You are currently browsing the monthly archive for Juni 2010.

Kemunculan Superbike Bavaria, BMW S 1000 RR tidak hanya mencengangkan dengan tenaga dan spek yang ditawarkan, tetapi juga dengan desain fresh dan asimetris yang tidak bisa diterima sebagian bikers.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya tidak ada satupun motor di dunia ini yang memiliki desain asimetris, betul? Filsafat BMW diterapkan di superbikenya, yakni menerapkan ciri manusia. Kalau kita mau jeli, tidak ada satupun manusia yang memiliki wajah yang benra-benar simetris. Inilah yang disampaikan BMW! Memang ada juga berbagai alasan lainnya, mengapa akhirnya desain S 1000 RR asimetris, tidak sebatas ingin tampil beda dan mengikuti beberapa varian BMW sebelumnya.l

S 1000 RR sebagai motor cepat ditampilkan BMW dengan desain meruncing, untuk mendapatkan dan menyampaikan pesan: ini motor cepat! Desain S 1000 RR tidak sebatas memperhatikan segi estetika, tetapi mengedepankan fungsi.

Pertama-rama kita perhatikan fairing bagian samping kiri-kanan yang  asimetris. Bagian kiri fairing memiliki lubang yang jauh lebih besar, karena bagian itu dilengkapi dengan kipas untuk membuat panas mesin. Bagian fairing sebelah kanan sebenarnya pada awalnya ingin ditutup semua alias polos, sebab tidak berguna untuk membuat lubang pembuangan angin di situ. Namun, untuk riding jarak jauh, lubang tambahan di sebelah kanan dianggap bisa membantu. Akhirnya, dibuatlah lubang di fairing kanan yang memiliki desain layaknya ikan hiu.

Bagaimana dengan lampu depan S 1000 RR yang membuatnya otomatis dianggap asimetris? Tidak sebatas desain yang membuat motor ini dengan mudah dikenali, tetapi ada alasan juga dibalik itu.

Di sisi kanan BMW memberikannya lampu bulat dan kecil yang memberikan kesan, motor ini seakan memiliki habitat di balap endurance layaknya Suzuka 8 hours dan yang lebih terkenal lagi, yakni Le Mans yang tahun ini dijuarai Kawasaki ZX-10R (Mematahkan dominasi Gixxer!). Penggunaan lampu ini untuk sebagian orang bisa dibilang sangar, ada juga yang bilang manis dan minimalis, tetapi sebenarnya ada kegunaan lain, yakni: ringan!

Dilihat dari sisi kiri, S 1000 RR tampak futuristis dan agresif dengan lampu menyikunya. Pertanyaannya sekarang, kenapa tidak di kedua sisi menggunakan lampu besar menyiku? Jawabannya: Kalau memakai lampu bereflektor besar di kedua sisi, maka bobot akan naik 300 gram, ingat, ini motor balap Bro! Tiap gram sangat diperhitungkan disini! Lalu, kenapa tidak dua-duanya menggunakan reflektor bulat kecil, bukankah hemat 600 gram itu lebih baik? Jawabannya: Regulasi Bro! Dengan alasan keamanan di jalan raya! Nah, sekarang paham kan desain si Picek yang menurut salah seorang mekanik BMW Jakarta sudah terlihat merumput di Jakarta Selatan (walaupun katanya pakai surat tempelan sih…).

Untuk penjelasan yang lebih lengkap tentang desain superbike terkuli ini, silahkan simak penjelasan pihak yang berwenang:

http://www.youtube.com/watch?v=N9SIS4izLqE

Cedera parahnya Valentino Rossi di Mugello lalu benar-benar membuat banyak penggemar balap roda dua bersedih. Di Italia sendiri, Rossi sudah menjadi semacam pahlawan nasional, sehingga hari Sabtu lalu membuat banyak Italiano prihatin dan menyampaikan rasa belasungkawa. Tidak hanya dari komunitas roda dua, dari roda empat pun tak ketinggalan. Kubu Ferrari bahkan menawarkan Rossi kesempatan untuk menjajal kembali mobil F1 mereka. Bukan… bukannya mereka mau kembali membujuk Rossi, walaupun si Bos Ferrari menghendaki adanya Ferrari ketiga yang dipiloti The Doctor. Ferrari bersedia untuk memfasilitasi Rossi menyalurkan dan mengasah  instinct balapnya menggunakan mobil F1, sebelum doi kembali dinyatakan aman kembali menyemplak M1.

