Casey Stoner mag den Sachsenring

Setiap pembalap modern, terutama di kelas MotoGP pasti sudah paham peran penting media bagi karier mereka. Media bisa membuat pembalap punya banyak fans, meskipun tidak sedang berlaga di negaranya sendiri. Salah satu yang bisa kita amati adalah: Pembalap akan mengatakan, sirkuit yang menyelenggarakan balap saat itu adalah salah satu tempat favoritnya. Begitulah yang dikatakan Stoner, Dovi, Hayden dan Rossi. Mereka menyukai fans yang ramai dan perayaan pesta MotoGP yang meriah. Stoner menyukai selain itu lay out sirkuit yang sempit dan sangat teknis. Menurutnya, ia berusaha mencari setting terbaik agar motor bisa punya pace bagus sepanjang race, yup tampaknya Mugello lalu memberi pembalap ini pelajaran penting soal daya tahan ban. Yang perlu diperhatikan tentunya tikungan ke kiri yang panjang nian itu. Tikungan ini juga jadi pertimbangan bagi Hayden dalam setting motor. Doi mengakui menyukai tikungan buta di Sachsenring, terutama di bagian akhir yang laksana “air terjun”.

Bagaimana dengan Rossi? Sirkuit ini pasti punya kesan tersendiri baginya. Tahun 2009 lalu, Blog Sesat menyaksikan sendiri kemenangan the Doctor yang berhasil unggul dari Stoner, Lorenzo dan Pedrosa, sebuah kemenangan mutlak yang menunjukkan kehebatannya, sebab cuaca saat itu baik dan ketiga alien saingannya sehat walafiat badan dan motornya, jadi menang karena jelas jago, bukan untung-untungan.

Di Sirkuit ini pula Rossi pernah dipermalukan Gibernau yang saat itu sama-sama menunggangi RC211V, dan itu di tikungan terakhir, dimana di tikungan itu Rossi masih masuk duluan, hanya saja kalah akselerasi akibat Gibernau ambil racing line lain yang memungkinkannya buka gas lebih awal, terlebih lagi doi menggunakan knalpot pendek yang membuat akselerasi bawah dan menengah lebih yahud. Namun, tahun depannya, Rossi membalas kekalahan dengan mengasapi Gibernau dengan jarak yang tipis, setelah melalui race yang seakan siaran ulang tahun sebelumnya, tentunya dengan ending berbeda… Rossi sendiri menyukai sirkuit teknis ini, sebab karakteristiknya yang melawan arah jarum jam.

Menurut Blog Sesat, Sachsenring wajar saja jadi favorit banyak pembalap, sebab sirkuit ini memang tikungan-tikungannya asoy, banyak naik turun, ganti arah dan beberapa tikungan buta.

Bagaimana dengan Pedrosa? Sanggupkah doi tampil ke depan, apalagi duo Yamaha sedang on fire dan penuh percaya diri. Menurut Terawng Gaib Blog Sesat, Pedrosa bisa tampil mengejutkan, sebab sirkuit ini termasuk lambat (straightnya pendek) dan flowing, tidak butuh banyak hard braking! Bisa juara sih terlalu sulit, tapi kembali ke 5 besar bukan hal mustahil. Ingat, doi pernah juara MotoGP tahun 2010 di sirkuit ini.

Dan jangan lupakan Simoncelli yang menunjukkan potensinya di training Mugello lalu dengan hanya tertinggal sedikiiit dari Stoner. Doi cukup jago di sini, dan di sirkuit sarat tikungan ini plus top speed rendah, peluang Simoncelli yang berbadan besar juga semakin bagus. Blog Sesat juga jadi saksi tahun 2009, ketika si Kribo naik podium teratas GP 250 cc, mengulangi prestasi tahun sebelumnya. Simoncelli sendiri juga sedang pede saat ini dan bertekad bisa finish di Sachsenring tanpa drama…

Btw, race tanpa drama, nggak seru juga ya hihihii…..