Pemerhati dunia motor tentu pernah mendengar nama Pierre Terblanche. Pria asal Afrika Selatan yang pernah mendesain Seat Ibiza ini pernah bekerja di Ducati. Hasil rancangannya cukup mengundang decak kagum, misalnya Ducati 999 dan terakhir Ducati Hypermotard. Usai menyelesaikan desain Hypermotard, doi pindah ke lain bos. Yang jadi tujuannya adalah pabrikan legendaris asal Inggris, yakni Norton.

Pria yang motor klassik favoritnya sama dengan saya, yakni Norton Manx, memilih meninggalkan Ducati karena tidak tahan dengan proses ribet di Ducati. Seperti di firma-firma lainnya, untuk menelorkan sebuah produk atau menyetujui sebuah desain, ada banyak rapat bin meeting yang membuat dirinya tersiksa. Bahkan Terblanche mengibaratkan dirinya bagai salah satu dari beberapa bebek yang siap mati di depan tungku. Dia harus deg-degan menunggu, apakah desainnya diterima atau tidak, dan itu terlalu menyiksa..

Di Norton, doi bekerja pada Stuart Garner yang dinilainya cerdas dan cepat dalam mengambil keputusan. Di Norton, mereka akan memproduksi motor-motor beraliran Neoklassik (wah kaya Tiger ane dooong..). Norton sudah sangat legendaris. Norton mampu menciptakan motor yang handlingnya maknyuzz, mesin bertenaga, konstruksiny sip, bobot ringan dan stabil, tanpa harus kena “tuntutan” harus juara British superbike.

Ketika ditanya, mesin motor apa yang akan digunakan, apakah V4 seperti yang diomongi oleh Garner, Terblanche berkomentar, bukan… Ia tidak membutuhkan motor dengan mesin bertenaga hingga 198 PS yang powernya seringkali disunat traction control hingga 50 PS. Untuknya, motor dengan power “cukup” malah bisa dikendarai 98% bikers lebih cepat, dibandingkan motor bertenaga “gila”. “Gak ada artinya naik motor macam itu!” Menurut doi, motor yang powernya pas dan  konsepnya tepat justru lebih memuaskan ketika dikendarai.

Soal mesin yang akan dipakai Norton nantinya, tampaknya si desainer jatuh hati kepada mesin 2 silinder, lebih cocok kemana-mana! Norton akan membangun mesin yang lulus emisi, tenaga oke dan memenuhi kriteria ini-itu. Norton tidak memproduksi motor dengan hasil rancangan  komputer, tetapi masih hand made. Tenaga cukup, handling ajiip, bobot ringan, konstruksi simple, detail teknis, semuanya cukup menjanjikan kepuasan berkendara!

Iklan