Sebelumnya, perkenankan saya beserta segenap awak redaksi, artis, petugas keamanan, kebersihan, paranormal dan paraabnormal yang bertugas mengucapkan selamat beribadah puasa kepada segenap Bro yang menjalankannya. Mohon maaf jika ada kesalahan-kesalahan yang mungkin tercipta secara sengaja, setengah disengaja, maupun benar-benar disengaja.
Mudah-mudahan Ramadhan kali ini bisa menservis total pikiran dan hati kita yang mungkin sudah kotor, sebelum terlambat dan harus ganti baru… Marilah kita berharap, semoga bulan ini memberikan petunjuk dan hikmah yang bisa kita bawa hingga finish dalam balap kehidupan ini. Mudah-mudahan kita diberi petunjuk, apa yang benar di mata sang Pencipta, bukan sebatas dimata manusia.
Sebagai blog yang menganut aliran sesat, blog ini akan berusaha meramaikan dengan artikel-artikel berlatarbelakang pikiran saya sebagai hamba yang berusaha senantiasa mencari jalan yang benar. Untuk itu, akan ada beberapa artikel Ninja RR yang akan dilaunching selama bulan Ramadhan ini. Ninja RR (Nikmati Nuansa Jalanan Renungan Ramadhan) akan membawa kita, terutama saya, untuk menelusuri indahnya race selama Ramadhan.
Kalau Bro takut terbawa sesat, sebaiknya jangan ikut berpacu bersama Ninja RR…. Sebenarnya kita sebagai manusia yang ingin selalu berjalan di jalan yang benar harus selalu bertanya: sesatkah kita? Sesungguhnya orang yang sudah tersesat, tetapi yakin dirinya tidak sesat adalah orang-orang yang merugi. Bukankah banyak yang ilmu agamanya tinggi malah sering terjebak dalam syirik? Bukankah banyak yang sangat indah dalam melafalkan ayat-ayat suci menjadikannya terjebak riya’? Bukankah banyak jago-jago khotbah akhirnya menjadikan berkah itu sebagai tampah untuk menampung harta?
Ingat, setan akan menggunakan beragam cara untuk menyesatkan manusia, hingga finishnya tidak di surga, tetapi di neraka. Dan ingat, setinggi-tingginya iman tidak akan membuat kita lepas dari usaha penyesatan. Jika kita sampai sangat yakin iman kita kuat, maka bisa jadi kita pun sudah tersesat…….bahkan jauh tersesat……….
Teks: Bukan Pujangga
Foto: HP-Klassikku