Sewaktu membahas motor 4 tak massal pertama Yamaha, yakni Yamaha XS-1, Bro Angga merequest pembahasan motor 4 tak Suzuki yang menurut Bro asal Garut ini agak telat nongolnya. Nah, daripada membahas sebatas motor 4 tak pertama Suzuki, kita bahas langsung saja motor superbike pertama Suzuki, yakni Suzuki GS 750.

Sepertinya memang Suzuki suka agak telat mengeluarkan produk yahud (tetapi kalau di Indonesia suka kecepetan ya???), ya singkatnya, Suzuki masih harus banyak belajar, kapan saat yang tepat untuk meluncurkan jagoan barunya.
Motor Superbike pertama mereka pun termasuk motor yang telat diluncurkan. Kalau Honda memulai era superbike dengan CB 750 sejak tahun 1969 dan beberapa tahun kemudian diikuti Kawasaki dengan Z1-nya, maka Suzuki baru mengeluarkan superbikenya di tahun 1977! Motor 4 tak 4 silinder ini menggantikan motor 2 tak 750 cc mereka yang terkenal di dunia bikers, yakni Suzuki GT 750. Bedanya, GS 750 tampil tidak semencolok GT 750. GS 750 tampil konservatif dan kalem.
Motor yang muncul telat ini memang secara tampang tidak terlalu mencolok, tetapi performanya bisa dibilang matang dan dikenal memiliki mesin yang bandel, sama dengan Gixxer yang hingga saat ini dikenal sebagai motor superbike yang mesinnya panjang umur. Motor berkapasitas 748 cc ini menggunakan konstruksi 4 silinder sejajar dan sudah DOHC, sebuah resep yang tinggal lihat dari pendahulunya, yakni Kawasaki Z900. Mesin bertenaga 68 PS ini pun menjadi mesin paling perkasa di kelas 750 cc!

Motor bergaya konservatif ini pada awalnya hanya dilengkapi sebuah rem cakram di depan dan sebuah rem cakram di belakang, meskipun demikian, performanya dianggap masih mumpuni. Jika melirik suspensinya, tampaknya tidak ada yang inovatif. Satu-satunya hal yang inovatif di motor ini hanyalah penunjuk posisi gigi yang sudah digital! Namun, yang meremehkan motor ini dan hanya menilai dari tampangnya saja akan segera mengubah penilaiannya begitu mengetahui performanya. GS 750 yang hanya mengandalkan rangka pipa baja dan suspensi yang terlihat konvensional ternyata memiliki handling yang di atas rata-rata. Motor dengan top speed 200 km/jam ini tidak hanya perkasa di trek lurus, tetapi juga sanggup dikendalikan secara stabil di trek penuh tikungan. Motor berbobot 229 Kg ini sudah bisa digeber dari putaran 2000 rpm, dan memasuki 6000 rpm, tenaga tersalur mantabs dengan lembutnya hingga menyentuh zona merah di 9500 rpm.

Kombinasi dari stabilitas, kelincahan plus kepresisian handling serta tenaga yang besar membuat GS 750 menuai sukses besar di pasar. Sesuai prediksi, GS 750 tidak hanya bisa bikin pesaingnya ketar-ketir, tetapi angka penjualannya bisa bikin para petinggi Suzuki nyengir-nyengir kegirangan. GS 750 pun sanggup memberikan Suzuki predikat sebagai pabrikan produsen Superbike yang disegani. Pada tahun 1979, GS 750 pun di make over dengan dihadirkannya warna-warna baru, velg palang (opsional -red) dan rem cakram depan menjadi dobel.

Nah, untuk mengingat arti singkatan GS, saya kutipkan langsung dari artikel lama: Tak Serumit Da Vinci Code

Suzuki

Pabrikan yang didirikan Michio Suzuki ini tidak neko-neko dalam memberi nama motor. Kodenya menyimbolkan spesifikasi teknis si motor. Namun, kalau kita tidak mengerti rahasianya, susah juga kan. Begini lho: G itu bukan plat kendaraan Tegal, tapi digunakan untuk motor yang habitatnya di jalan aspal. S sendiri mewakili mesin-mesin 4 tak. X berarti mesin motornya memiliki 4 klep per silinder. Nah, R itu paling gampang, Racing! Jadi GSX-R artinya….tahu sendiri lah, gabungin aja semuanya.. Namun, pasti Bro yang kenal sama motor-motor Suzuki lainnya merasa ada kejanggalan. Memang, ada yang tidak konsisten lho…misalnya, Suzuki TS..apakah S untuk mesin 4 tak??!!! Contoh lainnya di jajaran Suzuki Bandit/ GSF, ga ada X-nya kan? Padahal Bandit satu silindernya punya 4 klep juga lho.. (eh betul ga???) Nah kalau F di Bandit itu singkatan dari Four, jumlah silindernya.

 

Sumber: Roland Brown, Motorräder-Faszination und Abendteuer

Foto: http://www.suzukicycles.org/1970-1979/1977a.shtml

GS750 versi perdana: repro dari buku Roland Brown