Interviewer: Ada banyak konstruktor yang menawarkan produknya kepada tim-tim balap Moto2, tetapi mereka banyak yang memilih mengantri menjadi klien Anda, apa sih yang membuat produk Suter begitu atraktif?

Eskil Suter: Memang ada banyak Konstruktor, tetapi baru sedikit yang sudah membangun motor hingga komplet. Dan masih lebih sedikit lagi yang memiliki pengalaman di ajang MotoGP. Kelebihan kami adalah: kami sudah pernah membangun motor yang sukses di ajang MotoGP.

Kelas baru Moto2 nantinya akan mirip dengan MotoGP, sebab motornya secara karakter sangat mirip. Kami bisa menawarkan tim-tim langganan sebuah paket, yang sudah jelas bisa berfungsi baik! Kami juga bisa menawarkan mereka sistem logistik yang sudah teruji fungsional. Konstruktor lain boleh jadi bisa membangun motor yang kompetitif, tetapi nantinya seiring tahun berjalan, mereka akan keteteran dalam pengadaan komponen dan ujung-ujungnya biaya jadi sangat membengkak! Untuk dua pembalap, artinya tim harus menyediakan 10 motor dalam satu tahun kompetisi, sebab kamu harus punya persediaan komponen di gudang. Semakin sedikit jumlah tim yang bekerjasama dengan satu konstruktor, maka jatuhnya akan semakin mahal. Kami disini memiliki keuntungan, sebab kami mempunyai banyak klien.

Kelebihan lainnya adalah produk kami sendiri yang mempunyai karakter yang kompak dan berbeda dengan konstruktor lainnya, misalnya Moriwaki, yang menurut saya terlihat terlalu besar. Saya yakin, kami berada di level berbeda dengan mereka. Jika saya melihat produk konstruktor lain yang baru masuk ke kelas ini, mereka bahkan masih menyediakan ruang main untuk setelan rake hingga 6-8 mm. Buat saya, itu merupakan sebuah sinyal, kalau mereka tidak tahu, apa yang sebenarnya dibutuhkan di lintasan nanti! Sebaliknya, kami mempunyai Know-How. Kami bersama Kawasaki sudah pernah mengisi front row dan juga pernah meraih podium. Ini tentunya sebuah prestasi yang belum bisa dibuktikan sebuah konstruktor seperti Moriwaki.

Jika motornya berfungsi optimal dan tim-tim mendapatkan jawaban kompeten atas semua pertanyaan mereka, tentunya itu sudah merupakan sebuah kombinasi yang sangat menarik. Terlebih lagi jika harganya ekonomis (Aprilia 208000 Euro, Kalex 135000 Euro dan SRT MMX 78000 Euro-red). Saya sih bicara tanpa tedeng aling-aling: Kami tidsk merencanakan untung besar dan di tahun pertama tidak akan menuai untung. Pengembangan SRT MMX makan biaya besar. Kami sudah menghabiskan investasi hingga 1 juta Euro.

Disamping rancangan lengan ayun yang elegan, seperti yang ada di Ilmor dan Kawasaki, apalagi sih yang diandalkan motor Anda?

Pertama-tama, silhouettenya yang langsing dan bentuk motor yang membuat posisi lutut pembalap layaknya di motor GP 250 cc. Menurut kami, sangat penting untuk membuat motor yang rasanya semirip mungkin dengan motor 250 cc supaya nantinya si pembalap tidak perlu terlalu banyak menghabiskan waktu dengan proses adaptasi. Karena itulah motor kami untuk ukuran 600 cc sangat kecil dan kompak. Tidak mungkin membangun motor yang lebih kompak lagi! Kalau mau memaksakan, artinya harus mengubah-ubah dudukan mesin di mesin, tentunya ada regulasi yang membatasi di sini.

