Dulu kita sempat membahas tentang aki kering yang sebenarnya nggak kering alias maintenance free vs. aki konvensional alias aki basah.

Setelah memikirkan keunggulan-keunggulan aki kering, rasanya memang saat ini sebaiknya beralih ke aki kering. Bukan cuma karakter yang relatif lebih awet, tetapi juga  bebas tumpahan cairan air aki yang merusak rangka. Selain itu, harga aki kering sepertinya lebih murah.. saya tidak yakin, sebab aki kering dan basah yang saya tanyakan harganya memang beda merk.

Pertengahan tahun lalu, harga aki basah GS di bengkel langganan saya dapatkan seharga kalau tidak salah 220 ribu, sehingga saya putuskan memilih aki kering merk Toyo untuk Tiger hitam, seharga 180 ribu. Beda jauh kan…

Sekitar 2 minggu lalu, saya membeli aki kering untuk R27 di bengkel yang sama. Dan…haraganya malah turun! Aki yang biasa dipakai Tiger saya dapatkan seharga 160 ribu! Sayang saya tidak menanyakan harga aki basahnya..

Aki kering alias maintenance free memang menggiurkan, tetapi baru beberapa saat lalu saya mulai melihat kelemahannya. Sudah 3 kali saya alami, untuk motor yang sangat jarang dipakai, aki kering drop dan ketika hendak disetrum ulang ogah mengisi! Beda dengan aki basah, selama sel akinya bagus, kalau tidak mau mengisi bisa ganti air aki, baru disetrum.

Jadi, kesimpulan saya sekarang, untuk motor yang bukan dipakai harian atau minimal seminggu sekali, aki basah boleh dibilang pilihan yang lebih tepat..

Ingat Bro, itu kesimpulan saya dari 3 kali kejadian yang saya alami, benar atau tidaknya, buktikan saja sendiri hihihi