Trik Pertama: Sebarkan Sketsa Konsep!
Gambar yang Bro lihat disamping adalah sketsa Kawasaki Z-Series anyar yang rencananya akan segera diproduksi untuk membela panji Kawasaki di kancah naked bike. Langkah peluncuran sketsa semacam ini sebenarnya bukan barang baru, bahkan sudah terbukti bisa menjadi bagian hemat, tetapi tetap effektiv dari politik komunikasi pemasaran sebuah kendaraan.
Penyebaran sketsa semacam ini punya dampak besar dalam memancing perhatian bikers, membuat kehadirannya jadi begitu dinantikan dan menahan niat bikers yang ingin menggebet motor baru untuk turut menantikan wujud aslinya nanti. Efek lain yang tidak kalah penting adalah efek seperti yang ditimbulkan sebuah karya tulis semacam novel atau roman. Karena wujud motornya belum ada, sketsalah yang dijadikan ujung tombak. Ketidakberadaan wujud asli itulah yang menjadi ujung tombaknya! Fantasi bikers sedikit banyak dilibatkan oleh trik ini, dan sudah terbukti manjur, sebab kekuatan pikiran biasanya lebih dahsyat dibandingkan apa yang bisa terwujud nantinya. Singkatnya: konsep nyaris selalu lebih dahsyat dibandingkan motor konkretnya nanti! Lihat saja di dunia perfilman! Bukankah banyak yang menilai film biasanya kurang mampu mengangkat fantasi yang ditimbulkan pembaca sebuah novel yang diangkat ke layar bioskop?
Trik Kedua: Hadirkan Motor Konsep di Pameran!
Sebelum diproduksi massal, tentunya harus diperkenalkan dulu ke calon konsumen. Jangan sampai desain barunya mengecewakan dan tidak sesuai bayangan konsumen yang timbul dari sketsa yang dihadirkan sebelumnya. Dengan adanya pameran, produsen tidak hanya “memanaskan” kembali minat calon konsumen untuk segera menggebet calon tunggangan barunya, tetapi juga mencatat kritik dan saran sebelum diproduksi massal nantinya. Ingat, konsumen yang pegang duit!
Kalau dari pengalaman yang sudah-sudah, motor konsep tampil jauh lebih “wah” dibandingkan versi massalnya nanti. Penampilan “wah” ini tidak lain dimaksudkan untuk “memelet” para calon konsumen. Trik menghadirkan motor konsep dan menghembuskan gossip, bahwa si motor konsep nantinya akan diproduksi massal kembali bisa meredam minat bikers yang kesengsem untuk tidak menghabiskan uangnya untuk produk lain. Tidak hanya itu, selama pameran juga diadakan studi, berapa uang yang rela dikeluarkan konsumen untuk membeli si motor yang dipamerkan. Hasilnya akan mempengaruhi polesan akhir, fitur dan bahan-bahan yang akan digunakan. Karena keseringan konsumen mengajukan harga rendah, tidak heran penampilan motor massalnya nanti tidak se”wah” motor konsepnya.
Periode sejak dihadirkannya sketsa hingga motor konsep tidak hanya dimaksudkan untuk “memelet” calon konsumen, tetapi juga memberi mereka waktu untuk rajin menabung. Buat apa toh motor dipuji-puji, tetapi yang bisa beli hanya segelintir? Singkatnya, ketika motor dilaunching, produsen berharap motornya langsung diserbu konsumen.
Trik Ketiga: Test Ride Pura-pura Tertangkap Basah
Trik ini punya dua kegunaan, di satu sisi melanjutkan promosi yang dirintis kedua trik sebelumnya, di sisi lain ya benar-benar mengetes motor baru itu! Test ride semacam ini semakin menegaskan, kalau motor itu kemungkinannya 90% lebih akan diluncurkan! Artinya, para bikers yang mulai gelisah dan kehilangan keyakinan akan peluncuran motor ini, kembali dikuatkan keyakinannya. Artinya, mereka lanjuuuuuut menabung sambil terus menantikan kabar terbaru. Forum di dunia maya pun semakin “on fire” akibat api semangat penantian yang kian membara.
