Seperti halnya Rossi, Michael Schumacher alias Schumi suka mencoba balap yang bukan bidangnya. Schumi sang mantan juara dunia 7 kali F1 tidak bisa lepas dari dunia balap. Mungkin di luar Eropa kurang santer kabarnya, bahwa Schumi sesekali turun di ajang Superbike IDM ataupun balap Superbike lainnya. Hobinya naik motor bisa dibilang tersalurkan dengan puas, sebab tak jarang ia didaulat untuk merasakan sensasi menunggangi motor balap yang tidak bisa ditunggangi semua orang, atau belum dapat ditunggangi bikers umum. Sebut saja saat doi didaulat menjadi salah satu joki tester BMW S 1000 RR pada akhir Oktober lalu di Albacete, Spanyol.
Lho, kok jauh-jauh ke Spanyol?? Apa di Jerman tidak ada jalan raya atau kekurangan sirkuit?? Tunggu dulu Bro, selain Sachsenring, masih ada sirkuit lainnya seperti Lausitzring, Hockenheim, Nordschleife, dll. Soal jalan raya..asal tau saja, kalau orang-orang Eropa diwawancarai, apakah objek wisata favorit mereka di Jerman:
1. Kota Berlin
2. Istana dongeng Neuschwanstein di kota Füssen, kota kecil di kaki pegunungan Alpen yang dapat dicapai dengan kereta dari München dalam 2 jam.
3. Autobahn alias jalan raya antar kota yang ASLI bebas hambatan!
Kok bisa begitu? Begini ceritanya: jadi jarak kota satu ke kota lainnya yang relatif jauh dihubungkan dengan Autobahn yang di Indonesia kita sebut jalan tol. Bedanya: tidak perlu bayar, boleh dilewati motor dan jika jarak antar satu tempat ke tempat lainnya jauh, maka tidak ada batas kecepatan! Terserah mau geber mesin sampai jebol pun tidak dilarang, selama ngebutnya sopan dan menjaga jarak aman. Jadi untuk yang niat balap liar, lupakan saja!! Polisi Jerman tidak mengenal dua kalimat berikut:
1. Damai saja Pak….
2. Tolong dibantu lah Pak…
Denda yang seringkali sampai ratusan Euro bisa memberi efek jera. Selain itu, jika SIM sampai dicabut…wah, siap-siap keluar duit 1700 Euro untuk bikin SIM dari ulang. Untuk standard negara Uni Eropa, Jerman termasuk mahal Bro…tapi diatas langit, ada langit: di Norwegia, Bro harus keluar duit 3000 Euro untuk bikin SIM (Ayo…mau naik haji apa bikin SIM???).
Kembali ke pertanyaan awal: Menurut terawang gaib Ki Gede Anue, test diadakan di Spanyol untuk menyembunyikan performa S 1000 RR dari mata publik, tentunya lebih aman kalau dilaksanakan di tempat yang jauh dari publik dan bersifat lebih tertutup. Maklum, motor baru, takut ada kekurangannya. Hal lain yang dikatakan Ki Gede Anue adalah: Ente mau ngetes motor apa mau ngetes Jokinya??!!! Ingat, suhu udara yang kelewat dingin membuat jalanan ekstra licin, performa motor tidak akan maksimal. Belum lagi suhu dingin yang terasa sakit di kulit. Bisa-bisa kalau tetap nekad si joki harus kerokan 7 hari 7 malam.
Kembali ke Schumi. Ternyata mantan orang paling cepat di sirkuit ini sudah lupa usia. Meski sudah berusia 39 tahun, dirinya masih semangat geber moge dengan tenaga berlimpah ruah. Bahkan di ajang IDM pun, meskipun sempat beberapa kali terjatuh, Schumi tidak finish paling buncit! Mungkin dikarenakan dirinya akrab pada kecepatan dan sangat jeli dalam menentukan titik pengereman. Ditambah dengan motor yang digunakannya adalah Honda Fireblade milik tim Holzhauer Racing. Rekan setim Schumi asal Austria, Martin Bauer, menjuarai balap superbike IDM tahun ini dan tahun lalu dengan menggunakan motor yang sama. Tidak hanya sampai disitu, akhir September lalu Schumi bahkan tampil sensasional di ajang balap Superbike Swiss yang diselenggarakan di sirkuit Brno. Dalam Race ke-2, Schumi yang start dari Pole Position berhasil menjuarai race!!! Wah, jangan-jangan orang Swiss yang jago naik motor cuma si Thomas Lüthi. Schumi bahkan ditawari oleh Carlo Fiorani, penanggung jawab Honda Racing Eropa, untuk turun di ajang WSBK! Fiorani berkomentar: Schumi hanya perlu memintanya dari kami, maka kami bersedia menyediakan motornya. Menurut Terawang Gaib Ki Gede Anue, ini hanyalah trik Honda untuk menaikkan omset. Maklum, Schumi selalu menjadi pusat perhatian! Schumi sendiri dengan tenang berkomentar: Balap moge cuma hobi kok…

Bagaimana dengan hasil test superbike BMW? Menurut nara sumber yang tidak jelas identitasnya, Schumi sudah bikin ringsek 1 unit BMW S 1000 RR versi racing! Schumi sendiri tidak mengalami cedera (lihat aja Helm Schuberthnya, belom lagi jaket Alpinestar, dijamin tinggi standard keamanannya). Ketika ditanya, kenapa turun balap motor, Schumi menjawab: saya suka suasananya, penuh kekeluargaan dan sederhana, tidak seperti di F1. Wah boleh juga cara pandangnya, padahal saya dulu sempet dongkol sama orang satu ini, di masa jayanya bersama Ferrari, doi yang bikin F1 jadi monoton. Schumi lagi Schumi lagi yang pertamaXXXX!!!!

Sumber:
Terawang Gaib by Ki Gede Anue