Banyak bikers yang terpaksa menghancurkan impiannya sendiri untuk memelihara motor klassik karena mendengar besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk merestorasi ataupun membuat knalpot doi tetap mengebul. Salah satu diantara bikers itu adalah saya.

Bukan hanya harganya saja yang bikin mata melotot, bahkan mata hatipun ikutan melotot. Untuk mendapatkan onderdil motor klassik tidaklah mudah. Mereka yang gemar motor klassik harus sering-sering ngubek loakan atau cari info sana-sini. Kalaupun sudah ketemu barangnya, belum tentu harganya jodoh lho..Maklum, barang langka, bahkan yang orisinal sebagian besar sudah tidak diproduksi lagi. Sesuai hukum ekonomi lah, kalau banyak permintaan, otomatis yang si pemilik barang jadi jual mahal. Cara lainnya adalah langsung memesan keluar negeri. Meskipun barangnya relatif lebih tersedia, harganya juga tidak bisa dibilang murah lho…wong bule-bule banyak yang rebutan juga…

Coba kita lihat bareng-bareng bagaimana puyengnya memikirkan harga barang untuk merestorasi motor klassik. Biar mudah, kita ambil kasus yang belum pernah terjadi alias rekayasa saya. Misalkan ada seorang teman yang baru mendapatkan BMW R25/3 bersurat dengan harga 30 juta. Mahal ya??? Itu belom paling mahal Bro, itu sih standard lah.. masih perlu renovasi sana-sini. (Sebagai info: Di Jerman sendiri, harga BMW R25/3 kondisi 1a alias full orisinal seperti baru keluar pabrik dihargai 6900 Euro)

Oke, kita anggap si R25/3 itu butuh sepasang bantalan di tanki, sepasang emblem baru, mur knalpot, dan sepasang grip gas Magura. Eh ternyata tenaga mesin sudah ngempos…Pas dicek, ternyata kompresinya sudah lemah dan butuh piston baru. Nah, mules-mules deh tuh si empunya…Kita rinci ya:

1. Sepasang grip gas Magura: 15 (2×7,5) Euro
2. Satu mur knalpot:25 Euro
3. Sepasang emblem tanki: 52 (26×2) Euro
4. Sepasang bantalan tanki: 76 (38×2) Euro
5. Piston kedoyanan BMW single engine (Nüral): 128,9 Euro
6. Ongkos kirim ke Jakarta dengan paket kilat hingga 2Kg: 25,8 Euro (naik 2 Euro Bro..kemaren, 09.02.09, ngirim barang ongkosnya jadi 27,8 Euro)
Total: 322,7 Euro.

Berdasarkan pengalaman saya, waktu itu sempat mengirim paket senilai 190 Euroan, pajaknya nyaris Rp. 800.000, 00. Nah Kalau 1 Euro kita anggap Rp. 15000,00, maka untuk melunasi barangnya saja (tidak termasuk pajak) sudah Rp. 4.840.500,00. Lumayan nendang kan? Itu beli sendiri lho..kalau lewat pedagang mah naik lagi lah pastinya… Belum ongkos pasangnya yang tidak semurah bengkel motor umum..maklum, butuh skill yang jarang dijumpai…Jadi, kalau masih ada yang menganggap main motor tua alias motor klassik murah, ya tidak benar itu… tergantung motor dan mereknya juga lah. Mungkin untuk belajar terjun ke segmen ini bisa dimulai dengan merawat Honda CB 100…

Foto: HP-Klassikku