MotoGP 2011 Estoril/Portugal: Der Italiener Simoncelli stieg per Highsider ab.

Race minggu lalu bisa dibilang biasa saja, sebab tidak terlalu banyak aksi gila di sepanjang race. Para pembalap yang sudah matang dan dewasa malah membuat race agak kehilangan greget. Lihat saja aksi Pedrosa yang kelihatan fit 100 % dan penuh perhitungan mengakhiri dominasi Lorenzo di Estoril. Pedrosa memang tampaknya sudah lebih dewasa dengan mengubah strateginya dan bersabar. Ia mencoba menempel dan mengompori Lorenzo agar geber habis di akhir-akhir lap. Namun, melihat Lorenzo yang entah tenang-tenang saja, atau sudah maksimal, doi pun memutuskan ngacir…

Banyak yang menyangka Pedrosa sudah sembuh, tetapi dalam test resmi Senin ini di Estoril, Pembalap terdepan Honda saat ini pun mengakhiri test secara dini. Doi Mengatakan pundaknya nyeri. Doi sudah beristirahat dan minum obat untuk menenangkan bahunya. Kemudian, setelah menggeber beberapa putaran, sakit itu kambuh lagi. PEdrosa pun memutuskan berhenti test dan beristirahat selama 4 hari. Namun, Blog Sesat mensinyalir ada upaya lain yang dilakukan: Menghemat mesin! Yup, test ini pun harus menggunakan mesin yang akan dipakai race, ingat ada jatah 6 mesin! Aoyama sendiri mengakui ini, doi hanya sebentar saja mengetst kopling baru Honda dan beberapa parts elektronik. Tim yang tentunya lagi giat-giatnya test adalah Ducati dan Yamaha. Ducati sendiri sedang mengetst dan membandingkan sasis baru dan lama plus beberapa parts elektronik.

Yamaha pun tak tinggal diam. Lorenzo mengetest rangka dan peranti elektronik, sementara Ben Spies mencoba mengganti jeroan suspensi dan mengetst lengan ayun baru. Yup, soal stabilitas Yamaha di tikungan sudah tersaingi Honda sih… Namun, dalam pandangan Blog Sesat, Stabilitas M1 masih lebih oke, hanya saja Honda bisa lebih agresif dalam melahap tikungan tajam. Ingat kan bagaimana M1 lebih melebar di beberapa tikungan tajam Estoril lalu. Kelemahan ini harus segera dibenahi, juga di Superbike tuh… Yamaha bisa dipotong Aprilia di tikungan, ya seakan-akan jarak sumbu roda Yamaha lebih panjang.

 BTW, Simoncelli mengamuk pasca race Portugal ini. Doi berhasil menjadi yang tercepat dan membungkam Lorenzo dan Stoner di tempat ke dua dan ke tiga. Sayang sekali Doi terlalu nafsu di tikungan saat satu lap pun belum ditempuh. Tampak doi masih belum dewasa dalam membalap dan masih sering “menembus batas”.

Pembalap muda memang dikenal sedang dalam fase mencari limit terbaik mereka dan motornya. Tantangannya adalah: selalu konsisten menggeber motor di limit alias batas terbaiknya. Sekali-kali limit memang bisa dilewati, tentunya kalau sudah melewati limit, faktor keberuntungan diperlukan juga.

Pembalap yang sudah tahu limitnya dengan baik lah yang mampu menjadi juara dan di akhir musim di papan atas klasemen. Simoncelli sendiri dikenal sebagai pembalap yang doyan menembus batas, tetapi sekali lagi, butuh keberuntungan kalau seorang pembalap sudah menembus batasnya sendiri! Di Kelas Moto2, ada Ianonne dan Marc Marquez! Mereka masih doyan “menembus batas”, hanya saja masih “jorok”. Di MotoGP, Lorenzo sudah terbukti matang, dia tahu dimana limitnya dan jarang “menembus batas” kala dia rasa tidak perlu-perlu amat. Simoncelli saat ini bisa dibilang sedang berada dalam posisi Lorenzo 2 tahun lalu, saat dia sedang mencari “batas”.

Di Kelas Moto2, pembalap Jerman Stefan Bradl boleh dibilang sudah dewasa. Dia termasuk pembalap yang doyan memacu hingga limit, tetapi enggan ambil risiko untuk “menembus batas”. Skillnya kemaren, terutama di lap terakhir begitu rapiii..yakni ketika dia mengambil racing line yang defensif dan membuat Julian Simon sama sekali tidak bisa menyodok, seakan-akan Simon baru pembalap kemarin sore saja. Kemampuan Bradl yang dewasa dan penuh perhitungan memang layak diacungi jempol, saya sendiri heran menyaksikan bagaimana dia mengambil racing line di lap terakhir, langsung berubah total dan menutup semua peluang Simon. Namun, kalau pembalap terlalu dewasa dan ogah menembus batas, bisa-bisa balap motor kehilangan unsur “actionnya”, bahaya tuh, bisa ditinggal penggemar!

Oleh karena itu, pembalap yang doyan menembus batas inilah yang perlu kita hargai, karena mereka mempertaruhkan keselamatan mereka dan menyajikan talent dan tontonan yang membuat penonton ikutan berdebar…

Iklan