Dulu, yang namanya tanki terbuat dari plat, plastik, fiber ataupun serat karbon. Tanki itu bentuknya selain harus mampu menampung bensin dalam jumlah sesuai kebutuhan, memudahkan biker untuk mengendarai, juga harus memperhatikan segi estetika.

Ketiga fungsi tanki ini semakin mencolok di motor balap, sebab rata-rata motor balap memang berkapasitas tanki besar sebagai kompensasinya ganasnya power mesin yang relatif rakus bensin. Desain tanki pun harus indah, sebab dipastikan punya pengaruh ke daya jual motor dan sedikit membangkitkan semangat penunggangnya, kalau doi merasa menaiki motor yang keren.

Bentuk tanki pun harus diperhatikan, sebab handling sangat penting di motor balap. Sadar tidak sadar, kita pun melakukannya di motor harian, yakni ketika menikung rebah, menegakkan motor, atau sebatas berdiri diam di lampu merah. Banyak kan yang di lampu merah para pengendara motor sport malah duduk tegak dan tidak memegang setang, maklum, pegel coy… Di situ, motor di tahan agar tetap tegak, pastinya tanki masih kena paha kan??

Hari gini, motor balap banyak yang menggunakan kondom tanki. Selain memenuhi fungsi estetika dan handling tadi, ada kegunaan lainnya. Misalnya untuk menekan biaya penggantian parts kalau motor kecelakaan dan penyok tankinya. Mengganti kondom tentunya jauh lebih murah dibandingkan mengganti tanki baru.

Namun, dalam dunia balap, bukannya soal duit itu nomor dua, yang penting kencang kan???? Yup… disinilah dia… Ketika membahas titik berat motor, kita sudah mengetahui, bahwa titik berat sebuah motor sebaiknya terpusat.

PRodusen juga harus menentukan, dimana tanki yang berisi bensin itu mempengaruhi titik berat dan keseimbangan motor. Mereka bisa menggeser tanki ke depan dan kebelakang, sesuai bobot keseluruhan motor. Nah, kalau digeser terlalu kedepan atau kebelakang, kan tanki yang tanpa kondom itu bisa mempengaruhi posisi riding si biker, selain itu, secara estetis bisa kelihatan nggak oke! Karena itulah kondom tanki bisa menutupi kekurangan ini.

Titik berat motor yang semakin terpusat harus diraih dengan mendekatkan “yang berat-berat” di satu titik keseimbangan. Di motor balap, ketika menikung rebah dan isi tanki berguncang-guncang atau terlalu berat, tentunya bisa mengganggu stabilitas. Makanya, banyak tanki bensin yang dibuat semakin dekat dengan mesin, sehingga dari samping terlihat mendem. Di dunia balap, bahkan bisa jadi si tanki malah menjalar sampai ke bawah jok. Dengan hadirnya si kondom tanki, rider pun masih bisa mengubah arah motor dengan menekan tanki yang kini terbungkus/digantikan oleh kondom tanki itu, dan tentunya motor tetap terlihat gagah dan tidak aneh karena desain tanki asli yang mendem itu.

Iklan