Buat para penggemar BMW oldtimer Indonesia, tentunya tidak asing dengan sosok BMW R 51/3. Dalam kesempatan berbahagia ini, perkenankan saya sedikit bercerita tentang si twin bongsor yang satu ini.
R 51/3 adalah sebuah sepeda motor 4 tak bermesin twin boxer khas pabrikan yang bermarkas di negara bagian Bayern, yakni Bayerische Motorenwerke AG (bukan singkatan Agak Gila Bro, tetapi Aktien Gesellschaft, ya bahasa Indonesianya Perseroan Terbatas lah…). Motor BMW ini merupakan kelanjutan dari R 51/2 yang diproduksi setelah Jerman kalah PD II, yakni tepatnya tahun 1949. R 51/2 sendiri sebenarnya kelanjutan dari produksi R 51 yang pertama kali nongol di tahun 1938. Beda R 51 dengan R 51/ 2 tipis lah, wong namanya habis kalah telak perang, masa nongol-nongol langsung menelorkan produk canggih??!!! Baru memasuki tahun 1951, BMW melanjutkan kiprah motor twinnya dengan memperkenalkan si R 51/3 ini.
R 51/ 3 diproduksi dari tahun 1951 hingga 1955. Motor yang mesinnya gress dibandingkan R 51/2 ini diproduksi sejumlah 18420 unit saja. Mesin motor twin berkapasitas 494 cc dan berkompresi 6,3:1 menghasilkan tenaga 24 PS @ 5800 rpm. Dengan bobot kosong 190 Kg, doi hanya bisa digeber hingga 120 Km / jam. Pelan? Biarpun kesannya pelan, bebek 125 cc standard pun belum tentu bisa menundukkannya lho… Akselerasinya lumayan lah… soal torsi, berasa mogenya… Mesin boxer ini lumayan lama digunakan BMW, tepatnya hingga tahun 1969.
Seperti mayoritas motor di zamannya, R 51/ 3 hanya diperlengkapi dengan 4 tingkat percepatan. Meskipun mesinnya terlihat besar, ternyata kapasitas olinya cukup 2 liter saja. Untuk ukuran motor besar, tankinya terlihat kecil ya… itu saja sudah lebih besar 3 liter dibandingkan R 51/ 2 lho.. hanya saja, secara optis tidak terlalu tampak perbedaannya dengan tanki si abangnya.
Dalam perkembangannya, motor klassik yang rangkanya diproduksi dengan las listrik ini mengalami perubahan-perubahan minim di sektor mesin dan sektor-sektor lainnya, misalnya di sektor rem dan bentuk knalpot. Jadi, jangan heran kalau R 51/3 sedikit berbeda-beda. Paling mudah terlihat ya di segi knalpot, ada yang ujungnya seperti buntut ikan, ada juga yang seperti torpedo. Di segi kaki-kaki, pemilik R 51/ 3 agak susah juga mencari ukuran ban yang tepat, sebab doi menggunakan velg jari-jari ring 19. Ban depan berukuran 3,50 dan ban belakangnya 4,00.
Bagi bikers yang suka tampil klassik dan berkelas, BMW memang pilihan top. Motor-motor boxer BMW bersuara cukup berwibawa tanpa menimbulkan provokasi terhadap pengendara lain. Lagian, sayangilah kuping sendiri… Tampilannya yang kalem juga meredam gejolak kecemburuan sosial, so kalo mau show off, doi bukan pilihan tepat. Hanya bikers berkelas yang tahu keanggunan dan daya tarik BMW klassik. Bagi mereka yang ingin meminang R 51/3, ya minimal sedia 80 juta lah.. minimal lho…….
Foto: HP-Klassikku