Rossi sendiri sebenarnya belum  tamat berkarier. Patah kaki di dunia balap motor adalah hal lumrah! Jadi tidak ada istilahnya pembalap yang sampai ke ajang MotoGP masih bisa diejek dengan mental sayur! Meskipun karier Rossi masih hampir bisa dipastikan berlanjut, banyak sudah desas-desus yang membicarakan pengganti the Doctor.

Pada kesempatan kali ini kita tidak melihat siapa diantara rider MotoGP yang siap menggantikan Rossi, melainkan siapa yang sebenarnya Rossi banget! Nah siapa lagi kalau bukan Adeknya Rossi: Luca Marini.

Nah, bocah yang sekarang sudah menjadi alay ini sebenarnya sadar tidak sadar pasti pernah Bro lihat, sebab sang adik yang berumur 12 tahun inilah yang sering terlihat di Boxnya Rossi. Di luar sana, banyak yang tahu dia adeknya Rossi, yang masih jarang orang tahu adalah: Luca adalah salah satu pembalap muda Italia yang paling menjanjikan! Situ tahu lah, Italia sebagai gudangnya pembalap wahid trek aspal, layaknya Spanyol, Inggris, USA dan Australia.

Valentino Rossi dan Luca  Marini dilahirkan oleh wanita yang sama, yakni Stefania Palma. Hanya saja, ayah Luca bukan si pembalap motor yang juga terkenal di Italia sebagai pembalap drifting, yakni Graziano Rossi, melainkan anak seorang pengusaha asal Roma, yakni Massimo Marini, makanya nama keluarganya lain!

Luca sudah handal menaiki roda dua sejak berumur 4 tahun! Doi sendiri sangat berpeluang menggantikan Rossi, mengingat dirinya juga dibesarkan di “Akuarium” yang sama dengan Rossi. Pada tahun 2003 (mungkin sebagian dari Bro sekalian belum jadi bikers!), doi sudah mengikuti kejuaraan minibike. Di tahun pertamanya itu, dia sudah bisa langsung juara seri! Di tahun 2005, bocah ajaib ini bahkan sudah menjadi juara nasional! Dan ingat, itu di Italia! Meskipun sudah sukses, bocah yang jago main gokart ini tidak sungkan untuk terus menimba ilmu. Untuk itu, doi masuk sekolah balap Tarziano Tamagnini.

Kariernya bisa terbilang terus menanjak, ini tidak lepas dengan sistem pembinaan dan pengkelasan pembalap yang sangat terpadu di negara produsen Pizza dan bella Ragazza ini. Pada akhir tahun 2007, doi pun bisa naik kelas mengendarai motor yang lebih besar, yakni Honda NSF 100. Perkenalannya dengan motor didik Honda ini terjadi di Honda Riding School. Bocah ajaib yang juga gemar menyelam dan menyenangi ikan hiu (bukan buat dimakan lho, tapi buat simbol, ya kaya Rossi suka anjing Chihuahua lah…). Selanjutnya, kariernya terus berjalan layaknya dongeng, walaupun dibaliknya tersimpan banyak kerja keras, misalnya di awal musim pun, pembalap bocah ini sudah harus profesional mengenal dan mencari setting motor barunya! Di Laptopnya pun bukan hanya ada foto-foto tunggangannya, tetapi juga data-data yang dibutuhkan untuk membuatnya semakin kompetitif di lintasan balap! Berkat kemampuannya, Luca sudah direkrut menjadi pembalap pabrikan Honda di Kejuaraan Junior Italia, artinya doi berada di jalan yang tepat untuk meneruskan kekuasaan kakaknya kalau sudah benar-benar pensiun nanti…

Ketanggapan YMKI terhadap keinginan dan pendapat yang berkembang di kalangan bikers kembali terbukti, yakni dengan menindaklanjuti “sentilan” blog sesat terhadap kalimat di iklan New Jupiter Z, yakni “Semua hanya mimpi, kecuali motornya…”.

Kalimat yang dalam sudut pandang blog sesat bisa jadi terdengar melecehkan ini tampaknya sudah beberap minggu diganti, artinya YMKI bereaksi sangat cepat.  Sepertinya, sejak seri di Prancis lalu pun iklan yang dibintangi Komeng dan Lorenzo sudah diedit dan semboyan yang mematikan semangat anak bangsa untuk menuju pentas dunia sudah diganti dengan kalimat yang lebih pantas, yakni: “Hebatnya Jupiter Z, semakin nyata…”. (Maaf baru mengangkat tema ini kembali sekarang, berhubung para karyawan blog sesat jarang nonton TV dan baru sempat menonton siaran langsung MotoGP di seri Mugello lalu-red)

Biarpun blog ini sesepi kuburan di luar bulan Ramadhan atau hari raya keagamaan lainya, tetapi YMKI masih mau mendengarkan. Segenap karyawan blog sesat beserta redaksi menghaturkan terima kasih banyak atas perhatian YMKI… Walaupun alasan pengubahan semboyan itu mungkin bukan akibat kritikan blog sesat, tetapi kami akan menganggapnya demikian (geerberat.de). Ini harus dirayakan!!!!!!!!

