Casey Stoner fand es richtig, seinem Teamkollegen die Chance einzuräumen

Di Mugello lalu, Dovi mengambil alih posisi 2 dari Stoner yang berimbas minus 4 poin bagi pembalap no 27 itu. Hal ini menunjukkan, team order di Repsol Honda tidak ada.

Bicara team order memang masalah yang bisa diperdebatkan, bisa positif, bisa negatif, tergantung bidang olahraganya. Rasanya di olah raga balap, team order tidak disukai penonton, hanya saja kenyataannya lain. Di F1, team order jelas-jelas keberadaannya dan memang harus ditelan pahitnya oleh pembalap yang terpaksa mengalah. Ambil contoh terhangat balap F1 di Silverstone yang membuat Weber mengalah kepada Vettel, demi team Red Bull! Team order bukannya tanpa konsekuensi, selain dianggap tidak sportif, akan timbul ketidaksukaan dan ketidakpuasan di pembalap yang mengalah, fans, maupun pembalap yang dimenangkan kebijakan team order itu sendiri.

Stoner dan Dovi berpendapat, jangan sampai ada team order di tim Repsol Honda. Stoner pribadi mengatakan, ia menolak kehadiran team order di MotoGP. Menurutnya, memang mungkin pembalap bisa menang dengan team order, tetapi kemenangan itu baginya tidak bernilai! Kita bukan pemain bola yang memang ingin meraih kemenganan tim! Masing-masing pembalap berjuang untuk kemenangannya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, Stoner merasa baik-baik saja atas manuver Dovi atas dirinya di Mugello.

Lorenzo melihat lain!  Menjelang akhir musim, Lorenzo merasa team order itu penting, apalagi kalau pembalap utama kesulitan untuk memenangkan kejuaraan sendirian. Dulu ia punya pengalaman tahun 2006 saat satu tim bersama Alex Debon. Debon agak membantunya dalam race di Valencia. Menurutnya, pembalap bekerja untuk tim/merk tertentu dan digaji oleh merk itu, karenanya kemenangan tim itu penting, meskipun tidak sama dengan di sepak bola. Menurutnya, di tengah musim, team order itu belum penting. emuda Mallorca ini mencontohkan: Dovi boleh saja sikat Stoner di race kalau dia bisa, wong dia juga punya kesempatan untuk bisa jadi juara dunia. Wah, kompor juga nih hehehe… kalau gitu, Spies juga boleh sikat Lorenzo kalau bisa dong ya…

Bro tidak percaya dengan omongan saya, nih kutipannya:

Yamaha-Pilot Lorenzo, der teamintern schon einige Erfahrungen gesammelt hat, sah das ein wenig anders: “Ich habe nicht dieselbe Meinung, besonders am Ende des Jahres. Wenn dein Teamkollege dir helfen kann und nicht selbst um die Meisterschaft kämpft, dazu sind wir ein Team. Wir bekommen Lohn von unserer Marke und unsere Marke soll gewinnen. Als ich die 250ccm-Meisterschaft 2006 mit Alex [Debon] als Partner bei Aprilia gewonnen habe, hat er mir in Valencia auch ein bisschen geholfen. Es ist ein Team, zwar nicht wie im Fußball, aber es ist ein Team und deine Marke ist dabei sehr wichtig.”

Der Mallorquiner meinte aber auch, dass Teamorder mitten in der Saison keinerlei Rolle spielen würde. “Andrea kämpft genauso um die Meisterschaft, er kann den Weltmeistertitel ebenso gewinnen. Zumindest wenn er Casey schlagen kann und das muss er einfach versuchen.”

BTW, Lorenzo mikirin perasaan pembalap kedua dan fans nggak ya?

 

 

 

 

 

Iklan