinalan sang diva, Aprilia mempekerjakan Max Biaggi untuk 2 tahun kedepan, sebuah keputusan yang cukup berisiko! Mungkin Aprilia ingin mengulangi kejayaannya bersama Biaggi, atau mungkin karena sama2 Italia. Biaggi akan didampingi oleh Shinya Nakano yang sebelumnya digosipkan tetap di Motogp bersama Montiron-Suzuki ataupun Martinez-Kawasaki. Sayangnya Kawasaki tetap menurunkan dua pembalap (Hopkins-Melandri), karena sponsor menginginkan joki Spanyol (Alex Debon), sedangkan Kawasaki menginginkan Nakano.

Ayo, semangat menabung…motor ini menanti diimpor ke Indonesia. Kalo mau lebih ekonomis lagi, tunggu versi jalan rayanya, tetapi Bro harus sabar hingga musim gugur 2009 nanti. Kalo saya sih termasuk orang yang mudah putus asa: menyerah sebelum menabung hehe…

Sumber:
PS-Das Sport-Motorrad Magazin 11/2008
Komentator Euro Sport Germany