Wacana pelarangan konsumsi bahan bakar bersubsidi untuk roda dua dan mobil pribadi semakin santer. Kebijakan tidak populer ini pun semakin terasa dekat, gejalanya bisa kita lihat di televisi: ada iklan pelayanan masyarakat yang mensosialisasikan keuntungan penggunaan pertamax.

Tidak sampai disitu, di berita semalam pun saya tambah pusing mendengar rencana kenaikan Tarif dasar listrik dan gas ukuran tertentu yang biasa digunakan para pedagang makanan keliling. Nah, apa jadinya kalau program penggunaan bahan bakar non subsidi, TDL dan harga gas naik di waktu berdekatan terlebih menjelang bulan puasa???? Ih ngeriiiiiii……. Kebijakan yang memang sama sekali tidak populer dan tidak bernurani. Di satu sisi, memang masyarakat kita dimanja subsidi, di sisi lain, pencabutan subsidi akan mematikan mereka-mereka yang memang butuh subsidi untuk bertahan hidup! Pemerintah seperti biasa hanya mengurangi subsidi untuk menambal besarnya pengeluaran,tanpa memberikan kompensasi yang tepat, yakni kebijaksanaan yang bisa meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga masyarakat bisa hidup lebih mandiri tanpa terlalu tergantung subsidi. Bagaimana caranya? Caranya…. .lho kok tanya sama saya??? Dah, kita ngomongin efeknya ke permotoran saja…

Ingat selepas masa krisis sekitar satu dasawarsa lalu? Sepertinya kita baru akan mengalami masa krisis ekonomi versi 2.0 di dua bulan kedepan jika harga-harga sumber energi tersebut di atas jadi naik harganya. Inikah katanya Indonesia kebal krisis ekonomi 2.0? Kalau sampai kejadian, artinya  tidak dong…  Selepas masa penuh ketidakpastian, perekonomian kita sangat amburadul. Motor-motor dengan harga extra asal negeri Wong Fei Hung pun punya kesempatan emas untuk memasarkan produknya. Tidak bisa tinggal diam, para pabrikan Jepang pun tidak bisa tinggal diam, mereka mengeluarkan produk dengan harga ekonomis. Salah satu contohnya adalah S1000RR   Smash 110 tahun 2002 yang  sering saya kendarai di bulan tua. Nah, jika masa-masa kritis di segi perekonomian itu terulang lagi, artinya motor-motor ekonomislah yang kan keluar, sedangkan motor-motor berspek tinggi hanya akan sebtas menjadi kendaraan hobi dan peminatnya semakin berkurang. Terlebih di Jakarta, motor-motor cepat hanya kebagian jengkelnya saja jika dipakai kerja di jam kerja umum, maksudnya yang masuk pagi pulang sore dan harus melalui rute langganan macet. Itu diakibatkan performanya yang tidak terpakai, akhirnya cuma kebagian borosnya saja! Ingat, masa ekonomi sulit, masih mau boros-borosan?

Jika skenario buruk sepuatar BBM, TDL dan Gas terjadi, maka motor bebek semacam Suzuki Titanlah yang bisa tersenyum. Suzuki Titan dengan konsep bebek yang memasyarakat punya keunggulan sebagai berikut:

1. Dari segi harga, paling ekonomis coy… Di zaman susah, ini kriteria utama.  Suzuki Titan pun tidak perlu seperti pendahulunya, Suzuki Smash, yang masih harus berjibaku dengan motor Cina. Keminiman kualitas motor negeri tirai bambu sudah terbongkar, sehingga kali ini akan sangat sulit bagi mereka untuk memasarkan produknya, walaupun kualitas mereka sudah ditingkatkan! Kepercayaan itu mahal Jendral!

2. Bebek… Sudah dikenal sebagai jenis yang paling ekonomis dalam soal minta jajan BBM! Bagaimana dengan matic yang sedang hot-hotnya? Maticlah yang keteteran jika bikers hanya boleh memakai BBM non subsidi. Ingat, okelah sekarang BBM non Subsidi masih dikitaran 7000 rupiah…bagaimana kalau gonjang-ganjing harga BBM nanti…sanggup seliter 12000???!!!! Okelah kita-kita yang kenal internet masih sanggup, tetapi bagaimana dengan mayoritas masyarakat kita? Belum lagi semua harga barang otomatis naik karena meningkatnya biaya produksi dan distribusi!

