Omset BMW tahun 2010 lalu meningkat pesat, setinggi 12,3 %. Itu termasuk gila untuk ukuran produsen sepeda motor yang selalu menghasilkan sepeda motor berkualitas tinggi dan ujung-ujungnya hanya bisa terbeli segelintir orang. Tahun lalu, BMW berhasil memasarkan lebih banyak 10741 sepeda motor dibandingkan tahun 2009.

Kenaikan ini dikatakan karena variatifnya produk BMW yang diedarkan tahun lalu. Sebagai penggemar balap, tak salah kalau kita mengatakan, S 1000 RR melejitkan image BMW sebagai produsen terbesar sepeda motor asal Eropa. Dari jumlah penjualan, BMW S 1000 RR langsung mengisi posisi 4 dengan 10209 unit. Posisi pertama masih kokoh dipegang motor andalan mereka: BMW R 1200 GS dengan 18768 unit.

Di sebelas pasar motor, BMW bahkan dari volume penjualan menjadi yang teratas. Jerman masih menjadi pasar motor utama mereka, yakni menyerap 17816 unit, sedangkan pasar terbesar kedua ternyata Italia yang menyerap 14386 unit. Baru setelah itu menyusul negara macam USA, Prancis, Spanyol, Inggirs dan Brasil.

Mendengar hal ini, Ki Gede Anue manggut-manggut saja. Menurut doi, BMW masih bisa meningkatkan lagi omsetnya 2 kali lipat, kalau saja BMW mau menjilat ludahnya sendiri, yakni memproduksi versi mini S 1000 RR. Kalau saja BMW mau memproduksi s 250 RR dan memasarkannya di Indonesia, omset dijamin melesat drastis. Apalagi tim Superbike mereka lumayan punya prestasi dan punya daya jual besar, apalagi di Indonesia yang melihat motor BMW sebagai motor yang “wah”, karena harga motor barunya yang sangat tinggi sampai-sampai memimpikannya saja susaaaah…

BTW, melihat JT 52 dan S 1000 RR di bawah ini, entah kenapa ane mendadak punya keinginan beli Ninja 250 dan langsung dicat dengan liverynya JT 52 hihihi.. Oke, segitu dulu, sekarang ane mau mencoba membunuh keinginan ini huhuhu…

Iklan