Kemunculan foto-foto Ducati Desmosedici  GP11 sama saja seperti biasanya, hanya ada Valentino Rossi disitu yang membuat warna tradisional Ducati MotoGP sedikit berubah. Latar belakang pegunungan salju menjadi latar belakang pilihan kembali, kenapa tidak di depan Anak Krakatau saja ya?

Apa saja sih yang dijanjikan Ducati dari motor ini? Dari segi fairing dan bodi tentunya langsung terlihat perubahannya. Direktur Teknik Fillippo Preziosi menjelaskan, Ducati konsen memperbaiki aerodinamika motor. Ini untuk membuat top speed motor lebih meningkat, mengurangi hambatan udara dan sekaligus menghemat bahan bakar. Fairing disesuaikan justru dengan bodinya Hayden. Meskipun Hayden lebih pendek, tetapi bahunya lebih lebar! Kalo anue gedean sapa ya???

Sayap mini yang mencegah tembus ke samping menempel di GP 10 sejak GP Sachsenring lalu pun mengalami perbaikan. Sepertinya sayap macam di mobil F1 ataupun touring car ini berguna untuk memberikan grip lebih di roda depan, jadi grip di front end tidak  sebatas ditunjang peranti kontrol traksi dan anti-wheelie saja. Penerapan sayap mini di fairing ini kalau tidak salah terakhir kali diaplikasi Yamaha di YZR 500 ketika Alm. Norifumi Abe masih beraksi di GP 500.

Lengan ayun dan rangka diterangkan lebih kaku lagi. Sedangkan sektor depan dikawal garpu USD Oehlins baru. Garpu ini merupakan racikan gabungan dari garpu USD Oehlins versi 2008 dan 2010. Suspensi depan ini dikatakan lebih fleksibel dan baik, bisa memberikan feedback yang dibutuhkan. Garpu USD tahun lalu dianggap kurang memberikan feedback dan “peringatan” yang dibutuhkan pembalap. Pada garpu USD 2010, motor yang sedang enak rebah, tanpa peringatan atau gejala apa-apa bisa mendadak jatuh. Ini dikarenakan suspensi depan yang tiba-tiba gagal memberikan feedback ke rider, bahwa grip di roda depan sudah mengalami gejala-gejala kehilangan traksi, akibatnya rider yang sedang enak-enak rebah langsung kehilangan grip di front end dan ndlosor…

Bagaimana soal mesin? Memang belum diputuskan mau pakai apa, tetapi tampaknya lebih cenderung ke Big Bang. Baik Hayden, maupun Rossi, lebih menyukai karakter Big Bang yang lembut. Menurut Preziosi, mesin pun kena sentuhan. Kurva torsinya diperbaiki sehingga lebih linear, tentunya ini menjamin ban belakang lebih aman mencengkram aspal saat berakselerasi. Gejala spin bisa lebih diminimalisir, ujung-ujungnya, motor lebih aman dikendarai dan akselerasi bisa lebih efisien.

Test GP 11 selanjutnya akan diselenggarakan di Jerez tanggal 17-19 Januari nanti. Yang duduk di sadel nantinya Franco Battaini dan Guareschi. Rossi dan Hayden cukup duduk manis di rumahnya masing-masing sambil menunggu kedua tester ini mengumpulkan data dan mencoba setting yang diperlukan nantinya.

Iklan