Kalau seorang Pria berumur 37 tahun, biasanya sedang jaya-jayanya, maksudnya sudah lumayan mapan dan fisik masih jossss… Kalau motor, wah biasanya sudah banyak yang almarhum.. Si CB 125 ini adalah salah satu motor yang beruntung bisa berumur panjang. Meskipun sudah berumur 37 tahun, kondisinya masih seperti kondisi motor yang baru keluar dari pabrik!! (Achtung: Kondisi CB 125 ini tidak original!) 
(Ralat lagi: ternyata memang CB125 di Jerman model tankinya seperti CB200 di Indonesia)
CB 125 K produksi tahun 1972 memiliki bobot kosong 115 Kg, lumayan ringan kan.. Konstruksi mesinnya mirip Ninja 250 lah, sama-sama twin sejajar, hanya saja kapasitas doi irit, tepatnya 123 cc. Dengan konstruksi twin, tentunya tenaga yang didapat lebih besar dibandingkan motor berkapasitas sama dengan silinder tunggal. Motor 4 tak ini memiliki tenaga 15 PS @10500 rpm. Dengan tenaga sebesar itu, motor klassik yang dulu banyak bersliweran di tanah air ini bisa digeber hingga 125 Km /jam, not bad kan…
Kalau mengenang masa lalu, Honda sudah menelorkan motor-motor dahsyat di Indonesia. Kedahsyatannya terbukti dengan masih bersliwerannya motor-motor klassik Honda di jalanan-jalanan tanah air, sedangkan mayoritas motor-motor Jepang lainnya banyak yang sudah beristirahat untuk selama-lamanya. Apakah ini bukti motor Honda itu awet? Atau karena pesaingnya dulu hanya menghadirkan motor-motor 2 tak? Silahkan ditebak-tebak sendiri… Yang pasti keadaan sekarang adalah sebuah kemunduran bagi Honda, tidak ada satupun produk mereka yang stereo alias twin! Padahal suara-suara merdu mesin twin merupakan daya tarik yang bisa membuat bikers ngutang sana-sini untuk menjemput impiannya.
Bagi bikers yang kepincut dengan mesin twin mini ini, CB 125 twin bersurat dengan kondisi sehat, tetapi tidak orisinil sudah bisa ditebus dengan dana dibawah 10 juta rupiah. Kalau kondisinya masih selicin CB 125 yang saya jumpai minggu lalu ini, ya jangan kaget kalau harganya setara Yamaha Scorpio baru. Bedanya, disaat Scorpio harganya seiring waktu semakin turun, maka harga si CB twin mini ini tetap merangkak naik.
Bagi Bro yang mencari jodoh untuk putrinya, pemuda-pemuda pencinta motor tua bisa menjadi pilihan, sebab rata-rata mereka memiliki karakter:
1. Menghormati yang tua (hati-hati mantu durhaka!!!)
2. Telaten merawat (putrinya mau dirawat juga dong…)
3. Sabar (kalau motor klassik rusak, betulinnya relatif lama)
4. Pejuang (kalau berburu onderdil bisa setangguh gerilyawan)
5. Jarang kebut-kebutan (kecuali motornya CB 750, XS 650, Z1 , Norton Manx, Dominator dkk.)
6. Setia (disaat motor-motor baru begitu menggoda, gandengannya tetap si motor klassik)
7. Mapan (Kalau motornya diatas 250 cc, 4 tak, terlebih terbitan Eropa/Amerika)
8. Dll.
NB: Arie Slight beserta segenap karyawan tidak bertanggung jawab atas kebenaran pernyataan di atas dan jika Anda menemukan bikers motor klassik memiliki karakter tidak seperti tersebut di atas. Risiko ditanggung sendiri!!!!!
Sumber: yang punya motor
Foto: HP-Klassikku
Iklan