Esteve Rabat fährt in diesem Jahr unter anderen in der Moto2 mit FTR-Chassis

Marak-maraknya Kawasaki dengan Ninja 250nya sayang tidak disertai kehadiran tim mereka di MotoGP. Di WSBK pun prestasinya hingga hari ini belum cukup untuk dibangga-banggakan. PErcaya atau tidak, ini melemahkan jumlah calon korban yang berminat meminang Ninja 250.

Namun, masa tanpa tim idola di MotoGP bisa jadi akan berakhir. Meskipun tidak turun penuh, nama besar Kawasaki akan hadir di MotoGP yang akan menjadi Moto 1 nantinya. Mesin Ninja ZX-10R gress terpilih oleh tim BQR asal Spanyol yang sudah kita kenal di Moto2. Tim ini akan mengawinkan motor buah karya FTR asal Inggris dengan mesin gacoannya Kawasaki. Produsen FTR ini juga bukan pabrikan tunning ecek-ecek, sebab pernah memenangkan 4 race di kelas 600 cc Moto2 ini.

Kenapa yang terpilih mesin Kawasaki? Sayangnya tim BQR atau berita yang tiba di redaksi Blog Sesat tidak menjelaskannya. Namun, kalau dipikir-pikir, ada beberapa faktor yang bisa dicurigai:

1. Kawasaki memiliki bahan dasar mesin dengan teknologi terkini di tahun ini! Kan tahun depan akan keluar (mungkin nih-red) yang baru dari pabrikan lain??? Mungkin sih, dan dapat dipastikan lebih canggih karena tuntutan zaman dan teknologi yang semakin maju. Namun, perlu diingat, latihan mentunning motor harus dimulai saat ini, sebab butuh waktu untuk mengetest performa dan daya tahannya. Kalau tunggu tahun depan, bisa dibilang waktu untuk development tidak ada. Jatah 12 mesin memang cukup banyak dibandingkan tim pabrikan yang dibatasi 6 mesin, tetapi untuk mengail performa terbaik sambil memperhatikan karakter daya tahan mesin sepanjang race dan power delivery yang berpengaruh pada daya tahan ban dan kestabilan secara umum perlu waktu. Tim butuh waktu juga kan untuk mengawinkan performa mesin dengan karakter rangka dan setting suspensi.

2. Faktor kedua, boleh jadi ini langkah inisiatif Kawasaki untuk kembali terjun penuh suatu hari nanti. Supaya mesin siap dan dana yang dikeluarkan tak terlalu besar, simbiosis mutualisme dengan tim balap tentu membawa untung, sebab teknologi balap tak ketinggalan, biaya pun bisa ditekan. Tim BQR sendiri sepertinya juga diuntungkan, sebab mereka bisa jadi tim Privateer dengan sokongan pabrikan, mungkin layaknya Ducati Althea sekarang ya…

3. Kalau BQR nantinya jadi satu-satunya tim yang menggunakan mesin Kawasaki, keuntungan bisa diraih dari segi support penonton. Fans Kawasaki akan tertarik untuk mendukung tim ini, secara otomatis bisa meninggikan daya jual tim, terutama untuk merchandise mereka. Bisnis merchandise lumayan juga kan?

 

 

Iklan