Moto3 yang akan diselenggarakan tahun depan dengan mesin 4 tak 1 silinder 250 cc dipastikan punya pengaruh terhadap penjenjangan balap motor di bawahnya.

Yup, pembalap-pembalap muda nantinya disinyalir akan digembleng juga dengan motor bermesin sejenis dan sebanding dengan Moto3. Bagaimana dengan Indonesia? Mau ikut-ikutan balapan 250 cc dengan mesin 4 tak? Yang paling dekat saat ini tentunya menggunakan mesin CBR 250, atau kalau masih ingin lebih menarik banyak peserta bolehlah melibatkan Ninja 250.

Namun, apakah cukup mendekati keadaan di Moto3 nantinya? Sepertinya tidak tuh… Untuk mentuning motor hingga powernya mendekati 45 PS saja dijamin sudah harus berdarah-darah tuh dompet kalau masih mau mengorek potensi mesin 4 tak Ninja dan CBR 250.  Kalaupun tenga sekitar 45 PS itu didapat, biayanya pasti gila-gilaan, sebab race bukan sekali saja kan, tetapi harus berulang kali dalam periode tertentu untuk melahirkan bibit yang benar-benar handal. Jangan lupa juga dengan bobot kedua motor ini yang nyaris 2 kali berat motor Moto3! Ninja 250 dan CBR 250 mau diapain biar bobotnya di bawah Kg full tank???

Solusinya ya, lirik saja 2 tak! Saat ini tentunya hanya difasilitasi Kawasaki Ninja RR 150 lah.. Secara power lebih mudah ditingkatkan dengan dana ekonomis plus bobotnya yang jauh lebih ringan dibandingkan motor 4 tak seperempat liter.

Wah, tidak berkarakter 4 tak dong?

Sebenarnya tidak perlu pusing… Moto3 sendiri saat ini kan sudah dicoba di berbagai negara seperti Italia dan Jerman. Di Jerman, Moto3 tertinggal hingga 4 detik per lap dibandingkan mesin 2 tak 125 cc! Moto3 yang dipakai itu padahal diperoleh dari Moriwaki yang memang bagikan Mercedes dan AMG serta BMW dan Hamann. Nah, masih tanda tanya tuh Moto3… Bisa sih dipaksakan, tetapi kalau terlalu lambat, wah, siap-siap panen cemoohan! Kalau mau bijak dan menghemat dana, rasanya kapasitas Moto3 perlu dinaikkan menjadi 300 cc dengan ukuran bore yang lebih besar!

Kembali ke 2 tak untuk balap Indonesia. Selain lebih ekonomis, karakter mesin 2 tak lebih baik untuk mengasah ketrampilan balap, sebab menuntut pembalapnya harus jago menjaga putaran mesin saat melahap tikungan. Selain itu, karakternya lebih mirip mesin prototipe yang memang sudah dibekali peranti selip kopling.. yup, mesin 2 tak ngeloyor akibat kekuatan engine brake tidak menjadi cirinya, layaknya mesin 4 tak..

Namun, sebelum pusing-pusing debat memilih motor, perbaiki dulu deh infrastruktur, terutama sirkuit yang memadai dan aman. Mesin kencang pastinya butuh sirkuit permanen! Jangan ada lagi kasus seperti di Papua baru-baru ini, dimana belasan penonton keseruduk motor dan dua diantaranya harus menghadap Yang Kuasa!

Iklan