Ada yang baru di ajang Isle of Man, ajang balap roda dua legendaris yang sejak 102 tahun lalu diselenggarakan di sebuah pulau yang terletak di antara Inggris dan Irlandia. Di ajang Tourist Trophy kali ini akan diperlombakan kelas bebas emisi karbon alias kelas motor listrik! Yang namanya balap motor, pesertanya pasti menurunkan motor yang gesit layaknya kura-kura ninja, Cowabunga!!!!!!
Jalanan umum yang berubah menjadi sirkuit raksasa sepanjang 60 Km yang juga dihiasi jalan kelak-kelok plus naik turun khas pegunungan akan menguji ketangkasan si pembalap dan kehandalan tunggangannya. Inilah saat yang tepat bagi motor-motor listrik berperforma tinggi untuk unjuk setrum zrzrttzrzrrrdddttrrrtttrrrzrzrzez…..
Kebetulan di ajang Thüringer Motorradtage bulan lalu saya bertemu dengan salah satu kandidatnya: TTXGP yang diproduksi di utara negara bagian Hessen, tepatnya di kota Kassel yang terkenal dengan objek wisata Herkulesnya. Motor milik Team XXL Racing ini akan unjuk gigi tanggal 12 Juni nanti. Si kuning bertegangan tinggi ini akan ditunggangi Thomas Schönfelder, pembalap yang tidak begitu terkenal tetapi sudah beberapa kali mencicipi podium di ajang TT Isle of Man. Motor ini dibangun oles Thomas Schuricht yang jago otak-atik software dan hardware mesin mobil. Doi didukung oleh jagoan setrum, yakni Marko Werner yang sehari-harinya berkelut dengan teknologi listrik tegangan tinggi dan high performance.
Seberapa kenceng sih motor listrik? Paling kaya maenan bocah!!!!! Weitsss… ini balapan bos, inget zamannya Tamiya kan?? TTXGP dipersenjatai motor 320 V/ 300 A yang sanggup menyemburkan tenaga sekitar 90 Kw, ya kira-kira 120 PS-an lah…(maaf, lagi males ngitung). Mesin yang sanggup berputar hingga 12000 rpm ini berbahan bakar listrik yang bersumber dari baterai Lithium-Ion 326V/ 50 Ah. Saya tidak tahu soal baterai-baterai semacam ini, yang pasti kapasitas itu tentunya sangat besar! Bayangkan, baterai itu harus cukup untuk menggerakkan motor berbobot 300 Kg ini sejauh 60 Km!
Kebetulan saat ajang Thüringer Motorradtage itu, si Mas2nya ngganggur, saya tanya-tanya saja dia.. ya itung-itung sok jadi wartawan lah… Dari keterangan doi, ini motor cuma ada satu sedunia! Artinya yang ada di hadapan saya saat itu memang benar-benar prototipe tunggal! Saat ditanya harganya, doi bilang 55000 Euro! Wow… tambah 6500 Euro sudah dapat Desmosedici yang sudah pasti kenceng n keren abiiieezzz… Harga segitu jangan heran Bro, harga baterainya saja, seinget saya nih, 35000 Euro! Doi bilang, si TTXGP sudah banyak yang pesan lho!
Ketika ditanya, kok ini tulisannya di garpu depan Laverda? Ternyata memang basis motor ini Laverda 650 cc. Namun, di bagian depan tidak lagi terdapat radiator. Mesin didinginkan cukup dengan oil cooler. Saat saya tanyakan, kok beratnya ga ketulungan gitu sih? Kaya Harley aja… Si Mas2nya bilang: Baterainya saja sudah 150 Kg sendiri! Doi menambahkan, untuk ikut ajang Isle of Man, motor maksimal hanya boleh berbobot 300 Kg. Aneh ya? Kok bukan minimal sih? Begini Bro, menurut terawang gaib Ki gede Anue, motor listrik itu masih punya masalah dalam daya tahan dan kapasitas baterainya. Jadi, kalau mau motor bertenaga besar menempuh jarak yang jauh, maka baterainya otomatis semakin besar dan berat! Ya kalo dibandingkan di balap motor bensin sama saja dengan misalnya tidak boleh lebih dari 22 liter.
Saat mesin dihidupkan dan dibawa jalan, wow.. speechlessss… bunyinya tidak lebih keras dibandingkan mesin cukur rambut! Dengan performa tinggi dan nyaris tanpa suara, motor-motor listrik high performance layak dijuluki Ninja! Saat saya kritik, bodinya kok ala kadarnya gini? Kalo mau jualan bagusan dikit dong…. Doi bilang: ini bikinnya cuma 12 Minggu mas, nanti akan kami kembangkan lagi.. Dalam hati saya sangat kagum, saya bikin paper saja bisa satu bulan, eh mereka bikin motor prototipe cuma 12 Minggu! Sayang ada satu pertanyaan yang lupa saya tanyakan: Ni motor bisa dipakai ujan-ujanan ga ya???
Terawang Gaib by Ki Gede Anue
Foto: HP-Klassikku