.

.
Buat Bro yang mungkin ada sedikit ketertarikan pada bidang politik, saya mau cerita-cerita sedikit nih… Kemarin, akhirnya Jerman melakukan Pemilu 4 tahunannya dengan lancar. Partai-partai besar, yakni CDU (Partainya Angela Merkel) kehilangan sekitar 1,5% suara dan SPD (partainya Steinmeier) kehilangan sekitar 11,5% suara! Ya memang ini bagi SPD merupakan hasil terburuknya sejak PD II! Jumlah pemilih pun dikatakan persentasinya terendah, hanya sekitar 71%! Tampak di Jerman sendiri pun banyak yang mulai apatis terhadap Pemilu, mungkin karena kecewa dengan partai-partai yang lupa janjinya saat berkuasa. Sebaliknya, partai-partai kecil pun seperti FDP, Die Grünen dan die Linke mulai bangkit. Bahkan untuk FDP, pemilu kemarin memberikan hasil terbaik sepanjang sejarah mereka. Dengan hasil FDP yang sangat baik, mereka bisa berkoalisi dengan CDU menjadi partai yang memerintah Jerman untuk 4 tahun kedepan. Posisi Kanselir tetap ditempati Angela Merkel, dan Guido Westerwelle (ketua FDP) pun akan menempati posisi Menlu (sesuai kebiasaan, posisi Menlu dianggap posisi terpenting setelah Kanselir).

Kenapa koalisi hitam (CDU)-Kuning (FDP) ini bisa menang dan SPD bisa kalah telak? Banyak sebabnya Bro… Mulai dari SPDnya yang morat-marit terkena skandal, sampai program politik mereka yang kurang “menjilat” dan terlalu realistis. SPD hancur, karena baru-baru ini mentri kesehatan asal partai mereka terbongkar kelakuannya yang membawa mobil dinas untuk liburan di Spanyol. Walaupun di Spanyol si mentri wanita ini sempat mengunjungi walikota setempat, kunjungan itu tidak dianggap perlu dan berlebihan jika harus membawa si S-Class hingga ke Spanyol. Kok bisa ketahuan??? S-Classnya dicuri Bro.. supirnya dibius… nah terbongkar deh ke media… Mobilnya sendiri tak lama kemudian ditemukan ditinggalkan begitu saja tanpa kerusakan apapun! (kayanya politis banget ya…). Tidak hanya itu, ada petinggi SPD lainnya yang tersangkut kasus pornografi anak! Yang bersangkutan mengatakan, ratusan file/ mungkin film porno anak di bawah umur itu dikumpulkannya dalam rangka studi untuk memerangi pornografi anak. Namun, kalau sudah tertuduh seperti itu, susah itu….. (politis lagi nih kayanya…).

Merkel pun kembali berkuasa, disamping karena dukungan FDP, karena kepandaiannya meraih popularitas di dalam dan luar negri. Meskipun partainya konservatif, dia bertindak seperti seakan-akan dia berasal dari SPD yang sosial-demokrat, terlihat dari cara dia menangani kasus Opel yang merupakan anak perusahaan General Motors yang bangkrut. Singkatnya: Negara harus campur tangan untuk kepentingan para pekerja Opel! Padahal ini keputusan SPD lho yang tahun lalu bertindak sebagai partai yang berkuasa barengan CDU.

Di sektor pajak pun, CDU dan FDP menjanjikan penurunan pajak untuk dapat menggairahkan kembali perekonomian Jerman, sedangkan partai lainnya tidak berani berjanji muluk… Duit darimana lagi??? Para ekonom pun tidak melihat jalan keluar dengan menurunkan pajak. Kalau CDU-FDP ngotot, artinya utang luar negri akan semakin membengkak! Atau, ada sektor lain yang akan jadi korban? Ya sama lah, namanya menjelang pemilu, pasti janji-janji manis diobral! Kita lihat saja nanti implementasinya… Banyak yang bilang, krisis sebenarnya di Jerman baru akan melanda selepas Pemilu ini hiiiiiiii….

Beli Suara

Di Jerman juga sama kaya di Indonesia, dilarang membeli suara, walaupun pada praktiknya beda… Di sebuah siaran televisi, ada lembaga yang meneliti, seberapa rentan sih keputusan seseorang bisa dipengaruhi uang. Jadi mereka mengadakan pemilu beberapa hari sebelum pemilu sesungguhnya diselenggarakan. Mereka memperkenalkan diri pada awalnya kepada orang-orang yang lewat di dekat stand, bahwa yang mereka adakan resmi dan untuk mempermudah mereka yang tidak punya waktu di hari Minggu kemarin. Test pun dilakukan ada yang dengan kamera tersembunyi, dan ada yang terang-terangan menunjukkan kamera.
Mereka pun menawarkan sejumlah uang, supaya si pemilih mau mengubah pendirian mereka, yang tadinya milh CDU disuruh ke partai lawan, misalnya SPD. Memang banyak yang menolak pada awalnya, tetapi begitu uang yang ditawarkan menyentuh 50 Euro, lebih dari 50% pemilih bersedia menjual suara mereka. Bahkan pemilih partai minoritas yang ekstrem seperti NPD (neonazi) ataupun DKP (komunis) pun rela melepas suaranya dan memberikannya ke partai lawan! Haha.. lucu juga, tidak heran kalau di Indonesia perihal membeli suara bukanlah hal yang sulit..