Melihat prestasi BMW di WSBK hingga saat ini, banyak yang menganggap BMW sudah gagal, sebab tidak satu race pun yang berhasil dimenangkan di arena WSBK. “Kegagalan” itu terlihat semakin jelas bagi segelintir orang yang tingkat “ketersesatannya” kurang, ketika mereka membandingkannya dengan Aprilia yang sudah menjadi juara dunia WSBK.

Apakah BMW keok melawan Aprilia? Bisa jadi, tetapi sebatas di WSBK. Di ajang lain, beda cerita… Soal motor standard, S 1000 RR sudah diakui yahud dan bisa dibilang terbaik, baik soal power, teknologi dan harga. Terbukti S 1000 RR terdahsyat dalam keadaan standard tentunya di perbandingan-perbandingan yang dibuat media.

Dalam race, sudak terbukti juga kedahsyatannya di tangan Aryton Badovini yang dulu sempat kita bahas. Partisipasi S 1000 RR di ajang FIM Superstock 1000 cup langsung mematahkan seri juara 3 kali berturut-turut Ducati. Ajang ini hanya diikuti pembalap muda, sebab maximum usia adalah 24 tahun. Untuk menjaga tingkat kompetisi, hanya ada satu merk ban di sini, yakni Pirelli. Di ajang yang motornya minim ubahan ini, ada si Aprilia RSV4 juga lho!

Nah, bagaimana di WSBK? Apakah faktor pembalap? Bisa jadi… Namun, melihat BMW masih berada di papan tengah, memang rasanya bukan faktor pembalap saja, sebab Corser dan Haslam sudah pernah membuktikan, mereka pembalap papan atas.

Apakah masalah dana? Hmm entah, meskipun BMW roda dua terpisah dari BMW roda 4, dana sepertinya bukan faktor utama.. Apalagi BMW saat ini jadi pabrikan motor terbesar di Eropa!

Ditanyai hal ini, Ki Gede Anue memberi beberapa Petunjuk Gaib:

1. BMW baru terjun kembali ke dunia balap. S 1000 RR yang dibuat dengan resep sukses ala Jepang plus riset teknologi ala Jerman sudah terbukti berbuah manis, barang standardnya yang terbaik. Namun, soal balap, itu lain soal! Ki Gede Anue pun menyebutkan pepatah yang menjadi judul artikel ini, yup, ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Pengalaman Aprilia yang terjun dan sukses di dunia balap sejak zamannya Max Biaggi masih menggeber RSV 250 tidak bisa diperoleh dengan uang sebanyak apapun! Kadang waktu tak bisa dibeli kan? Sama saja dengan seorang atlet, kalau mau jago, ya harus latihan! Jangan lupakan juga Aprilia RS3 yang sempat turun di musim MotoGP 990 cc dan digeber Edwards dan Haga! Belum lagi segambreng teknologi mahal yang disematkan di RSV4. NAh, silahkan yang ada datanya, siapa yang laris lebih banyak, RSV4 atau S 1000 RR?????

2. BMW tidak perlu berkecil hati melihat kesuksesan Aprilia. Sebab memang pengalaman Aprilia yang jauh lebih banyak di dunia balap, ibarat atlet Taekwondo sabuk kuning Vs sabuk hitam! BMW yang masih bersabuk kuning tak perlu malu, sebab Ducati, Yamaha, Honda, Suzuki dan Kawasaki yang juga sudah bersabuk alias ban hitam pun takluk di tahun yang sama. BMW sendiri seharusnya masih berkepala tegak, sebab tahun lalu pun, mereka sudah mengalahkan Kawasaki yang meskipun kondisinya agak berantakan, tetapi sudah ban hitam!

3. Ki Gede Anue menilai, ada gangguan gaib dan selubung yang menghambat prestasi BMW di WSBK. Beliau sendiri memahami, orang-orang Jerman yang mementingkan logika sudah tidak percaya sama hal-hal yang tidak kasat mata itu. Meskipun begitu, Ki Gede Anue bersedia memberikan bantuan spiritual kalau-kalau BMW berubah pikiran. Beliau bisa dihubungi di nomer 0856******* atau 08788***** Untuk jasa yang ini, money can buy laaagghh…hihihi………

Iklan