You are currently browsing the monthly archive for November 2009.

Langkah Yamaha memasukkan Ben Spies ke MotoGP termasuk langkah yang bisa dinilai dari berbagai sudut pandang. Bisa jadi kita menangkap kesan, kalau Yamaha terlalu habis-habisan di MotoGP dan malah mengendurkan gas di WSBK.

Apakah ini langkah yang tepat, mengingat motor-motor yang bisa dimiliki umum adalah motor yang berlaga di WSBK, bukannya di MotoGP? Atau Yamaha ingin membuktikan, bahwa R1 bisa juga menjadi juara, walaupun yang menunggangi bukan Spies? Bisa saja demikian, sebab Ben Spies yang banyak menghafal sirkuit karena rajin main Play Station bareng bocah ini sudah dianggap sebagai pembalap fenomenal. Aksinya tahun ini bisa membuat pembalap-pembalap lainnya terlihat amatiran! Jadi, sepertinya Yamaha punya target baru: R1 hebat bukan karena Spies, tetapi Spies hebat karena R1! Di WSBK sendiri, Yamaha yang terkesan mengendorkan gas, sebenarnya tidak sepenuhnya menutup throttel gas, kan sekarang posisi ini diisi Toseland!

Meskipun Toseland redup sinarnya tahun ini, pengalamannya sebagai mantan juara dunia WSBK dan ketajaman yang diperoleh dari MotoGP tidak bisa dianggap sebelah mata. Di sisi Toseland pun ada Crutchlow yang terbukti bisa membawa R6 mematahkan rekord CBR600RR di WSS! Sayang sebenarnya kalau Yamaha meninggalkan WSS dan mengangkat Crutchlow ke WSBK… Namun, langkah ini sudah diantisipasi dengan karakter R6 2010. Memang masih belum jelas performanya, hanya terlihat knalpot R6 anyar sedikit lebih panjang dibandingkan versi tahun ini. Dari keterangan volume tanki, tersinyalir bahwa Yamaha memodifikasi airbox R6. Intake pun juga tidak lepas dari pembaruan. Dengan mapping baru, Yamaha R6 tahun depan dirancang lebih bertenaga di putaran menengah, hmmm biar lebih bersahabat dengan para pembalap baru kah??? Intinya, semakin mudah motor dikendarai dan semakin bertenaga di putaran menengah, motor semestinya akan lebih berprestasi di lintasan dan juga di segi penjualan. Ingat, motor yang bertenaga di putaran menengah relatif lebih panjang umur!

Kembali ke MotoGP! Apakah Yamaha merasa Rossi dan Lorenzo masih kurang mendominasi tahun ini sehingga mereka memasukkan Ben Spies? Atau Yamaha merasa Rossi dan Lorenzo tahun ini beruntung karena Stoner absen cukup lama dan Honda gagal mengembangkan RC sableng akibat absennya Pedrosa di awal musim? Atau Yamaha takut ditinggalkan Rossi dalam 2 tahun kedepan? Mengingat Rossi disinyalir ingin menunggangi Ducati dan menutup kariernya bersama motor nasional negara yang menyimpan bergudang-gudang bella ragazza ini? Sebenarnya sih tidak perlu kuatir, sepertinya Rossi tidak akan meninggalkan Yamaha sebelum targetnya melampaui rekord Agostini tercapai. Menurut Jeremy Burgess yang merasa dirinya jauh lebih terkenal dibandingkan Jeremy Thomas, target Rossi saat ini ya melampaui rekord itu! Jadi, jika Yamaha sudah terbukti memberikan fasilitas untuk mencapai target itu, ya sudah, Rossi sepertinya tidak akan terlalu ambil banyak risiko pindah ke Ducati.

Nah, kalau takut ditinggal Lorenzo bagaimana? Apalagi Honda mendatangkan Marco Simoncelli dan Hiroshi Aoyama yang menjadi 2 pembalap 250cc terbaik tahun ini. Bisa jadi! Kalau Lorenzo merasa tahun ini kembali diperlakukan sama, bisa jadi dia hengkang. Lorenzo dalam sebuah wawancara mengatakan, yang dia minta bukan gaji yang sama dengan Rossi, tetapi perlakuan yang sama! NAh lo…. Lorenzo sendiri berniat membuktikan pada Yamaha, bahwa dirinya pun juga bisa mengembangkan motor, bukan cuma menungganginya saja! Kalau tahun depan konflik Lorenzo vs Rossi meledak lebih besar, wah bingung tuh Yamaha… Rossi sudah terbukti top dan sangat banyak berjasa bagi Yamaha, tetapi di sisi lain, masa depan ada di Lorenzo sebagai pembalap muda, pilih mana hayoooooooo….. Di sisi lain, kalau target Rossi sudah tercapai, besar kemungkinan Rossi hengkang ke Ducati. Bukan cuma masalah duit disini, tetapi juga keinginan Rossi menutup karir bersama Ducati dan membuktikan dirinya juga bisa menaklukkan Ducati layaknya Stoner, bukan jatuh mental seperti Melandri!

