Marco Simoncelli wird in Barcelona ein eisiger Wind entgegen wehen

Menjelang GP Catalunya, banyak cerita yang tentunya bermunculan. Sirkuit ini tampaknya menjadi sirkuit favorit banyak pembalap, sebut saja Lorenzo, Rossi, Spies dan Bautista mengakui hal ini. Catalunya dengan lay out dan fansnya memang membuat banyak pembalap senang tampil disini. Banyaknya fans di sirkuit ini layaknya pertandingan di final Piala Dunia ataupun Liga Champion, bukan seperti pertandingan bola nasional yang sepi pengunjung, tetapi tetap bisa ramai karena rusuh hihihi…

Di kubu Ducati, Rossi tentunya semakin percaya diri untuk turun di Catalunya. Sirkuit ini adalah favoritnya yang ke-2 di bawah Mugello. Doi menyukai atmosfir balapnya dan banyaknya penggemar balap dan fans Rossi yang begitu responsif. Kenangan manis pun tercetak di 2009 dengan manuvernya di tikungan terakhir yang bisa dibilang salah satu aksi overtaking terbaik tahun 2009, bayangkan, Lorenzo gitu lho yang disalip dan di rumahnya sendiri!

Bagaimana dengan Pedrosa? Proses penyembuuhannya memang berjalan baik, hanya saja doi dan tim dokter pun belum bisa berspekulasi, apakah doi akan turun balap akhir pekan ini. Sangat disayangkan, sebab dengan keadaan fit dan ganasnya RC sableng tahun ini, peluang Pedrosa bisa dibilang ada di atas Lorenzo.

Bagaimana dengan Simoncelli? Wah, dijamin kupingnya lagi berdengung-dengung sejak Prancis lalu, sebab doi jadi perbincangan hangat dimana-mana. Kekerasan kepalanya yang merasa manuvernya sah-sah saja menimbulkan keberangan di pihak yang oposisi dengannya. Terlebih lagi si Kribo pernah berstatement, bahwa doi tidak menyukai pembalap-pembalap Spanyol! Nah, tidak heran, bukan hanya hujatan saja, ancaman pun basah menghujani rambut kribonya. Bahkan sampai ada ancaman pembunuhan, menurut stasiun berita Italia, ANSA. Fausto Gresini yang juga lagi kelabakan jadi penengah Simoncelli dan Honda pun mengiyakan adanya ancaman itu..

Wah, kaya Bola aja nih.. Saya jadi ingat kisahnya Andres Escobar, pemain bola Kolombia yang juga setim dengan si Kribo (Valderama-red) yang setelah gol bunuh dirinya di Piala Dunia USA 94 diancam dibunuh. Dan…beberapa hari kemudian diapun dibunuh!

Kekerasan dalam sepakbola memang sudah biasa.. Dan efeknya sangat besar lho, salahsatunya ya berakibat pecahnya Republik Ceko dengan Slovakia.. Dalam sebuah siaran TV, bunuh-bunuhan antara fans fanatik dua klub dari dua kota berbeda dalam negara Cekoslovakia saat itu membesar dan bertambah parah, hingga akhirnya bisa membelah kedua kubu itu jadi dua negara!

Semoga kekerasan fans dunia sepak bola tidak menjalar ke balap motor…

Iklan