Kemunculan Gixxer 600 seperti kemunculan jagoan kesiangan. Perang sudah usai, dia baru datang! Berbeda dengan Gixxer 600 sebelumnya, Gixxer gress ini berhasil diet dan turun 9 Kilogram! Nggak salah, 9 Kg! Ini pertanda generasi sebelumnya memang keberatan dosa. Gixxer supersport kini hanya berbobot full tank 187 Kg saja… Ini tidak lepas dari upaya Suzuki yang mengedepankan efisiensi desain. Jadi, ketika mayoritas biker Indonesia “memperbesar” tunggangannya melalui modifikasi, justru mogenya sendiri oleh produsennya diperkecil dimensinya.

Tidak hanya ringan, handling pun diperbaiki. Motor dibuat semakin lincah dengan jarak sumbu roda yang memendek 15 mm. Motor yang di test ride di sirkuit Almeira, Spanyol (sirkuit apa lagi nih???), dipuji atas kelincahannya dan kemudahan handlingnya.

Suzuki GSX-R 600 2011 Almeria Nils Müller
Bobot yang ringan, didukung chassis yang oke, tidak akan cukup untuk menjadi yang terbaik di lintasan. Faktor mesin menjadi penentu besar, terutama bagi pembalap amatir dan kelas junior. Mesin Gixxer dianggap top setelannya, meskipun tenaga yang dijanjikan tidak spektakuler.
Memang putaran mesin dinaikkan menjadi 15500 rpm, tetapi sebenarnya sia-sia (kalau mesin belum kena tune up), sebab max power didapatkan di 13500 rpm. Jadi kalau Ente geber lebih dari 13500 rpm, tujuannya hanyalah sok aksi dan memperpendek umur mesin! Tenaga puncak doi juga tidak terlalu memenuhi ekspektasi, hanya naik hampir 1 PS saja…
BUUUUUUUU……….. Buuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!
Weits…
Itu tidak penting, kata Suzuki. Justru yang diperbaiki memang lebih tepat, yakni putaran bawah dan menengahnya. Terlebih dengan bobot extra ringan dan sumbu roda berjarak pendek, Gixxer benar-benar “menjanjikan” di tikungan dan selepas tikungan. Terlebih lagi garpu depan kini sudah dipersenjatai Big Piston Fork layaknya Gixxer 1000 dan di Kawasaki ZX-6R. Ketika mengerem keras, garpu ini mampu meredam gaya momentum dengan baik dan motor dibuat tidak terlalu menukik. Hasilnya, motor jadi lebih stabil, rider pun tidak cepat lelah. Apalagi dikatakan, bahwa posisi duduknya nyaman, hampir seperti motor harian, tidak menyiksa lah…
Untuk meningkatkan “daya sengat”, Suzuki beralih merk rem, kini mereka mempercayai Brembo! Tentunya merupakan jaminan kualitas di segi pengereman. Rem dinilai mudah di”dosis”, artinya risiko terpeleset akibat kurang kontrol dalam menentukan kekuatan pengereman bisa diminimalisir. Ini pun didukung dengan peranti selip kopling yang menjamin buritan tidak ngesat-ngesot liar akibat engine brake!
Untuk melihat sendiri aksi lincahnya Gixxer 600 di Almeira, klik link berikut ini:

http://www.motorradonline.de/de/motorraeder/tests/einzeltests/fahrbericht-suzuki-gsx-r-600-2011/347043