Suzuki GSX-R 750

Dulu kita pernah membincangkan asal mula munculnya Honda Fireblade di tahun 1993 yang dirancang Tadao Baba. Banyak yang beranggapan, Fireblade series, terutama di gen awal, merupakan sebuah gebrakan dan membuat standard baru bagi dunia motorsport. Anggapan itu memang benar, tetapi, 8 tahun sebelumnya, Suzuki sudah melakukan hal yang sama dengan hadirnya Suzuki GSX-R 750.

Gixxer 750 memang berhasil membuat standard baru di dunia motorport. Doi di masa itu menjadi motor balap yang sangat mendominasi di berbagai kejuaraan balap moge, sebab doi memang standardnya punya gen balap paling baik, tenaga yang extra besar layaknya motor 1000 cc, tetapi handlingnya lincah layaknya motor 600 cc. Gacoan Yamaha yakni FZ 750 dan Honda VF 750 benar-benar seakan bukan tandingannya.

Bobot kosong diklaim Suzuki hanya 176 Kg! Bahkan untuk balap, ketika kedua lampu depan, lampu rem, spidometer, sen, starter dan spul ditanggalkan, bobot Gixxer yang masih eksis seri terbarunya hingga saat ini berbobot hanya 159 Kg inklusif oli! Mantabs toh… Bobot segitu pun didorong dengan tenaga  mesin sebesar 100 PS. Namun, ketika diukur di gir depan, tenaganya murni 73 PS, lumayan lah… Dengan sedikit tuning, tenaga diatas 90 PS mudah diraih. Tenaga mulai keluar di 5000 rpm, tetapi masih kurang lah untuk balap. Dalam balapan, tenaga baru keluar maksimal di 7000 rpm, tenaga terus tersalur hingga mentok di 10.500 rpm, ya termasuk sempit sih power bandnya.

Kehebatan utama gixxer sebenarnya di handlingnya yang lincah dan presisi. Motor terasa stabil di tikungan dibandingkan pesaingnya. Kalau sampai muncul gejala understeer atau keluar racing line, dengan sedikit gerakan, motor bisa kembali terkontrol dan melaju sesuai keinginan. Disinyalir karena titik keseimbangan motor ini lebih sempurna, rider memiliki posisi duduk lebih rendah. Hmm, jadi ingat ZX-10R baru yang posisi duduknya lebih mendekat ke mesin, hingga titik berat motor semakin sinkron. Untuk menjaga kestabilan motor saat mengerem habis-habisan, tentunya dibutuhkan trik tertentu. Zaman itu, belum ada tuh ABS dan peranti selip kopling. Suzuki pun membuat rpm Gixxer 750 terendah 2500 rpm, lumayan untuk meminimalisir ban belakang goyang dangdut akibat engine brake.

Buat banyak bikers modern, tampang Gixxer 750 berpendingin oli ini memang jadul dan kaku. Namun, jangan salah, di luar sana, motor dari tahun 80an ini masih banyak penggemarnya. Hingga kini, para penggemar motor balap tahun 80an memang masih rutin ngumpul dan menyelenggarakan classic race. Dengan segala kemampuannya, banyak yang menyebut Gixxer 750 bukanlah hasil evolusi, melainkan revolusi.

Hmm ada yang jual Gixxer 750 gen awal ini nggak di Jakarta dan sekitarnya? Minat nih hihihihi…. (lihat isi dompet, buku tabungan,  celengan kodok, celengan ikan, celengan kaleng susu dan bawah bantal) kalo 5 juta bawa kemarih hihihi…..

Iklan