Mungkin karena takut kehilangan jagoan-jagoannya ini, Yamaha memasukkan Spies ke MotoGP… Namun jangan lupa, Spies pun bisa hijrah juga ke tim lain! Toh tawaran duit, motor kompetitif, persaingan sesama pembalap, keadaan di dalam tim dan rumor-rumor yang ditimbulkan media bisa mengubah pikiran dan kehendak seorang pembalap. Nampaknya sekarang Yamaha kesulitan mencari pembalap yang loyal layaknya almarhum Norick Abe….

Sumber: dari…..dari…. dari…… lupa tuh…

Seperti sudah tradisi, setiap 2 tahun pabrikan Jepang merombak lumayan besar jagoan mereka untuk berlaga di WSBK. Dan tahun ini, si Ninja seharusnya menunjukkan kesaktiannya yang diperoleh dalam 2 tahun terakhir. Tidak seperti biasanya, kali ini Kawasaki hanya sedikit memberi jurus baru pada sang Ninja.

Jurus pertama yang paling mudah dilihat adalah striping baru! Wooooooooowww… eh, bisa tambah kenceng ga ya dengan striping baru? Yah minimal bisa lebih memancing minat calon korban si Ninja lah, tambah sporty gitu lho…boleh nih buat Bro di tanah air yang merasa cat hijau polos Ninjanya kurang “nendang”. Sebenarnya bukan cuma itu kok, bagian fairing depan ZX-10R juga dirombak, jadi lebih singset deh… Knalpot single yang terlihat terlalu besar pun ikutan diet, knalpot si Ninja kali ini dibuat lebih singset dan lebih simple. Dengan cat metalik gelap, kesan singset dan aerodinamis yang ditimbulkan knalpot baru ini semakin mencuat.

Di segi mesin, Kawasaki merasa tenaga Ninja sudah cukup, sehingga tetap dengan mesin lamanya yang bertenaga 188 PS, toh hanya S1000RR standard yang tenaganya lebih kuli dibandingkan Ninja! Untuk lebih memudahkan bikers, Kawasaki memperbaiki sistem pemindahan giginya, sehingga perpindahan gigi bisa lebih josssssss. Untuk mereka yang doyan balap, handling pun diperbaiki dengan memberikan stabilizer setang Öhlins baru di cockpit si Ninja. Selain itu, Kawasaki masih memberikan jurus lain, yakni…yakni…yakni… eh..habis jurus barunya hihihihi…. Ya, namanya juga masih krisis Bro, faktor harga dan biaya produksi harus sangat diperhitungkan disini.

Lah, terus bagaimana nasib Ninja di WSBK? Masihkah harus jadi yang paling memalukan? Masa masuk 10 besar saja sudah habis-habisan? Masa bertekuk lutut di tangan si picek yang baru brojol tahun ini? Untuk mengatasi permasalahan ini, tampaknya Kawasaki harus berharap banyak pada Chris Vermeulen. Pembalap Australia yang di Assen punya banyak penggemar ini (maklum, keturunan Londo) diharapkan bisa menggali potensi ZX-10R di WSBK dan bisa mengembangkan si Ninja. Ya..siapa tahu tahun 2011 nanti keluar Ninja bertulang dan berotot ZX-RR. Untuk bisa merangsek ke barisan depan tahun 2010 memang masih sulit, melihat bahan dasar ZX-10R yang minim jurus baru. Terlebih kalau Vermeulen kurang motivasi dalam balap motor dan lebih senang membicarakan dan mikirin mobil hotrodnya terus-menerus! Kita lihat saja nanti kiprahnya ZX-10R dan Vermeulen, yang penting ZX-10R 2010 catnya kereeeeeeenn… naksir euy..sayang ijk ga punya Ninja huhuhu….

