Kalau produsen motor di Indonesia kebanyakan mengiklankan motornya seakan-akan bertenaga extra dahsyat, bisa jadi hasil penelitian mereka terhadap selera pasar memaksa demikian. Artinya, mayoritas calon konsumen harus diyakinkan, bahwa motor yang dipasarkan memang bertenaga extra dahsyat, minimal sanggup mengasapi lawan-lawan sekelasnya lah… Sekarang pertanyaannya, apakah motor yang powerfuuuullll harus diiklankan berlebih-lebihan dahsyatnya? Yang ngebut ga karuan lah..yang bikin mental orang ampe ke genteng lah…

Kebetulan saya ketemu majalah luar tahun tua, Motorcyclist edisi Maret 1996. Majalah ini mengkomparasi motor 600 cc Jepang terbaru saat itu, yakni Honda CBR 600 F3, Yamaha YZF-600, Suzuki RF 600 dan Kawasaki Ninja ZX-6R. Dari hasil komparasi, CBR 600 F3 yang digelontorkan Honda untuk menggantikan versi F2 tampil sangat dominan di semua lini. Kontestan lainnya bisa dibilang dibuat babak belur di semua lini, baik tenaga, top speed, stabilitas, handling, jarak tempuh hingga konsumsi bahan bakar. Hanya Ninja saja yang sanggup merusak ajang sapu bersih CBR 600 F3, ya seperti biasa= mesin yang paling powerfull dan top speed terbaik.

Di majalah itu juga terpampang iklan CBR 600 F3 yang tampangnya sangat mirip Honda NSR 150 R biru-ungu-kuning. Motor digambarkan  dalam keadaan diam, dan foto lainnya diperlihatkan dalam keadaan menikung hingga si rider bisa menggaruk dengkulnya yang kegatelan ke aspal.

Yang menarik di sini sebenarnya bukan spek mesin ataupun bodi+teknologi keseluruhan+suspensi. Aspek-aspek itu hanya digambarkan dalam data, jadi tanpa embel-embel kalimat yang berapi-api. Justru yang bagi saya pribadi “membuat terpana” adalah kalimat di bagian akhir=”And please, always ride responsibility  responsibly.”

Dari sudut pandang sesat: itu motor asli kueeenceeeng…jadi yang bawa harus orang yang punya tanggung jawab, yang otaknya lebih kenceng dibanding nafsunya!