Motor-motor diparkir di sepanjang jalan menuju sirkuit, yang naik kereta harus jalan kaki lumayan jauh (30 menit: indonesian style), (15 menit: german style), (3 jam: ngesot style).

Waduh… Kalo di Indonesia yang diparkiran kaya begini, pasti langsung pada ngerubung dan foto2….

Laris Manis Tanjung Priok…. Bisnis di sepanjang sirkuit bisa panen raya.. acara MotoGP memang membuat minat belanja orang meningkat drastis (termasuk saya hehe…)

Mbak2… Kalo kalung harganya berapa????? Kok ga ada tulisan harganya?? nces… nces… ces…

S1000RR sudah mendapatkan podium 1 di tangan pembalap pabrikannya yang asal Belgia, yakni di ajang IDM yang diselenggarakan di Salzburg, Austria, beberapa minggu lalu. Maklum saja, di sirkuit Salzburgring, hanya S1000RR yang tembus 300 Km/jam. Kalau di Sachsenring mana mungkin hehehe…. Wong paling kencang masih dipegang Troy Bayliss dengan 294 Km/jam dengan mesin 990 cc.

Chriss Pfeiffer bertugas lagi… memang sedeng manusia yang satu ini! Mudah-mudahan bisa show juga di tanah air…..

Kelas 125 cc… Yang disambut paling meriah selama ajang MotoGP Sachsenring ketika masuk finish bukannya Rossi, tetapi dari kelas 125 cc ini. Siapa hayo???
Jonas Folger? Salah… kan jatuh…
Stefan Bradl?? Salah juga… Kan jatuh juga.. gimana sih Bro.. nebak dipikir dong ah heheh…
Sandro Cortese?? Salah juga….. padahal finish ya… tapi kan ga juara…
Simon dong???? Tetap salah!!! sambutannya saat finish biasa saja… Nyerah ga???
Yang disambut paling meriah si Marc Marquez Bro.. itu lho, pembalap KTM yang terpelanting parah di saat-saat terakhir menjelang finish, tetapi terus berjuang mendorong motornya sendirian hingga hidup dan akhirnya finish..
Menjelang start.. maaf, jauh dari tribun saya huhuhu….
Podium kelas 250 cc.. lagu kebangsaan Italia bergema.. Saat itu saya harap yang menang Rossi, soalnya saya mau rekam lagunya hhihi.. Kenapa??? Perche mi piace…
Di depan pit, motor-motor dengan set up hujan sudah menanti kalau-kalau di tengah race hujan kembali turun.
Saat-saat awal, Stoner kerasukan Doohan.. eh setan…
Doviiiiiiii… berjuanglah.. kok tambah melorot aja?????? Eh taunya pas nonton siaran ulang di rumah, ban depan kiri Dovi bubar grak!
Dovi pun semakin melorot dan ketangkep Edwards! Akhirnya Dovi menyerah karena ban sebelah kirinya ancur minah. Padahal menurut keterangan Steve Jenkner yang bekerja untuk Bridgestone, khusus Sachsenring, komponnya belang sebelah. Yang kiri lebih keras! Maklum, 10 tikungan kirinya sadiiiizzz… tikungan kanan hanya 4 buah dan relatif pelan.
Pedrosa berburu Stoner… Akhirnya berhasil.. tidak lepas dari Stoner yang merasa ban belakang sebelah kirinya K.O. Setiap ada aksi salip menyalip, semua penonton memberikan tepuk tangan dan sorak sorai yang meriah, tidak pandang Stoner yang nyalip Rossi, Pedrosa yang kesalip Stoner, Lorenzo yang nyalip Pedrosa, atau Lorenzo yang nyalip Rossi dan sebaliknya….. Semua aksi mendapat apresiasi meriah.. itulah enaknya nonton MotoGP, semua saling menghargai.. tidak perlu takut ada gontok-gontokan antar suporter… hanya saja, tidak bisa tereak-tereak: WASIT GUOBLOG!!!!!! WASIT GUOBLOG!!!!! Wakaka….
Lorenzo yang 2 lap terakhir berburu Rossi.. namun, gagal maning…. Best moment buat saya saat melihat Lorenzo dan Rossi masuk finish dengan mengangkat roda depan.. amazing…… di TV biasa aja, tetapi kalau di depan mata waaaaaaaa….
Demikian acara bagi-bagi cerita tentang race MotoGP di Sachsenring… Mudah-mudahan bisa membuat Bro happy… Orang sesat berkata, kebahagiaan itu bagai api lilin. Kita bisa berbagi api dan cahaya dengan lilin yang lain tanpa takut api kita habis……
Foto: HP-Klassikku