Di tahun 1998, Indonesia dikejutkan dengan parahnya krisis moneter yang merambat ke krisis di berbagai bidang kehidupan. Di tahun yang sama, jagad permotoran pun tidak kalah terkejutnya dengan hadirnya si legenda baru Superbike, yakni Yamaha R1-RN01 yang tampil elegan dengan desainnya yang dijuluki Japanese 916.

Bukan semata desainnya yang membuat pencinta motorsport hatinya meleleh, tetapi performa yang ditawarkan yang penuh dengan teknologi GP lah yang membuat motor ini begitu mendobrak. Siapa sih yang tidak mau memiliki motor dengan performa Superbike yang wara-wiri di WSBK dengan harga terjangkau???

Motor-motor WSBK saat itu masih 750 cc (4 Silinder) dan menghasilkan tenaga maximum sekitar 170 PS, sedangkan R1 generasi pertama hanya tertinggal sedikit, yakni 150 PS. Memang masih kalah 20 PS, tetapi muraaaaahh…. Bandingkan saja, motor WSBK itu hanya tahan digeber hingga 1 kali race, sedangkan R1 bisa tahan hingga 100 ribu Km tanpa masalah!

Dengan tenaga ala motor Superbike dan handling ala motor Supersport, R1 pun laris manis dan banyak membuat bikers lupa daratan, maksudnya benar-benar lupa daratan! Banyak pengendara R1 yang mengalami kecelakaan  highsider! Ini diakibatkan karakter motor yang berpower besar, bertorsi melimpah ruah, berbodi ringan, jarak roda pendek, tetapi suspensinya terlalu empuk! Tampaknya kestabilan R1 dengan rangka Deltabox II dari alumunium dan lengan ayun yang panjang plus peletakan mesin yang rendah, ditambah pembagian bobot sempurna, yakni 50-50 di ban depan dan belakang,  menawarkan kestabilan mantabs sehingga membuat bikers banyak yang lupa diri hingga mengalami kecelakaan itu.

Yang sangat layak dipuji pada R1 generasi pertama ini adalah mesinnya. Mesin yang bertorsi besar, bahkan untuk ukuran sekarang! Ini didapatkan dengan pengembangan mesin baru yang berkapasitas 998 cc DOHC dengan tenaga 150 PS (98 PS untuk pasar Jerman). Tenaga ini didapat dari mesin yang berteknologi 5 klep per silinder, dimana masing-masing silinder dilapis legit yang dipatenkan Yamaha hingga tahan gesekan. Bahan ringan untuk kepala silinder pun bisa dijumpai, yakni dari magnesium! Di sisi lainnya, setang piston juga diperkuat, tetapi bobotnya lebih ringan. Untuk membuat mesin lebih kompak, fly wheel dirancang cukup tinggi letaknya, ini meminimalisir juga beratnya putaran si “roda gendeng” akibat terendam oli!Motor yang sangat kompak dan ringan, yakni 65,3 Kg, lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya, yakni mesinnya YZF-1000R. Mesin pun dirancang kompak, hingga berukuran lebih pendek hingga 81 mm dibandingkan versi sebelumnya. Sistem EXUP baru pun membantu mendongkrak torsi maksimum R1! Tidak heran, bahkan hingga saat ini, akselerasi 0-100 Km/jam R1 terbaru adalah yang tercepat, yakni 3,1 detik, meninggalkan Superbike Jepang lainnya yang hanya menorehkan 3,2 detik.

Untuk berakselerasi dengan gigi tertinggi dari 50 ke 150 Km/jam, R1 perdana hanya tertinggal 0,3 detik dari R1 gress yang membutuhkan waktu 7,9 detik. Bagaimana jika RSV-4 diadu dengan si R1 perdana dalam soal kuat-kuatan torsi ini? Kalah Bro…kalah 1,7 detik! (Ingat, ini pakai gigi 6 lho…., artinya dari rpm extra rendah). Tidak heran motor singset berbobot 203 Kg ini begitu diminati.