Bro, Bli, Uda, Akang, Mas, Abang tentunya pernah dengar nama Mike Hailwood dong? Awas aja kalo nggak! Itu lho, pembalap legendaris asal Inggris yang pernah 9 kali mencicipi indahnya perasaan menjadi juara dunia GP. Tanpa jasa Mike Hailwood, mungkin saat ini Casey Stoner hanya seorang pembalap MotoGP biasa. Kenapa? Sebab tanpa jasa Mike Hailwood, belum tentu Ducati menjadi Ducati yang sekarang ini, atau bahkan Ducati tinggal sejarah….
Mike Hailwood yang sangat sukses sebagai pembalap motor sejak tahun 50an sangat berjasa bagi Ducati, sehingga Ducati beberapa kali mengabadikan namanya melalui produk mereka, sebut saja Ducati 900 SS Hailwood Replica yang merupakan motor jalanan yang diproduksi terbatas, Ducati MHR 1000 (Mike Hailwood Replica) dan terakhir yang bikin gempar bikers dunia: Ducati MH 900 evoluzione yang foto-fotonya terlampir di sini dan akan kita kenali lebih dekat.
Untuk apa Ducati mengeluarkan produk yang menyebut-nyebut nama Hailwood? Kita pelajari dulu sejarahnya: Hailwood ”Mike the Bike” yang sukses di ajang balap motor sempat hijrah ke ajang balap F1. Namun, karena kecelakaan yang hampir melumpuhkan kakinya, doi sempat vakum cukup lama. Yang namanya pembalap, tentunya tidak tahan disuruh nganggur tanpa geber gas abis-abisan. Singkat kata, Hailwood kembali ke selera asalnya: balap motor. Tidak tanggung-tanggung, doi langsung memilih lomba yang paling sulit untuk merayakan comebacknya: Isle of Man pada tahun 1978! Doi saat itu menggeber Ducati 900 SS yang tidak sedigdaya Ducati di Motogp ataupun WSBK saat ini.
Ducati saat itu sudah kehilangan pamor, motor mereka tergolong motor underdog. Dengan tenaga 75 PS dan pembalap yang tergolong tua, tidak ada pakar ataupun fans balap yang percaya kalau Hailwood bisa memenangkan ajang ini. Singkat kata, kalau pasang taruhan atas nama Mike Hailwood plus Ducati, ya siap-siap bangkrut! Ternyata kenyataan tidak sesuai dengan dugaan mayoritas! Hailwood berhasil menembus garis finish pertama. Kemenangan ini menjadi titik balik bagi Ducati. Mereka kembali mendapatkan nama besar dan diperhitungkan di ajang balap motor internasional. Jadi jangan heran kalau nama Mike Hailwood dan Ducati begitu lekat. Pembalap yang wafat dalam kecelakaan lalu lintas pada tahun 1981 ini benar-benar membalikkan kepercayaan diri Ducati dalam membangun motor. Saat itu, sebenarnya Ducati sedang getol mengembangkan mesin diesel, bahkan manajemen Ducati ketika itu melihat masa depan Ducati adalah produsen mesin diesel! Kebayang dong, tanpa kemenangan Mike Hailwood, mungkin saat ini kita sering melihat tulisan Ducati di mesin-mesin genset! Mungkin…..
Oke, sekarang kita menuju ke bintang kita kali ini yang diakui sebagai salah satu karya seni dan maha karya di bidang desain: MH 900 evoluzione. Motor yang kapasitas tankinya hanya 8,5 liter inklusif cadangan ini berbobot sekitar 187 Kg. Si cantik yang mengusung gaya neoklassik ini adalah rancangan bosnya para desainer Ducati, yakni Pierre Terblanche. Doi terinspirasi bentuk motor Hailwood, yakni 900 SS. Doi mewujudkan detail hingga ukuran motor sang legenda sesetia mungkin. Hasilnya, banyak bikers yang berpendapat, berkendara dengan MH 900e tidak terasa menyatu, tetapi serasa di ”atas” motor. Maksudnya, posisinya benar-benar seperti motor balap saat itu yang posisi pengendaranya relatif mundur ke belakang dan tinggi.
