Image

Percaya atau tidak, cinta pertama sulit untuk dilupakan, bahkan membuat buta dan membuat seseorang menutup hatinya untuk yang lain. Meskipun cinta pertamanya punya kekurangan, semua itu serasa tak dianggap karena matanya buta oleh cinta pertama. Begitupun di dunia motor… Cinta pertama bisa membuat seseorang nyangkut pada merk tertentu saja, meskipun seiring waktu dia menyadari, kalau merk yang dicintainya itu sebenarnya kalah di beberapa sisi dibandingkan kompetitor.

Di tanah air, masalah cinta pertama disinyalir dipahami produsen. Jangan heran makanya beberapa masuk ke sekolah-sekolah dengan kedok safety riding. Di majalah-majalah ABG, sebut saja HAI, produsen ini memasang iklan, bahkan juga bekerjasama dengan pihak majalah untuk merebut hati calon konsumen masa depannya, para ABG dan Al4y.. Mulai saja dari lomba foto bersama motor tertentu, sampai perlombaan yang dihadiahi motor tertentu. Acara-acara di sekolah yang diliput majalah pun seringkali memperlihatkan kemeriahan acara menunggangi motor tertentu.

Sah-sah saja mendekati ABG, sebab mereka lebih mudah didekati, diracuni dan potensial sebagai pembeli…apalagi kalau mau masuk Universitas, banyak yang mengiming-imingi motor baru kepada anaknya..

Di luar negeri bagaimana? Di Jerman, Kawasaki bahkan punya program khusus. Motor-motor untuk biker pemula itu ditawarkan dengan diskon khusus bagi bikers pemula! Yup, jadi kalo babenya yang beli, harganya normal, sedangkan kalau yang beli 4l4Y, harganya didiskon!

Produsen di luar sana bisa dibilang selangkah lebih maju dalam menggaet minat anak muda yang mau naik motor. Racun mereka lebih maut dibandingkan produsen dalam negri. Kenapa harus lebih maut? Sekali lagi, di luar sana (ambil contoh Jerman), naik motor adalah pilihan, bukan keterpaksaan, karena itu lebih sulit untuk cari “korban”.

Bahkan, saking sulitnya, produsen mau tidak mau membuat motor yang memang mengincar alaywan dan alaywati! Masih ingat kan latar belakang KTM membuat Duke 125? Ya memang ditujukan untuk menjala alay bule sana! YZF-R 125, CBR 125 pun juga contoh lainnya!

Aprilia pun tak tinggal diam. Langkah pabrikan Jepang dengan CBR dan YZF mini pun mereka ikuti, dan lahirlah RS4 di atas itu yang tenaganya hanya 11KW dan top speednya hanya seputar 100 Km/h. Mereka pun membuat iklan yang benar-benar bagus dari sisi afektifnya! Melihat iklan ini, dijamin alay merasakan hal yang sama dan terpancing minatnya untuk segera merengek minta dibelikan RS4! Jangankan 4LaY…saya saja melihatnya langsung tergugah..dan iklan ini benar-benar menimbulkan semangat keAl4yan saya! Terlebih lagi dukungan angel kamera, suasana sirkuit dan musik yang begitu membuat aura Al4y saya semakin membara.

Iklan keren ini pun baik, sebab tidak mempertontonkan ugal-ugalan di jalan! Selain itu bisa dilihat, kemampuan RS4 rebah seakan tak kalah dengan RSV4! Ditambah lagi dengan perspektiv seorang alay yang ditonjolkan ketika sedang menonton bintang pujaannya, Max Biaggi.

Yang menarik disini, Biaggi tidak digambarkan berlebihan dan doi tidak disuruh beriklan dan mempromosikan RS4. Biaggi juga tidak diperlihatkan finish terdepan. Bahkan terlihat ketika motor bergoyang saat berakselerasi. Penunjukkan ketidakstabilan ini malah mengurangi kesan “memuji-muji berlebihan produk sendiri”.

 Perspektif iklan hanya dari mata si Al4y! Jadi, benar-benar seperti sungguhan, saat kita menonton si pembalap beraksi dan memang tidak bisa menghampiri dia…yup, seperti di realitas. Dan kekuatan realitas inilah kekuatan iklan ini! Jadi, tentang apa yang dirasakan, bukan terwujudnya sebuah  impian!

nih lihat sendiri iklannya…

http://www.youtube.com/watch?v=OrTOnI0vNAE&feature=relmfu

Iklan