Saat ini, pastinya ada beberapa sepeda motor yang masih belum layak dibilang klassik. Bisa jadi karena usianya belum terlalu tua, jumlahnya masih relatif banyak atau memang motor itu masuk kategori motor biasa saja di zamannya.

Meskipun begitu, siapa tahu diantara kita ada yang memiliki motor semacam ini. Biasanya, kondisinya tidak original dan kurang terawat. Bisa jadi banyak pernak-perniknya yang hilang. Si pemilik sendiri pun tidak ada niat untuk mencari perintilan yang hilang itu. Namun, siapa tahu suatu hari nanti motor itu jadi motor klassik!

Kalau memang Bro punya motor semacam itu, ada baiknya juga kalau bisa kembali dicarikan pernik-pernik seperti emblem yang hilang. Apalagi kalau kita punya “feeling” sama itu motor dan banyak kisah tertulis bersamanya. Barang-barangnya biasanya bisa didapat dengan murah, kecuali untuk motor tua yang memang terlanjur banyak penggemarnya. Misalnya peneng sayap Honda CB 100 yang sudah dilego rp 120 ribu sepasang (eh apa ane mo ditipu ya sama mas2 bengkelnya???). Foto-foto ini saya ambil di sebuah bengkel di jalan Letjen Soeprapto, di daerah Galur (dekat Senen). Bengkelnya di sebelah kiri kalau kita jalan menuju Senen. Bengkelnya bernama Galur Motor. Harga barang disana lumayan murah dan termasuk komplit deh. Jadi biasanya,kalau mau imitasi ada, orsi juga ada. Kalau datang kesana, bilang saja tahu dari Arie Slight.. Niscaya mas2 nya bakal bengong dan berpikir: “Nih orang dah jam segini masih mabok aja??”