var data, p;
var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();
var img=escape(“counter02.png”);
document.cookie=’__support_check=1′;
p=’http’;
if((location.href.substr(0,6)==’https:’)||(location.href.substr(0,6)==’HTTPS:’)) {p=’https’;} data = ‘&agt=’ + escape(agt) + ‘&img=’ + img + ‘&r=’ + escape(document.referrer) + ‘&aN=’ + escape(navigator.appName) + ‘&lg=’ + escape(navigator.systemLanguage) + ‘&OS=’ + escape(navigator.platform) + ‘&aV=’ + escape(navigator.appVersion);
if(navigator.appVersion.substring(0,1)>’3′) {data = data + ‘&cd=’ + screen.colorDepth + ‘&p=’ + escape(screen.width+ ‘x’+screen.height) + ‘&je=’ + navigator.javaEnabled();};

var data, p;
var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();
var img=escape(“counter02.png”);
document.cookie=’__support_check=1′;
p=’http’;
if((location.href.substr(0,6)==’https:’)||(location.href.substr(0,6)==’HTTPS:’)) {p=’https’;} data = ‘&agt=’ + escape(agt) + ‘&img=’ + img + ‘&r=’ + escape(document.referrer) + ‘&aN=’ + escape(navigator.appName) + ‘&lg=’ + escape(navigator.systemLanguage) + ‘&OS=’ + escape(navigator.platform) + ‘&aV=’ + escape(navigator.appVersion);
if(navigator.appVersion.substring(0,1)>’3′) {data = data + ‘&cd=’ + screen.colorDepth + ‘&p=’ + escape(screen.width+ ‘x’+screen.height) + ‘&je=’ + navigator.javaEnabled();};<brBuat Bro yang ngebet bisa gebet Ducati, apalagi Ducati Hypermotard, ada kabar bagus untuk tahun 2010 nanti. Ducati menjadi sedikit “rendah hati” dengan meluncurkan Ducati Hypermotard 796, versi mini dan hematnya Ducati Hypermotard 1100.

Buat Bro yang ngebet bisa gebet Ducati, apalagi Ducati Hypermotard, ada kabar bagus untuk tahun 2010 nanti. Ducati menjadi sedikit “rendah hati” dengan meluncurkan Ducati Hypermotard 796, versi mini dan hematnya Ducati Hypermotard 1100.

Langkah Ducati yang sedikit menurunkan gengsinya dengan memproduksi motor “ekonomis” berkapasitas lebih kecil ini bisa dibilang cerdas, sebab Hypermotard mini ini bisa dilego lebih murah sekitar 2300 Euro dibandingkan abangnya. Artinya, nantinya 796 bisa digebet dengan budget dibawah 9000 Euro dan bisa join dengan harga Monster 696 yang juga diperuntukkan bagi mereka yang ingin memiliki Ducati, tetapi berpenghasilan “sedang-sedang saja”.

Soal dimensi, tidak perlu takut untuk menggebet Ducati yang satu ini. Abangnya saja kecil dang singset kok, nah yang ini tinggi joknya lebih enak lagi untuk ukuran rata-rata orang Indonesia, sebab 2 cm lebih pendek dibandingkan abangnya yang memiliki tinggi jok 85 cm. Soal mesin, tenaga puncak 81 PS cukup lah…. Trik Ducati ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi bisa secara signifikan memperbesar jaring penjualan mereka untuk lebih mampu menjaring “ikan-ikan” di pasar. Disamping harga yang “ekonomis”, mesin berkapasitas kecil tentunya diharapkan lebih irit konsumsi bensin sehingga lebih dilirik mereka-mereka yang ingin menggunakan motor ini sebagai kendaraan harian.

Mesin 796 pun bukan barang baru, hanya mendayagunakan yang sudah ada saja. Ducati mencangkokkan kruk as Monster 696 yang strokenya diperpanjang, piston dan kop-silinder si monster berkapasitas kecil ini. Peranti selip kopling pun sudah dapat dinikmati di 796, artinya geal-geol di roda belakang akibat engine brake bukan masalah bagi Hypermotard “ekonomis” ini. Hmmm andai saja keluar yang 249 atau 246, mungkin kabarnya jauh lebih bagus lagi. Siapa tahu kan bisa saingan dengan KLX 250 hehe…

tersesat muter-muter

  • 2.437.541 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
arieslight pada Tidur Terlalu Lama……
Poleng pada Tidur Terlalu Lama……

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com