Aprilia RS3 Full Right Side View

Era awal MotoGP dengan mesin 4 tak 1000 cc merupakan era penuh warna. Berbagai pabrikan ambil peran di ajang ini, salah satunya Aprilia dengan RS-Cubenya, motor 1000 cc 3 silinder yang sensasional.

Aprilia memang termasuk gila dengan memakai mesin 3 silinder, beda dengan kompetitor yang kabanyakan mengandalkan 4 silinder dan terlebih Honda dengan 5 silinder. Ini semata karena mereka mengincar bobot yang diperbolehkan lebih ringan 10 kg dibandingkan kompetitor lainnya.

Soal power bagaimana? Inikah yang menyebabkan Aprilia RS-Cube tak terlalu kompetitif? Bukan Bro, soal power sama sekali bukan masalah. Malah ada yang membandingkan, akselerasinya layaknya motor 2 tak 1000 cc! Jangan heran, di sektor mesin, Cube sangat sarat dengan teknik dan teknologi F-1, sebab mereka memang memesan Cosworth yang bangkotan di F1 untuk membuat mesin.

Jika di awal GP putaran mesin masih lebih rendah dibandingkan mesin 800 cc, maka Aprilia dengan mesin racikan Cosworth tak ambil pusing. Ketika Yamaha dan Ducati  Honda mengembangkan katup pneumatic untuk mengimbangi Desmosedici GP7 di 800cc, maka Aprilia RS-Cube sudah dibekali komponen ini sejak awal. Motor pun dibuat berotasi ke belakang, jadi kalau dilihat dari sisi kanan, berlawanan dengan jarum jam. Ini dirancang untuk memberikan beban lebih 2 kg di roda depan! Lumayan nambah grip dan meminimalisir wheelie kan…

Power memang bukan masalah Aprilia, bisa dilihat juga di kelas-kelas bawahnya, yakni 250 cc dan 125 cc 2 tak. Power Aprilia paling yahud! Permasalahan di Cube justru pada handlingnya. Terlihat Aprilia doyan menaikkan posisi mesin di chassis, makin tinggi dan makin tinggi lagi… Dulu kita sudah bahas kelebihan dan kekurangan titik berat kan.. Titik berat yang tinggi dari Cube terlihat dari penggunaan lengan ayun pisangnya yang lumayan extrem! Sayang umur motor ini hanya 3 tahun. Regis Laconi, Collin Edwards, Nitro Nori Haga, Jeremy Mc Williams dan Shane Bryne gagal membuat Cube tampil bersinar dan on fire. Malah Cube yang membuat mereka benar-benar on fire:

Nah, begitulah kira-kira betapa hotnya motor yang satu ini. Motor yang handlingnya kurang oke dan kerap bermasalah dengan chattering ini sebenarnya terus diperbaiki, bahkan menjelang akhir kemunculannya semakin lumayan. Perbaikan agak lambat karena dana Aprilia yang katanya terbatas. Versi 2005 yang ditest Marcellino Lucchi katanya sudah matang dan asoy, sayang bos-bos baru Aprilia ketika itu menutup keran kucuran dana untuk RS-Cube. Dan demikian berakhirlah kiprahnya di MotoGP. Meskipun begitu, manfaatnya tetap ada. Lihat saja RSV-4 yang terlihat begitu matang dan kompetitif di WSBK. Tanpa Cube, sulit bagi APrilia untuk bisa langsung kompetitif, sebab superbike mereka selama ini, RSV 1000 Mille bukan motor superbike bermesin galak dan terbukti kan tidak diturunkan di WSBK. Baru dengan RSV-4 yang matang dengan pengalaman yang banyak diperoleh Aprilia bersama RS-Cube lah Aprilia bisa langsung menggedor bahkan meraih satu titel juara dunia WSBK.