Seperti Ente semua lihat, ini salah satu contoh pemisahan sampah. Yang ada di foto, dipisahkan antara sampah plastik, organik dan non organik. Foto ini saya ambil di salah satu sudut Fakultas Psikologi UI (saya terpaksa ke sana karena mengalami gangguan kejiwaan-red).

Ini sebuah langkah yang bisa ditiru, barangkali bro sekalian bisa memulainya dari rumah, atau kalau bisa dari tempat kerja masing-masing. Menurut saya, akan lebih baik lagi kalau setiap sekolah di tanah air sejak tingkat dasar diperkenalkan sistem pembagian sampah macam ini. Yup, membiasakan anak-anak sejak dini, sebab orang tuanya dah susah deh diotak-atik!

Kalau mau lebih bagus lagi, bisa lihat caranya Jerman. Mereka juga membagi jadi beberapa bagian: organik, non organik (kemasan, plastik dsb.nya), kertas+karton, dan kaca/gelas. Untuk kaca/gelas yang kebanyakan berbentuk botol itupun dibagi 3 lagi, yakni yang bening, warna coklat dan hijau. Dengan begitu, tingkat pencemaran bisa dikurangi, sebab benda yang bisa didaur ulang akan diolah kembali. Kita pun menghemat sumber daya alam…

Ki Gede Anue ketika disodori foto di atas pun menyetujui langkah ini. Hanya saja beliau masih melihat ada kekurangan, menurutnya tempat sampah organik, non organik dan plastik belum memadai, masih dibutuhkan juga: Tempat sampah masyarakat dan tempat jin buang anak!

Iklan