Sayang waktu penyelenggaraan World Superbike Sentul tanggal 10-12 Oktober 1997 lalu saya masih kecil, belum doyan sepeda motor. Saya rasa, banyak juga dari Bro sekalian yang melewatkan event dahsyat penyelenggaraannya sangat dinanti-nanti kembali di tanah air. Kebetulan saya dapat buku murah di Sachsenring lalu, isinya seputar kejuaraan WSBK 97. Kebetulan, saat itu Sentul menjadi seri penutup WSBK 1997.

Kita mulai ceritanya… Kocinski, meskipun sudah menjadi juara dunia, tetap tampil ngotot di Sentul. Meskipun keracunan makanan (makanya, dibilangin orang bule kagak kuat makan rujak bebek pedes kaga percaya seeehh!!!), dirinya tetap mendominasi sesi latihan, diikuti oleh Fogarty, Chili, Slight dan Crafar. Catatan waktu Kocinski dengan RC45 tampaknya belum rontok hingga saat ini oleh motor-motor Superbike lainnya yang menjajal Sentul. Pembalap USA ini mampu meraih pole di sirkuit sepanjang 3, 965 Km ini dengan catatan waktu 1: 26, 839 menit (164, 373 Km/h) dan fastest lapnya 1: 27, 151 menit (163, 784 Km/h) !

Sebenarnya, seri penutup di Sentul tidak lagi berpengaruh pada perebutan gelar juara dunia, sebab John Kocinski telah mengamankan posisinya di seri sebelumnya di Sugo, Jepang. Meskipun begitu, pertempuran tetap berlangsung edan-edanan. Meskipun Kocinski satu-satunya pembalap jempolan yang berhasil membawa Honda RC45 menjadi motor juara dunia, “keegoisannya” membuat Honda gagal menduduki posisi 1 dan 2, karena dia tidak membiarkan Aaron Slight menang di Sentul. Duet maut mereka dalam race yang bersuhu udara hingga 35 ° Celcius dalam bayangan bisa Bro saksikan di Youtube:

http://www.youtube.com/watch?v=ZD5Sc2Ub7-Y

Foto disamping memperlihatkan keadaan di podium race 1. Hanya ada Kocinski si juara dan Carl Fogarty di podium 3. Aaron Slight yang masih harus rebutan posisi wakil juara dunia dengan Fogarty ngambek berat gara-gara “little John” tidak memberikan jalan kepadanya. Akibat kekurangsportifannya, Slight pun harus membayar denda sebesar 5000 Frank Swiss.

Di race 2, Kocinski melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya di musim WSBK 97. Baru kali ini dia tidak meraih poin akibat ngotot memotong racing line andalan Kawasaki saat itu, Simon Crafar. Akibatnya, Fogarty dapat durian runtuh. Ia menutup musim dengan manis karena dapat meraih gelar wakil juara dunia WSBK 97 sekaligus mendapatkan kemenangan ke-6nya musim itu. Aksi mereka bisa Bro lihat juga di Youtube:

http://www.youtube.com/watch?v=k3223pwZ19o

Seru kan kalau lihat videonya! Kapan lagi yah di Sentul bisa ada jago-jago balap motor dunia kembali beraksi habis-habisan?????

Di akhir race ke-2 Sentul yang merupakan race penutup WSBK 1997, Kocinski unggul dengan 416 point, disusul Carl Fogarty dengan Ducatinya yang mengoleksi 358 poin. Aaron Slight harus puas di tempat ketiga dengan 343 poin karena finish dibelakang Foggy, Yanagawa dan Haga di race terakhir. Posisi ke-4 dihuni Yanagawa yang di Sugo menjadi juara dan di Sentul kembali menundukkan Nitro Nori! Dan di posisi terakhir, yakni ke-13, ada pembalap Indonesia yang tertinggal 2 lap, Om Yudha Kusuma yang menggeber Kawasaki. (BTW, Si Om yang satu ini apa kabarnya ya? Kayanya terakhir tahun 1997 apa 1998 masih jadi juara nasional Superbike dengan Duke 916…).

Di pesta perpisahan di Jakarta, tampak Scott Russel, si penunggang Yamaha YZF-750 SP menunjukkan kualitasnya sebagai entertainer. Doi menyanyi diiringi gebukan drum Jamie Whitham, si jagoan Suzuki dan alunan Keyboard Aaron Slight yang dipeluk mesra istrinya, Megan. Nice moment… very nice…. Di sirkuit sikut-sikutan, habis race bisa jadi sebuah band!

Pesan Khusus untuk Doni Tata:

Mudah-mudahan sampeyan masih terus berkiprah di tahun-tahun mendatang di arena balap internasional. Masyarakat Indonesia dan Asia pada umumnya mendukungmu Don… Prestasi yang sekarang sudah lumayan lah, minimal bisa membuka mata kita semua, untuk menjadi juara ataupun sebatas kompetitif di tingkat dunia itu beraaaaaaattt… Butuh waktu dan proses…

buktinya, di Sentul 1997, Colin Edwards masih di urutan 12 (79 poin) dengan YZF 750 SP. Haga dengan motor yang sama pun masih di urutan 13 dengan 79 poin. Dan…. sang legenda baru World Superbike, Troy Bayliss, saat seri akhir di sentul masih berada di posisi ke-20 (22 poin) dengan motor Suzuki!

Nah tahun 1997, siapalah itu seorang Troy Bayliss?????????? Kalau sekarang, jangan ngaku penggemar motorsport kalau tidak kenal Troy Bayliss! Apa jadinya kalau Bayliss yang saat itu cuma bisa masuk 20 besar sampai menyerah??!!!! Makanya, Bayliss sudah memberi contoh beratnya perjuangan ke puncak elit WSBK! Jadinya, jangan sampai Doni Tata yang masih belia sampai terlalu dini tersingkir dari kompetisi balap motor dunia. Tariiiiiiiiiiiik teruuuuuuuuusss LAy……….. eh, Don…………….

Sumber:

Jürgen Gaßebner: Superbike WM ’97