Masih sehubungan dengan konsumsi bensin, memang Suzuki sudah banyak mencantumkan di iklannya, bahwa motor itu  konsumsi bensinnya untuk pemakaian normal lebih dari 50 Km/liter. Di lomba uji irit, sudah tembus lebih dari 70 km/ liter. Nilai ini sudah cukup baik, tetapi kalau dibandingkan Dengan Supra X 125, masih di bawahnya. Ada baiknya Suzuki kembali menyelenggarakan lebih banyak lomba irit naik Suzuki Titan. Silahkan ambil trek yang kira-kira bisa sangat irit konsumsinya. Bukankah kebanyakan pembaca melihat angka, bukan medannya? Mungkin lomba keiritan dari puncak pas ke Bogor yang penuh dengan jalan menurun bisa membuat si Titan tembus 120 Km/liter?? hihihi…propaganda yang bagus kan?

Apa keunggulan lain bebek? Mudah saja..ringan, bisa bawa banyak barang, dan mampu melindungi celana panjang si pengendara di waktu hujan.

3. Merk Suzuki! Itu juga sudah merupakan jaminan! Sampai hari ini, si Smash yang terbit tahun 2002 lalu belum pernah trouble mesin atau kelistrikan. Artinya, memuaskan dalam hal daya tahan! Hal ini pun tidak dikesampingkan dengan cara geber Titan di Sentul plus program jelajah negerinya.

4. Onderdil! Namanya Smash Titan, ada nama Smash disitu.. Smash sendiri masih tetap diproduksi. Aneh memang, tetapi kalau masih untung, ya tinggal produksi terus dan menikmati untungnya lah. Lagipula, onderdil yang mudah didapat membuat calon konsumen yang terjaring semakin banyak. Sekarang tinggal penyebaran informasi saja, komponen Smash mana saja yang bisa digunakan untuk Titan. Untuk mencapai tujuan ini, bisa menggunakan media massa atau blog corong Suzuki asuhan Girifumi hihi..pisss ah… kaboooooooorrr…….

Suatu hari saat sedang menikmati sore hari di seputaran Ruhr-Universitaet-Bochum, saya menanyakan kepada Ki Gede Anue seputar kesaktiannya. Bukankah kita sangat sulit diyakinkan jika tidak melihat dengan mata kepala sendiri?

Ki Gede Anue yang merasa ditantang pun kali ini tidak seperti biasanya. Beliau bersedia memperlihatkan sedikit kebolehannya. Lelaki yang digosipkan pernah dekat dengan beberapa makhluk halus papan atas ini tampak dengan tenangnya memperagakan dua buah jurus yang menurutnya sangat sederhana. Tidak perlu dengan seluruh anggota tubuh, lelaki aneh ini bilang, kesaktian dan kekuatan dua jarinya saja sudah cukup! Berikut ini adalah adegan yang terekam HP-Klassikku, dan tanpa rekayasa….

Ajian Telunjuk Samber Upil

Ajian Kelingking Toel Bungo Deso

Menyaksikan dua ajian itu, saya pun tertegun dan kehabisan kata-kata. Dalam hati saya hanya bisa berkata:

” Hallo…are you Kidding me?????!!!”

Bengawan Solo

(von Gesang Martohartono)  —-echter indonesischer Text—-

Bengawan Solo, riwayatmu ini

Sedari dulu, jadi perhatian dewi Sari insani

Musik kemarau, tak seberapa airmu

Di musim hujan air meluap sampai jauh

Chorus:

Mata airmu dari Solo

Terkurung gunung seribu

Air mengalir sampai jauh

Akhirnya kelaut

Itu perahu, riwayatnya dulu

Kaum pedagang selalu

Naik itu perahu

———————————————————————————————-

Bengawan Solo

(Uebersetzung von Arie Slight in Zusammenarbeit mit Dr. Gabrielle Otto)

Bengawan Solo, laut deiner Geschichte

seit fruehster Zeit erregst Du die Aufmerksamkeit der Goettin Sari Menschen

In der Trockenzeit fuehrst du nicht viel Wasser

In der Regenzeit ueberschwemmt das Wasser die Weite

Chorus:

Deine Quelle aus Solo

Umschlossen von tausend Bergen

Ergiesst sich das Wasser in die Weite

und zuletzt bis ins Meer

Jenes Boot, laut frueherer Geschichte

Bestiegen die Haendler immer

jenes Boot.

Foto: HP-Klassikku

Lokasi: Sebuah sungai, di tepian pasar ikan Venesia

tersesat muter-muter

  • 2.481.083 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com