Kira-kira itu kesan pertama saya saat melihat si sexy Matchless G45. Motor ini bermesin 2 silinder paralel berkapasitas 498 cc hasil dari konstruksi 66×72,8 mm. Mesin bertenaga 48 PS pada 7200 rpm ini dikembangkan departmen balap AJS untuk menghadapi musim balap 1952. Mesin G45 adalah hasil pengembangan dari mesin yang berhasil finish ke-4 pada ajang balap Manx-GP 1951. Lho..ini motornya Matchless atau AJS sih?? Begini ceritanya: pada tahun 1931, AJS diambil alih oleh Matchless, ngerti ora Bro???

Si gendut yang berbobot 145 Kg bisa digeber hingga mencapai kecepatan sekitar 193 Km/jam. Performa yang lumayan asoy geboy ini diperoleh dari 2 karburator Amal Grand Prix yang dipadukan sistem pengapian racing Lucas. Untuk meneruskan tenaga hingga ke roda belakang, dipercayakan pada produk Burman. G45 sudah menggunakan blok silinder dari alumunium dan memiliki fly wheel alias roda gila bin gendeng dari baja tempa. Supaya sang bikers senantiasa teringat pada penderitaan mesin saat doi digeber habis, G45 diperlengkapi dengan tachometer. Model G45 sendiri terbukti dapat bersaing di arena-arena balap, tetapi sayangnya tidak sesukses model-model lainnya. Akhirnya produksi G45 dihentikan pada tahun 1957.
Sexy kan motor klassik yang satu ini? Kalau Bro ingin memodif tunggangan kesayangan jadi bergaya cafe racer, mungkin G45 bisa dijadikan acuan dasar. Tanki yang membulat dan besar tampaknya menjadi salah satu ciri khasnya. Dengan tanki besar, pastinya bikin sirik orang-orang yang ikutan antre saat 1 hari menjelang hari H kenaikan bensin. Singkat kata: juga cocok buat yang doyan jalan jauh atau tinggal di daerah yang masih jarang pom bensin. Saya sarankan untuk dimodif tidak setengah-setengah. Gaya single seater dan buntut tawon dijamin memberikan nuansa motor balap klassik. Selain itu, dijamin orang lain males nebeng, apalagi cewe cantik…Sebaiknya motor bermodel tanki besar seperti G45 ini tidak dipakai untuk pacaran. Bahaya Bro!! Tanki besar kan banyak bensinnya, bisa-bisa meleduk kalau kesamber api asmara!!! Kalau motor habis terbakar api asmara, niscaya yang punya speechless and lemess…..
Sumber:
Hugo Wilson: Motorräder, über 300 Klassiker. München 2007