Pijit plus-plus memang sebuah istilah yang tidak asing bagi Bro- sekalian yang mencintai kehidupan malam. Pijit plus-plus yang biasanya relatif membuat isi dompet langsung minus-minus itu berbeda dengan pijit plus-plus yang satu ini..

Pijit plus-plus yang satu ini bukanlah tempat yang senang kita kunjungi, tetapi mau tidak mau harus kita kunjungi kalau si roda dua mengalami kecelakaan yang membuat salah satu anggota tubuhnya yang terbuat dari logam tak simetris atau lurus lagi. Di tukang press ini bukan sebatas rangka saja, tetapi juga velg, suspensi depan dan cakram bisa diusahakan kembali ke posisi semula.

 Hari Minggu lalu, saya terpaksa berkunjung ke tempat semacam ini untuk menemani om mengepress suspensi depan dan segitiga GL 100. Untung bengkel press Syahbandar di daerah Mardani, Jakarta Pusat ini sedang sepi, sehingga order langsung ditangani. Prosesnya lumayan lama juga, sekitar 40 menit untuk meluruskan kedua pipa fork depan si GL 100. Biaya yang dikeluarkan saya pikir awalnya sekitar 60 ribu, sebab dengar-dengar segitu, eh, ternyata hanya 40 ribu, lumayan… mungkin mas-masnya lihat tampang saya yang susah huhuhu…

Btw, sepertinya jasa bengkel press bisa digunakan juga bagi Bro yang mau menaikkan atau menurunkan bagian buritan. Rasanya lebih hemat dan tidak perlu merusak rangka dengan api las.

Yang masih jadi tanda tanya, apakah motor dengan rangka alumunium bisa ikutan jadi pasien bengkel press ya? Sebab, di Jerman, moge-moge sport yang mengalami kecelakaan sebagian besar memang langsung masuk kampakan. Beda sih, sebab kecepatan moge-moge itu jauh diatas motor-motor kita yang kecil powernya… Mereka butuh rangka yang masih presisi supaya tidak berbahaya saat digeber di kecepatan tinggi. Sedangkan motor kecil dengan power kecil masih bisa-bisa saja jadi pasien pijit plus-plus ini…

Iklan