Perawakan KTM Duke 125 yang punya body mirip abangnya yang 690 cc itu pasti membangkitkan napsu kealayan kita bersama. Tak heran, sebab doi memang diciptakan KTM dengan 2 tujuan utama, yakni untuk menggaet calon bikers masa depan KTM dan juga memperluas pasar mereka, terutama ya untuk menyerang pasar motor Asia. Tak heran KTM menggaet Bajaj agar bisa menekkan harga. Di Jerman sendiri dipasarkan mulai April seharga 3995 Euro, masih sedikit lebih mahal dibandingkan Yamaha YZF-R125 yang nongkrong di 3500 Euro.

Motor bertenaga 15PS dengan bobot full tank 130 Kg ini pun disediakan KTM sebanyak 15 unit untuk diuji coba berbagai media Jerman. Cukup banyak kan, mengingat media di Jerman cukup benyak, nanti kalo tidak ada yang kebagian bisa runyam..diskriminasi gitu deh isyunya hihihi… Selain itu, KTM tentunya ingin motor ini juga diterima baik di JErman, ya, namanya juga pasar potensial.

Motor ini pun di test ride oleh redaksi Motorrad. Secara desain, sudah top, handling pun juga dipuji bagus. Pengereman yang mengandalkan produk India hasil didikan Brembo, yakni Bybre alias by Brembo dianggap mantabs, cukup pakem, tetapi gigitnya tidak ngagetin, terdosis baik istilahnya…

Spidometer pun menawarkan informasi yang cukup lengkap, mulai tachometer, speedometer, tripmeter, persediaan bensin, konsumsi bensin, posisi gigi hingga  jam tersedia. Body dan rangka motor dikerjakan dengan rapih. Soal velg, bahkan katanya masih produksi Italia lho, dari bahan alumunium pula… Bodynya juga ternyata bukan made in India, tetapi plastik-plastik yang menempel di Duke mini masih made in Spanyol, wah, pantas saja harganya masih relatif mahal. Namun, dengan apa yang didapat, wajarlah.. apalagi diperlengkapi suspensi USD buatan WP yang masih dikerjakan di Austria.

Motor yang katanya lincah dan pembagian bobotnya sempurna ini sayangnya bertenaga kecil karena kebijakan KTM yang mau menyasar ABG 16 tahun. Untuk meningkatkan performa, KTM menawarkan silencer alumunium seharga nyaris 400 Euro, termasuk mahal, bahkan untuk ukuran bule…

Bagaimana top speed motor 6 tingkat percepatan ini? Ternyata di spidometer sanggup 112 Km/jam (kenyataan 105 Km/jam). Cukup kencang juga ya? Mengingat bobotnya yang 130 Kg dan ukuran bannya yang gambot. Wah, Byson bisa-bisa dibandingkan sama doi nih kalo doi sampai hadir di tanah air…

BTW, Ban yang terpasang nantinya adalah MRF made in India. Butuh pemanasan juga katanya sebelum having fun, tetapi setelah pemanasan beberapa lap, ban ini dikatakan lumayan “ngegigit”. Penting agar motor man dan tenang diajak hepi2…

Soal akselerasi, katanya lumayan, sebab rasio gearnya terhitung baik, tidak membuat power drop. Beda dengan motor besar Duke yang siap geber dari 2000 rpm, Duke mini layaknya motor tanah air yang butuh rpm agak tinggi baru bisa hepi2.. Yup, mulai 6000 rpm tenaganya keluar. Rider boleh geber hingga 10500 rpm tepat dengan menyalanya lampu indikator pindah gigi. Sebaiknya ya pindah, sebab selain powernya hilang dan cepat memakan mesin, limiter memang dipasang di 11000 rpm.

Nah, yang masih jadi tanda tanya, jadi nggak Duke 125 kesini? Masih pakai nama KTM/Bajaj? Apakah mesinnya sama? Apakah velg, suspensi dan bodynya sama plek? Dan yang paling penting, apakah harganya terjangkau kantong mahasiswa?????

 

Iklan