Hari gini yang namanya emansipasi wanita semakin meluas ke berbagai bidang, begitu juga dalam dunia bikers yang semakin banyak anggota makhluk halusnya. Semakin banyaknya bikerwati ini ditunjang dengan hadirnya motor matic yang memang mengerti kebutuhan wanita-dan pria yang mendambakan kepraktisan tentunya.

Sebagaimana bidang lainnya, terkadang emansipasi itu berjalan berlebihan. Saya menyaksikan sendiri ada bikerwati yang doyan ngebut dan nyalibnya kurang sopan, di kesempatan lain malah ada yang dengan cengagas-cengeges nabrak-nabrak dalam antrian dan kemacetan, wajahnya yang -maaf-kamse terlihat jelas karena sama sekali tak pakai helm. Kalau dia laki-laki, bisa lain cerita tuh!

Di kesempatan lain ada ibu-ibu ber-Scoopy mengomeli saya ketika sama-sama berhadapan/berpas-pasan di jalan macet! Padahal itu hal normal dan tidak ada seruntulan, tetapi dia langsung ngomel dan masang muka galak, laksana saya pembantunya yang nggak becus mengerjakan tugas atau tidak tahu etika. Yah, untung aja abis ngomel dia langsung cabut… Mo ibu-ibu kek, saya akan layani selama saya memang tidak melakukan kesalahan!

Di kesempatan lain, banyak juga cewek2 manis naik matic tanpa helm. Sebagai cowok, ya pemandangan bagus sih heheh… Yah, sadarlah, kalau kenapa-napa ya tanggung sendiri… Namun, tidak sebatas naik matic, Ninja 250 pun juga dilirik bikerwati yang “mampu”. Di tempat saya, sudah ketemu 2 bikerwati penunggang Ninja 250. Yang satu naik Ninja hitam dof modif, yang satunya lagi naik Ninja hijau 2010 yang bagian bawah fairingnya berwarna putih.

Kedua bikerwati itu menggunakan jilbab, bedanya, yang naik Ninja hitam memakai helm, sedangkan yang naik Ninja ijo cukup pakai kacamata hitam. Saya sudah ketemu dua kali dengan kedua bikerwati ini di jalan. Setiap ketemu, yang hitam selalu berhelm dan yang mengendarai ninja hijau selalu berkacamata hitam tanpa helm. Mungkinkah doi ingin seperti Trinity diatas Ducati 996????? Sadarkah dia gaya jagoannya secara tak langsung merendahkan agamanya??? Atau memang sudah disadari, hanya saja kebutuhan untuk eksis dan kesombongannya¬†itu mengalahkan akal sehatnya? Apalagi jalan yang dia lewati (daerah Ciganjur-Cilandak) padat dan cukup high speed, bukan jalanan komplek! Ya, paling tidak positifnya dia sudah pakai jilbab… Semoga doi sadar dan lebih layak dikagumi kelakuan berkendaranya layaknya si bikerwati pengendara Ninja hitam.

Iklan