Kalau dilihat satu-persatu, masih banyak lagi. Misalnya seat-unit kami rancang seirit mungkin hingga kami bisa menghemat 2 cm. Poros roda belakang pun sudah dilengkapi dengan penyetel rantai yang beda dari yang konvensional, sebab lebih aman dari kerusakan jika motor terjatuh. Selain itu, roda belakang tidak akan terjatuh jika poros roda belakang ditarik, sebab penyetel rantai itu kami tempatkan lebih kedepan dibandingkan yang lama. Selain itu, motor kami rancang sedemikian rupa, hingga mekanik hanya membutuhkan sedikit kunci untuk mengutak atik motor. Mereka tidak perlu membawa hingga 50 alat-alat ke arena, cukup sesedikit mungkin dan seperlunya. Bagi kami, hal-hal semacam ini kami pikirkan secara konsekuen.

Secara Penampilan, prototip Anda sangat mirip dengan karya Anda sebelumnya, yakni Ilmor dan Kawasaki, bahkan hingga bagian-bagian yang kecil. Apa sih kesamaan teknologi Moto2 dan MotoGP?

Namanya design dari tangan yang sama, jatuhnya juga kelihatan lah… Beberapa bagian di Moto2 kami memang mirip dan sama sebagaimana proyek-proyek kami lainnya, itu tidak perlu disangkal. Apa yang sudah berfungsi optimal di Kawasaki dan Ilmor, ya tidak perlu diubah-ubah lagi. Terlebih lagi, kedua kelas ini nantinya dari segi bobot akan sangat mirip. Mesin 600 cc Moto2 berbobot sama, dan bahkan lebih berat dibandingkan mesin 800 cc. Motor MotoGP berbobot 145 Kg, bahkan milik Honda lebih, sekitar 150 Kg. Di Moto2, aturan menyebutkan bobot minimal 135 Kg. Kami berusaha untuk memaksimalkan sektor ini, kami masih berusaha mengurangi bobot motor kami gramm demi gramm. Secara dinamika, bobot dan kekuatan rangka serta karakternya di tikungan dan pengaruhnya ke garpu depan, MotoGP dan Moto2 sama persis. Satu-satunya aspek yang berbeda adalah dalam urusan berakselerasi. Di Moto2, kami bisa mengurang bagian-bagian rangka dan merancang konstruksi yang lebih ringan, sebab kekuatan mesinnya tidak seganas mesin MotoGP.

Penyakit khas MotoGP adalah Chattering, dimana rangka terasa bergetar dan mengganggu stabilitas dan pembalap. Masalah ini diderita banyak tim MotoGP, juga Ilmor. Ada kemungkinan masalah ini juga timbul di motor-motor Moto2?

Pabrikan sudah meneliti masalah ini dan berusaha menemukan penyebabnya. Saat ini, Chattering bukan lagi permasalahan hangat, kami sudah tahu apa penyebabnya. Kemunculan chattering jarang berasal dari rangka atau setting suspensi, kebanyakan datangnya dari ban! Kamu bisa saja mengalami masalah chattering, tetapi begitu kamu ganti ban, maka chattering hilang. Rossi mengalami masalah dengan chattering sepanjang tahun 2006-2007 yang bikin tangan dia seakan terguncang-guncang oleh setang motornya sendiri. Satu-satunya hal yang benar-benar diubah adalah ban, setelah itu, hilanglah permasalahan dengan chattering. Saya harap dan saya yakin, dengan Dunlop nanti, chattering tidak akan muncul, sebab karakter Dunlop memang tidak berpotensi besar menimbulkan chattering, walaupun saya agak ragu dengan karakter ban 17 inci. Dengan ban 16 inci, gejala chattering mestinya bisa lebih diminimalisir.

Toh kalaupun timbul chattering, masalah ini akan dialami semua tim karena Dunlop jadi pemasok tunggal Moto2. Kalau kamu bisa mendapatkan grip yang sangat baik untuk membuat lap time yang bagus, maka kamu sampai di satu keadaan, dimana chattering berpotensi timbul, dimana frekuensi ayunan / getaran terkumulasi sehingga merugikan. Hanya saja: disini bukan salahnya rangka. Dengan material aluminium, chattering justru diredam, bukannya diperkuat! Itu sudah sejak lama kami buktikan melalui test ayunan/ getaran dan pengukuran menggunakan laser. Dan itu fakta!

Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine 11