Motor seksi ini dibuat sebagian besar handmade lho, hanya sebagian yang diproduksi layaknya motor Ducati massal, misalnya proses pengecatan, mesin dan lengan ayun. Mesinnya tipikal Ducati, yakni V-twin 2 silinder 90° 4 tak berkapasitas 904 cc. Mesin ini memiliki tenaga maksimum 79 PS @ 7500 rpm dan bertorsi pol 76 Nm @ 6500 rpm. Dengan tenaga sebesar ini, doi bisa dibawa ngebut hingga 224 Km/ jam. Mesin denagn 6 tingkat percepatan ini ditopang oleh rangka teralis dari pipa baja chrom molibdenum yang menonjolkan keindahan mesin berpendingin udara si Duke. Mesin twin Bologna disalurkan suaranya oleh knalpot berbahan baja inox yang berhasil melantunkan irama mesin balap motor tahun 70an.
Sektor roda dipercayakan seperti biasa kepada Marchesini 17 inci. Di depan dikawal ban 120/65, sedangkan di buritan dipercayakan pada ukuran 170/60. Untuk menjaga keselamatan bikers, Ducati mempercayakan jasa rem cakram dobel 320 mm Brembo di depan dan cakram tunggal 245 mm di belakang.
Motor seharga 15000 Euro ini menawarkan handling yang lincah dan presisi. Hanya saja, saat melahap tikungan cepat kombinasi kanan-kiri, doi menunjukkan gejala mantul-mantul. Suspensi USD 43mm di depan dinilai cukup baik, hanya saja suspensi monoshock Paioli di buritan tidak sanggup mengimbangi performa suspensi depan.
Yang menarik dari motor ini, doi adalah motor pertama yang hanya bisa dipesan melalui internet. Jumlahnya hanya dibatasi 2000 unit, tak heran, dalam hitungan jam, motor extra eksotis ini ludes terpesan. Dari 2000 unit ini, 500 diantaranya terbang ke Amerika. Para calon pembeli bisa melihat nama mereka langsung di website Ducati. Banyak dari mereka yang harus extra sabar menantikan kehadiran si buah mimpi, maklum, Ducati hanya memproduksi 500 unit per tahun, artinya pemilik MH 900e ke 2000 adalah salah satu manusia yang sudah cukup terbukti kesabarannya.
MH 900e di Jerman nongol pertama kali di ajang Intermot München pada tahun 1998. Saat itu, penampakannya yang wah membuatnya jadi bahan pembicaraan dan topik berbagai media massa roda dua. Seperti biasa, motor konsep pastinya berbeda dengan motor yang dipasarkan, dan seperti biasanya, lebih sederhana dan ditekan harganya. Di motor konsep, MH 900e menggunakan peranti kopling dari titanium dikombinasikan dengan karbon, kopling pun terbuka alias tidak tertutup cover. Sedangkan pada motor yang dipasarkan, kopling hanya menggunakan kopling kering biasa dan tertutup cover. Alasannya: Menghemat biaya produksi dan supaya tidak terlalu berisik.
Di buritan juga tidak jadi dipasang kamera yang berfungsi menggantikan jasa kaca spion Ducati yang memang terkenal minim pandangan. Tadinya, kamera akan disambungkan ke display di cockpit yang menampilkan situasi lalu-lintas di belakang. Rem cakram depan yang tadinya tunggal dan dibuat dari bahan eksotis pun lengser digusur rem standard Brembo. Keeksotisan di wilayah buritan yang menawarkan lampu sen yang ngumpet di dalam moncong knalpot pun dibatalkan. Hasilnya, sen Ducati yang jadi incaran kolektor ini tampil standard layaknya motor lainnya. terlepas dari segala korting, Ducati MH 900e tetap mewarnai impian bikers pencinta motor eksotis, salah satunya Bro Nunoe. Gimana Bro? PUAS??? PUAS???? PUAS???
Sumber:
Mirco de Cet: Illustrierte klassische Motorräder. Enzyklopädie.
NB: Kepada Saudara Nunoe, terima kasih atas request Anda. Rekening sudah kami kirimkan, harap dilunasi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.