Di Indonesia, secara umum ada 2 tipe BMW, yakni BMW sebagai Bayrische Motorenwerke, yang satunya lagi adalah Bandungische Motorenwerke. Yup, Bandung bisa disebut sebagai pusat pelestarian BMW klassik Indonesia, sebab di kota inilah banyak didapatkan dan diproduksi barang-barang untuk BMW oldtimers.

Ketika membeli BMW oldtimers, pastikan dulu, mana saja yang masih BMW Bayern, dan mana saja bagiannya yang sudah BMW Bandung. Dari penilaian, pengecekan dan pemastian, bisa ditaksir, berapa harga sebuah motor di pasaran. Jadi, jangan sampai kecele! Jangan terpesona pada bodi dan cat mulus saja. Ingat, dalam dunia pencinta motor klassik, kriteria orisinalitas paling dijunjung tinggi.

Sebenarnya kehadiran komponen akal-akalan yang terlihat mirip asli ini tidak haram. Bahkan tidak jarang yang memereteli komponen aslinya untuk disimpan, dan supaya bisa lebih tenang untuk dipakai harian, dipasanglah barang-barang non orsi. Baru kalau mau dijual nanti, barang orsi kembali dipasang. Salah satu yang bisa disubstitusi adalah spidometernya. Silahkan lihat foto di atas, yang kiri adalah spidometer non orsi untuk Vespa yang bisa diperoleh di pasaran seharga 50 ribu saja, sedangkan di sebelah kanan orsi milik R25 yang berharga sekitar 1,5 juta. Jauh banget kan beda harganya??? Hanya dengan mencetak latar spidometer, maka sudah tampak sangat mirip deh kedua spidometer itu. KAlau tidak jeli mengamati bentuk jarum dan posisi baut, ya kecele deh…

Dari samping, baru terlihat perbedaannya secara jelas. Yang orsi lebih  memanjang. Namun, ini tidak akan ketahuan, sebab kedua spidometer ini akan dibenamkan di dalam batok lampu. Nah, lumayan bisa menipu kan.. Jadi di satu sisi bermanfaat, tetapi di sisi lain, ketika kita menjadi pembeli, perhatikanlah hal-hal semacam ini… Ya, di spidometer saja bedanya sudah nyaris 1,4 juta sendiri kan…

Foto: HP-Klassikku