Lanjut Laeee… Nah yang menjadi klien Kalex kan katanya masih rahasia tuh, tetapi ternyata bukan tim asal Jerman sendiri! Dua orang tim asal Jerman, yakni timnya Dirk Heidolf yang mempekerjakan juara 2 kali Supersport Jerman, Arne Tode, dan tim balap milik dua bersaudara yakni Stefan dan Jochen Kiefer dengan pembalap Stefan Bradl, memilih untuk menggunakan motor produksi Eskil Suter, sang builder tenar asal Swiss. Wah, sesama Jerman kok terkesan kurang mempercayai ya… Ya sebenarnya wajar saja, kan Kalex belum membuktikan ketajaman taringnya di dunia balap, berbeda dengan motor SRT MMX karya Suter yang rangka alumuniumnya diproduksi dengan sistem tekuk menekuk, bukan sistem bubut layaknya di Kalex. Menurut Jochen Kiefer, rangka model begini bakal lebih mudah direparasi kalau terjatuh.
Bukan cuma itu sebenarnya Bro, Suter jauh lebih kaya pengalaman! Suter dan adiknya, Simon, sudah mendirikan firma teknologi di kampung halamannya di Turbenthal sejak lama. Pada tahun 1999, kesuksesan mereka pun sudah terbukti ketika Jürgen van den Goorbergh mengendarai MuZ 500 yang rangkanya diproduksi Suter. Pembalap Belanda ini berhasil menduduki 2 kali pole position di Brno dan di Barcelona! Bayangkan, mengasapi motor-motor GP500 Jepang yang terbukti tidak tertandingi pabrikan Eropa sejak lama! Tidak berhenti di situ, Suter juga yang mengembangkan rangka untuk ZX-RR dan Ilmor! Artinya, mereka paham betul apa-apa yang dibutuhkan untuk memproduksi rangka yang paling yahud untuk menaklukkan sirkuit-sirkuit yang menggelar MotoGP! Nah, dengan pengalaman setumpuk, siapa yang tidak tertarik menggunakan jasa Suter? Apalagi mereka menawarkan paket motor komplet SRT MMX hanya 76000 Euro, jauh lebih murah dibandingkan Kalex yang pasang 135000 Euro dan Aprilia yang 208000 Euro!

Kedua klien asal Jerman sudah sangat teryakinkan dengan penampilan luar SRT MMX yang merupakan pengembangan dari Laglisse. Konsep fairing, air intake dan lengan ayun SRT MMX sudah merupakan pengembangan sarat teknologi MotoGP. Laglisse yang menggunakan mesin R6 ini adalah hasil kerjasama Suter dengan seorang Spanyol, yakni Jaime Fernandez Avilles. Hanya saja, saat Suter mengembangkan Laglisse menggunakan mesin Honda, Avilles merasa dilangkahi! Saat ini sih mereka berdua sudah kembali akur. Suter meneruskan lagi proyek Laglisse dan memperbaikinya. Motor itu kini dinamai Suter 046 yang akan dijual untuk proyek-proyek kejurnas.

BTW, kabarnya di kawasan Sunter, ada bengkel yang menyaingi kreativitas Om Suter! Bengkel itu menamai motornya Surti 046. Kabarnya Surti 046 berhasil mempecundangi motor-motor korekan yang berlaga di seputaran Kemayoran! Pemirsa, sebaiknya kita hentikan dulu artikel ini sampai disi saja sebelum kita terlalu jauh tersesat……..

Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine November 2009
Foto: http://www.suterracing.com