Jeremy Burgess hält nicht viel vom Wechsel auf 1000cc

Tahun 2012 yang rencananya memasukkan kembali mesin 1000 cc ke lintasan MotoGP semakin dekat dan membawa banyak spekulasi, siapa saja dan tim mana saja yang akan meramaikan balapan favorit kita ini.

Tim seperti Suzuki yang saat ini hanya sanggup menurunkan seorang pembalap disinyalir malah akan mundur, sebab kabarnya hingga saat ini, Suzuki belum memproduksi mesin 1000 cc untuk terjun di MotoGP. Kalau sampai Suzuki mundur, dijamin banyak fans balap yang kecewa, terutama pencinta pabrikan yang identik dengan dunia balap sejak hadirnya varian Gixxer.

Paul Denning yang berkunjung ke Hamamatsu untuk mengetahui niatan Suzuki pun tidak bisa bilang apa-apa. Namun, kabar gembiranya, doi berkata bahwa suasana di pusatnya Suzuki itu sangat positiv–meskipun mesin 1000 cc MotoGP belum disiapkan. Suzuki disinyalir juga ingin kembali ke lapangan dengan 2 pembalap lagi, tetapi kapan tepatnya, Suzuki belum memutuskan.

Bagaimana dengan Ducati? Wah, entahlah… Ducati sendiri dikabarkan memang giat membangun mesin 1000 cc, tetapi lucunya Burgess malah mengakui tidak menyukai perpindahan ke 1000 cc. Bukan apa-apa, Burgess memikirkan juga tujuan utama penggeseran ke 1000 cc agar balap jadi lebih murah untuk menarik lebih banyak peserta.

Burgess memprediksi, ini tidak akan berhasil. Tim luar pabrikan diprediksinya tidak akan kompetitif. Mereka pasti sudah mulai memproduksi dan melakukan pengetesan dan membandingkan catatan waktu dengan motor pabrikan. Kalau sudah terlalu jauh, dipastikan niat mereka untuk ikutan balap akan sirna. Toh yang namanya balapan, apalagi MotoGP itu sangat mahal. Mana ada yang mau keluar duit banyak hanya untuk rebutan posisi finish hanya ke 16!

Burgess pun mengkritik, Ducati selama ini salah dalam menganalisis. Burgess menuding, Ducati hanya menganalisis kesuksesan saja. Stoner menurut Burgess sangat hebat dan banyak berjasa membawa kemenangan bagi Ducati. Sayangnya di tahun terakhir lalu, Stoner terlalu banyak terjatuh. Dan Burgess menuding, Ducati tidak mau menganalisis ini, malah mengatakan jatuhnya Stoner adalah kesalahan Stoner dan kesialan saja…

Burgess menilai, Stoner banyak terjatuh karena sering memaksakan Ducati menikung lebih dari kemampuan motornya. “ruang aman” Desmosedici sangat kecil, padahal ini diperlukan agar rider bisa konsisten mempush motor tanpa terlalu mengambil risiko besar. Saat ini, doi dan Rossi berusaha, bagaimana caranya Desmosedici memiliki “ruang aman” yang lebih besar.

Iklan