Di segi test ride, tentunya sangat krusial untuk menjamin performa produk nantinya. Test ride di jalanan umum, oleh rider umum, membantu penyesuaian akhir settingan motor. Meskipun motor itu sudah terbit di negara lain, tetap ada banyak hal yang harus dicek ulang: Kondisi jalan, cuaca, suhu dan kelembapan udara, kualitas bensin, kondisi lalu lintas, karakter bikers, berat rata-rata, fitur yang mungkin perlu ditambahkan atau diganti yang lebih sederhana (jadul-red) dsb. Test ini penting untuk mencegah permasalahan yang bisa muncul di kemudian hari, terutama ketika si motor masih dalam masa garansi. Jangan sampai tertangkap adanya kesan tergesa-gesa yang menimbulkan kesan, motornya belum matang atau kualitasnya kurang. Ingat, Goodwill didapatkan tidak dalam sesaat, sebaliknya sangat rentan terhadap gempuran!
Nah, sampai disini Bro jadi teringat Yamaha Vixion dan FZ-16? Ya saya juga sih hihihi…. Banyak yang menyayangkan kenapa FZ-16 tidak diluncurkan sebelum lebaran? Ki Gede Anue yang disampaikan fenomena ini langsung mengangguk-angguk tanda mengerti. Tanpa basa-basi, pria yang beken di dunia keartisan tanah kusir ini langsung melakukan terawang gaib dan menyampaikan beberapa penyebabnya:
“1. Vixion masih laris, buat apa buru-buru.”
“2. Test-ride hasilnya belum lengkap, butuh waktu untuk mengetes ketahanan seekor bison!”
“3. Para direksi dan karyawan banyak yang puasa, males kalau dihujani kebanyakan kerjaan.”
“4. Mau liburan lebaran dulu, baru menyusun strategi peluncuran!”
“5. Pesta peluncuran di bulan puasa: bisa jadi kontroversi: Siang puasa, malam Taraweh!”
“6. Menjelang lebaran, kebanyakan punya kebutuhan yang lebih penting.”
“7. Bulan puasa bikin calon konsumen lebih sabar.”
“8. kalau motor baru dibawa mudik: bisa cepat ancur (bawaan berat, jarak jauh, stop n go di kemacetan, geber habis di jalan kosong, lubang di luar kota yang segede kawah, kualitas bensin di daerah yang terkadang ehem..ehem… dsb.) Apa jadinya selepas mudik nanti banyak keluhan terhadap produk baru itu???? (padahal pemakaiannya yang tidak sesuai).”
“9. Yamaha menuruti wejangan-wejangan saya.” (Ki Gede Anue-red)
Wah… Jadi Ki Gede Anue tidak netral dong.. Bagaimana ini???? Katanya netral?? Situ gimana seeeh Ki???!!!!! Ngaku-ngaku netral padahal situ asem.. apalagi kalo keringetan abis terawang gaib, mmmhh asemnya menebar hingga ke sudut-sudut ruangan dalam radius 13 meter selama 2×24 jam! Mandi dulu sana biar netral!! Asem kok ngaku2 netral!
Trik Keempat: Unjuk Gigi!
Sebenarnya masih buaaaaanyak trik-trik lainnya di bidang politik promosi dan komunikasi. Namun, trik terakhir dalam kesempatan kali ini perihal unjuk gigi saja ya… (Maklum, saya harus kabur sebelum kena sembur Ki Gede Anue yang merasa tersinggung berat dituduh tidak netral). Di dalam trik ini, motor yang baru diluncurkan biasanya banyak yang langsung terlihat di jalan umum. Cara ini merupakan demonstrasi secara langsung kepada bikers. Bahkan terkadang dipakai trik menyewa pembalap amatir! Motor baru digeber kencang untuk memperlihatkan powernya, di tikungan pun dibawa serebah mungkin untuk menunjukkan potensinya. Nah trik semacam ini membuat bikers yang tadinya kepincut dan yang setengah-setengah kepincut yakin: Gw mesti punya nih!
Foto: Repro by HP-Klassikku
Terawang Gaib by Ki Gede Anue
NB: Teks ini dibuat dalam keadaan sadar dan sesotoy-sotoynya