Hari Rabu kemarin, saat hendak sholat Dzuhur berjamaah, mendadak bel mesjid berbunyi. Tidak normal, sebab kalau mau masuk mesjid ya tinggal masuk saja. Rupanya ada beberapa orang yang datang memberitahukan, kalau hari Rabu depan akan ada demonstarsi menentang keberadaan Islamisches Zentrum Jena. Namanya sih Pusat Islam Jena, tetapi isinya hanya seperti mesjid biasa kok. Bahkan kalau melihat keseluruhan ukuran ruangan, mungkin di Indonesia lebih dikatakan Musholah. Lihat saja fotonya, hanya ada ruangan tempat sholat, ruang serbaguna (biasanya dipakai belajar, atau kalau ngantuk saya suka tidur disini hehe…), dapur dan tempat wudhu dan toilet, totalnya menurut perkiraan saya tidak lebih dari 150 M persegi.
Setiap hari sepertinya tidak lebih dari 20 orang yang datang kesini, dan semuanya laki-laki lho, entah perempuannya pada kemana. Kebanyakan mahasiswi muslim sampai kesini seperti kehilangan jati diri, menyedihkan! Atau memang begitu sistemnya ya? Saya tidak tahu deh… Singkatnya, apanya yang mau didemo? Aktivitas saja nyaris tidak ada, paling Jum’atan. Istilahnya, sama seperti mesjid-mesjid di Indonesia yang sebatas menyediakan tempat sholat saja kok..
Kembali ke masalah demonstrasi! Siapa yang mau demo menentang kami? Siapa lagi kalau bukan NPD! Apa itu??? Itu partai kanan Bro… Kalau disini, partai kanan itu ya partai yang isinya menentang kehadiran orang asing ataupun segala sesuatu yang dinilai asing. Singkat kata, ini partainya neonazi! Kok Masih ada neonazi????? Bingung kan? Kenapa tidak dilarang? Padahal simbol-simbol Nazi menjadi sesuatu yang tabu dan dilarang disini… Itulah sisi lemah demokrasi… Kan semua orang bebas berpikir dan berpendapat! Asal tahu saja, ada kelompok di bawah partai ini yang beraliran radikal, cirinya: kepala Botak! Namun, bukan berarti orang Jerman yang plontos pasti neonazi ya…. Ciri lain mereka sebenarnya ada, tetapi tidak penting lah…
Kerjaan orang-orang ini memang meneror orang-orang asing, entah di jalan atau di kendaraan umum. Kalau ramai, biasanya sih sebatas mencibir, manas-manasin atau mengancung-ancungkan jari tengah. Saya juga pernah mengalami, dan rasanya pingin banget saya melakukan mal praktek, dengkul sama sikut gatel bgt deh! Mungkin saya kalah, tetapi paling tidak ada perlawanan kan… Namun, kalau ingat urusan hukum dan tanggung jawab, saya kuat-kuatin sajalah..
Aksi neonazi tidak sebatas itu, seringkali mereka menyerang kelompok kiri, nah bentuk kelompok kiri yang paling extrem ya anak punk hehe… Jadi kita temannya punkers dan musuhnya skinheads! Kejahatan geng botak ini kadang menimbulkan korban jiwa juga lho… Mereka pernah juga beberapa kali melakukan aksi membakar rumah orang Turki, yang di Jerman merupakan mayoritas orang asing, sebab usai PD-II mereka diundang sebagai pekerja tamu.
Media Jerman sendiri dan kepolisian terlihat segan mengangkat tema neonazi. Misalnya, saat ada kasus kebakaran dan ada kesengajaan, maka disebut sebatas ada kesengajaan, tetapi tidak disebutkan itu ulah neonazi! atau, saat ada bentrok penggemar bola antara penggemar FC St.Pauli melawan penggemar Hansa Rostock, maka hanya dibilang bentrok antar penggemar bola. Padahal penggemar Hansa Rostock itu beraliran kanan alias neonazi, sedangkan fans FC.St Pauli satu-satunya fans yang beraliran kiri. Dan asal tahu saja, penyerangan itu pun sudah direncanakan. Seperti biasa, mereka pun mengundang anggota neonazi dari kota lain untuk memperkuat aksinya. Bahkan saat ajang Piala Dunia antara Jerman vs. Turki, seusai pertandingan di kota Dresden terjadi kericuhan. 40 kedai doner kebab dihancurkan oleh neonazi! Dan saya mendapat kesan, media menyembunyikan hal semacam ini, maklum saja, aib!
Bagaimana dengan polisi sendiri? Kira-kira akhir tahun kemarin, seorang kepala polisi kota Passau kalau tidak salah, ditikam di rumahnya sendiri! Jangan membayangkan rumah doi dijaga kaya petinggi polisi Indonesia ya, di sini Polisi berpangkat tinggi tidak seperti di Indonesia yang bisa hidup enak (setorannya kenceng Bro….). Si Polisi ini ditikam, akibat doi berani merampas bendera Nazi saat pemakaman salah seorang anggota senior neonazi! ingat, simbol-simbol Nazi disini dilarang! Sampai sekarang pun, setahu saya, pelakunya belum tertangkap. Payah juga ya polisi sini…
Apakah yang akan terjadi Rabu depan pukul 09.00 di depan mesjid Jena??? Insyaallah kami juga akan bereaksi. rencananya kami akan membuat open house pada saat NPD berdemonstrasi nanti. Hingga saat ini, sudah ada pihak-pihak yang siap membantu kami kaum minoritas. Para mahasiswa, aktivis perempuan, gereja, pemerintah kota dan kaum kiri pun menentang aksi NPD ini. Hari selasa depan rencananya pak walikota akan berkunjung bersama pers ke mesjid.
Saya berharap tidak ada terjadi insiden-insiden kekerasan. Pastinya sih neonazi akan melakukan provokasi-provokasi, ya seperti biasa lah… Jam demo yang pukul 9 pagi di hari kerja juga menunjukkan, siapa mereka: pengangguran! Neonazi hanyalah sekumpulan orang prustasi berideologi sempit… Yang buat Jerman maju bukan mereka kok, tapi mereka membangga-banggakan Jerman berlebihan. Memang mereka mendapat angin dengan adanya krisis ekonomi seperti sekarang ini. Namun, show must go on kan…. teman-teman Jerman kami juga banyak kok, dan mereka bersedia mendukung dan menunjukkan, kalau Jerman terbuka pada kebudayaan asing.
Namun, saya pribadi deg-degan juga sih… Neonazi gitu lho… risiko bentrok cukup besar, walaupun aksi ini dikawal pihak kepolisian. Belum lagi pasca demo, biasanya neonazi masih berkeliaran di kota dan bikin rusak suasana… Hmmm tampaknya saya harus bersiap-siap menghadapi skenario buruk…
Oke Bro, doakan semuanya lancar dan damai ya… Saya mau latihan Taekwondo dulu… mau ngasah kapak merah dulu… mau mandiin kapak naga geni 212 dan keris Mpu Nularin plus keris Mpu Gondrong dulu, dan tentunya melatih jurus langkah seribu yang merupakan jurus andalan saya.. wuuuuuuuuuzzzzzzzzz……..