Harap maklum saya baru hadir lagi, sebab seminggu kemarin saya touring ke Bali bersama 3 teman saya. Kami teman sejak SMP dan baru kurang dari 6 bulan ini (akhirnya!!!!) bisa menggebet BMW klassik. Dengan tekad bulat  nekad kami berniat touring Jakarta-Bali-Jakarta tanpa mekanik. Ada banyak cerita yang seru, tetapi saya pirit-pirit lah… Begini sebagian gambarannya:

Hari Jumat Malam sekitar pukul 23.30 berangkat dari Jakarta sebanyak 4 Motor. Hanya saja, R51/3 terpaksa balik di daerah Sawangan dan tidak melanjutkan, karena pengendaranya sebenarnya sudah cidera sebelum berangkat. Sampai di Sawangan R27 sudah mati 3 kali karena sekring putus huhuhu…Inilah akibatnya berangkat dengan motor yang hampir tidak pernah dipakai dan tanpa persiapan (maklum, ane sibuk sih hihihi). Masalah sekring putus pun diakali terus hingga pagi hari (04.30) sampai di Cianjur dan berhenti karena kedinginan semua brrrrrrrrrr…… Tampaknya bajigur di puncak kurang ampuh!

Perjalanan dilanjutkan Sabtu pagi, hingga sampai di daerah Wangon (Jateng) sekitar pukul 9 malam , itupun karena R27 saya gembos ban belakangnya. Karena saya teler berat (Maklum, dari Jumat pagi tidak sempat tidur) akhirnya kami menginap di Wangon.

Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya. Perjalanan kadang terhenti tanpa terduga, maklum motor tua. Untung teman-teman saya semua kaya Mc Gyver hihihi… dan R27 saya memang yang paling sering nyusahin…tapi disitulah serunya. Beberapa kali mampir di bengkel untuk mencari part akal-akalan.

Ini waktu setelah usai menginap di “Hotel Pertamina” alias pom bensin dan menanti tukang bubut di Sragen hingga buka. Terpaksa Bro, motor ane tungkai koplingnya copot dan hilang huhuhu…(sudah gelap dan jalan yang pinggirannya sawah membuat saya menyerah setelah menyusuri jalan sepanjang lebih dari 1 Km untuk mencari part yang copot itu.

Nah, foto yang ini waktu di tukang bubut di Jombang. Setut kopling ane habis kemakan… ini ternyata gara-gara lahernya yang sudah aus, dan akhirnya diakali dengan mengganti peluru-pelurunya yang didapat di bengkel sepeda.

Ini pemandangan di sebuah Hotel Pertamina di daerah pasir putih Sidoarjo Situbondo. Karena ngantuk berat, mampir deh tidur di hotel gratisan ini… (gembelstyle.de). Maklum, punya BMW sih punya, tapi maksa, aslinya masih susah hihihihi…

Ini saat ngaso dulu di Banyuwangi, sejenak sebelum menuju pelabuhan Ketapang. Ane tengak-tengok mencari desa Srono tempat kelahiran Akuntan legendaris yang bukan jomblo lagi… sayang tidak ketemu…

Naik kapal, menyebrang menuju Bali..yeaaaah…..

ane enjoy banget naik kapal, kebetulan ombaknya gede..untung cuaca cerah… ternyata cuma bayar Rp. 15000, sudah naik sih harga tiketnya, tapi masih murah lah…

Tiba di Bali dalam keadaan full lumpur, maklum, di Pasuruan hujan deras, BMW tetap dipacu! Mantebs, nggak pake mogok! Di Kuta kami menginap di Hotel Trisakti yang letaknya hanya 1 menit dari ground Zero.

Sarapan nasi Rawon di Kuta.. wah, ternyata hari rabunya Hoobastank manggung di Hard Rock!

Ini sebelum masuk Garuda Wisnu Kencana, tapi kami tidak masuk, karena BAYAR! Bokek bo…..

Setelah 2 malam di Denpasar, akhirnya kami pulang.. Mampir dulu dan foto-foto di Hard Rock Cafe Bali…

YEAAH Gerombolan BMW Klassik Owners nekad bin Edan were in Bali!!!!!

Jumatan di Bali…

Ada yang cerita, di daerah itu ada seorang bapak tua yang hendak menukar motor antik tahun 47nya dengan motor matic, karena doi merasa dia sudah terlalu tua untuk bobot motornya. Namun, tetangganya tidak ada yang mau. Hingga datang suatu hari orang Bule yang membayar tuh motor dengan nominal 70 juta! Bisa jadi si bapak merasa bahagia sekali, tetapi bisa jadi pun si Bule jauh lebih bahagia lagi. Coba, harga motor twin klassik tahun segitu bisa saja menyentuh 300 juta Bro!

Berhenti di pom bensin, restoran, kapal ferry, lokasi wisata…ada saja yang ngerubung dan tanya-tanya… tentu kami jawab dengan ramah… Banyak yang geleng-geleng ngelihat kita yang nekad bawa motor setua ini touring jauh.

Java, here we come…

perjalanan pulang lewat jalur utara untuk menyingkat waktu. Alhamdulillah sesuai target, 3 hari. Meskipun lambat dalam berkaselerasi, jarak Solo-Semarang bisa ditempuh dalam 2 jam saja. Wah, rasanya itu bukan touring, tapi racing… gigi 3 dan 4 R25 dan R27 cukup bisa diandalkan mengimbangi kendaraan lainnya…

Ini nongkrong di Malang setelah sebelumnya nginep dan teman saya mengunjungi kerabatnya. Nice city… Saya jadi ingin tinggal di daerah saja, masih murah dan somehow orang-orangnya lebih ramah…

Nih Bonus:

Foto Penampakan orang sesat alias Keong Racun alias Cowboy Kuta dadakan…

Foto: HP-Klassikku