Foto di samping adalah artikel advertorial dalam M+ no. 641/XII yang mendeskripsikan proses pemecahan rekord endurance TVS Tormax di siruit Sentul internasional. Acara berlangsung tanggal 4-7 Mei 2011 lalu berhasil membuat rekord 70 jam di Sentul. Motor pun berhasil meraih best lap 2 menit 22.143 detik dengan top speed maximum 131 Km/jam. Total 1.463 putaran dengan jarak tempuh 5800,8 Km berhasil diperoleh dengan kondisi mesin terus menyala selama 70 jam nonstop dan tanpa penggantian oli, hanya menambahkan setiap 2000 km. Mantebs…

Pemecahan rekord di Sentul ini jelas pukulan ke wajah Suzuki, pemegang rekord sebelumnya. Bayangkan, anak baru dateng-dateng langsung merampas rekord!

Suzuki dengan Shogunnya yang pernah melakukan pemecahan rekord 24 jam, 48 jam hingga 60 jam di Sentul pun benar-benar gerah. Namun, untuk memecahkan rekord 70 jam yang dirampas Tormax bukan soal mudah. Suzuki pun melirik sirkuit lain, yakni sirkuit Balipat Binuang di Kalimantan Selatan, seperti yang termuat di M+ no. 643/XII. Tak Tanggung-tanggung, bukan 80, 90, tapi langsung sikat 100 jam!

 Di Sirkuit Balipat, Binuang itu, Suzuki pun berhasil meraih 100 jam nonstop dengan jarak tempuh 5.630 Km setelah melalui 3.267 lap. RUAAARRR biasa!!!

Suzuki pun mengemukakan 2 alasan utama penggelaran rekord 100 jam nonstop ini tak diselenggarakan di Sentul. Pertama, mereka ingin punya gaung di luar pulau Jawa dan Kalimantan disebut-sebut salah satu penyumbang terbesar penjualan produk Suzuki. Alasan kedua: Sirkuit ini punya lay out yang lebih menantang, karena ada tikungannya menantang plus tanjakan dan turunan.

Memang benar alasan Suzuki… Dengan begitu, motor lebih ditest secara keseluruhan. Waktu 100 jam nonstop inipun juga digunakan untuk membuktikan kehandalan AHO yang katanya tanpa masalah, tidak meleleh, tidak panas mikanya dan tidak putus bohlamnya meskipun 100 jam nonstop menyala.

Takut Duel Head to Head

Suzuki AXELO boleh dibilang sukses mengasapi Tormax dalam jumlah jam, tetapi tidak dalam hal lain:

Jarak tempuh: 5800,8 Km (Tormax) Vs. 5630 Km (Axelo)

Dengan perbedaan sirkuit, tentunya ini bisa jadi perdebatan yang abu-abu…

Kalau AXELO memang jelas-jelas ingin menang, seharusnya diadakan lagi test endurance di Sentul! Kalau 100 Jam diperoleh di Sentul, baru deh Suzuki bisa benar-benar berkepala tegak. Apalagi Sentul yang punya straight panjang dipastikan membuat mesin teriak terus di putaran tinggi, dijamin lebih menyiksa mesin dibandingkan Binuang.

TVS Pun Tak Tinggal Diam 

 Ada aksi, ada reaksi. TVS yang baru saja sumringah tentunya tergampar dengan torehan 100 jam nonstop Axelo. Namun, mereka juga sadar tentunya, pemilihan sirkuit di luar Sentul internasional membuat TVS juga masih di atas angin. Mereka pun memuat iklan di samping dalam M+ terbaru, no 645/XII. Dan di iklan berukuran besar itu tertulis: Menempuh Lebih Jauh 5800 Km Nonstop, Hanya Dalam Waktu 70 Jam Dengan Kecepatan Maksimum 131 Km/Jam.

Yup, mereka (TVS) menunjukkan keunggulan mereka dibandingkan Suzuki, yang secara tidak langsung disebutkan menang total jumlah waktu saja, yakni 100 jam, sedangkan jarak tempuh dan waktu tempuh dimenangkan Tormax, yup, dengan waktu 70 jam menempuh jarak lebih jauh!

Namun, sekali lagi kita tidak boleh lupa, sirkuit Sentul meang memungkinkan itu! Kalau TVS coba 100 jam di Binuang, belum tentu lho dapat jarak sejauh yang diperoleh Axelo.

Poin-poin Abu-abu….

Dalam pemecahan rekord, ada juga daerah abu-abu yang bisa jadi tidak terekspos ke media, atau memang sengaja tidak diekspos. Misalnya, top speed! Di Tormax, okelah Top Speed 131 Km/jam, tapi di lap keberapa? Dan berapa rata-rata top speednya? Berapa top speednya di 3 jam terakhir?

Lap time pun yang diberikan biasanya lap time terbaik. Sedangkan, untuk memastikan motor itu benar-benar digeber maksimal, yang dibutuhkan adalah lap time rata-rata. Bisa aja kan 3 jam awal digeber gila-gilaan, tetapi selanjutnya santai-santai aja (bukan dengan rpm setingkat kala balapan/ standard yang maksimal).

Selain itu, tidak pernah disebutkan rasanya: oli yang dipakai apa ya? Yup, oli canggih pasti hasilnya canggih toh… Jadi jangan coba-coba sok-sokan riding nonstop dengan oli biasa…

Terakhir, tidak pernah juga dikatakan, tingkat keausan dan parts-parts yang perlu diganti agar motor kembali fresh untuk dipakai sehari-hari…